<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809</id><updated>2011-11-17T19:52:47.838-08:00</updated><title type='text'>Wisma Si Kecil</title><subtitle type='html'>Assalaamu'alaykum warohmatullah,
Aku ingat ketika itu seseorang memanggilku dengan panggilan ini.  Uh, sebel! Aku udah gede gitu loh...
Tapi suatu masa ketika aku merasa betul-betul "sudah gede"...aku cinta UkhTieKecil...^_^ ^_^ ^_^
--</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>69</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-2543428993109533226</id><published>2007-11-05T02:42:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T02:44:14.874-08:00</updated><title type='text'>Pengaruh Negatif Media pada Pertumbuhan Bayi, Anak-anak, dan Remaja</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Peluang Masuknya Pengaruh Media pada Bayi, Anak-anak, dan Remaja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Avam Noam Chomsky terkenal sebagai linguis dari masa pertengahan hingga akhir abad ke-20.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karya fundamentalnya yang berjudul ‘&lt;i&gt;Syntactic Structures’&lt;/i&gt; telah membawanya menjadi revolusioner dalam bidang bahasa (linguistik).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Teorinya yang juga fundamental adalah &lt;i&gt;Generative Grammar&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Transformational Grammar&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Universal Grammar&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Selain itu, sumbangan pemikiran Chomsky yang lain adalah pernyataannya bahwa ‘bayi dan anak-anak mempunyai kemampuan alami dalam hal penguasaan bahasa mereka sehari-hari”.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Penguasaan bahasa ini yang menjadi ‘aset’ kecerdasan linguistik seseorang saat memasuki masa dewasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka (baca: anak-anak) mempunyai kemampuan luar biasa dalam menghafal kosakata, melebihi orang dewasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sumbangan pemikiran Chomsky tersebut layak diimplementasikan dalam pengelolaan proses perkembangan anak selanjutnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Mengenai tahap-tahap perkembangan, Elizabeth B. Hurlock menerangkan ciri-ciri masa bayi sebagai masa dasar yang sesungguhnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masa bayi juga merupakan masa di mana pertumbuhan dan perubahan berjalan dengan pesat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagai efeknya, masa ketergantungan bayi terhadap bantuan orang lain menjadi berkurang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka akan berusaha melakukan apa yang sudah dapat mereka lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain, karena mulai munculnya rasa tidak suka untuk ‘diperlakukan seperti bayi’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masa bayi merupakan masa yang menarik dan menjadi permulaan sosialisasi serta kreativitas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perkembangan emosi pada masa ini dapat lebih dibiasakan dari pada masa anak-anak, remaja atau dewasa. Masa ini berlangsung dari minggu kedua pasca kelahiran hingga usia dua tahun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu, Hurlock juga tidak melupakan bahwa masa bayi adalah masa yang berbahaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Tahapan selanjutnya adalah masa kanak-kanak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam masa ini, kata Bruner, bermain menjadi ‘kegiatan yang serius’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hurlock sendiri menggambarkan bahwa masa awal kanak-kadang sering disebut sebagai &lt;i&gt;tahap mainan&lt;/i&gt; karena semua permainan menggunakan mainan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menjelang akhir masa awal kanak-kanak, minatnya untuk bermain dengan mainan mulai berkurang dan ketika ia mencapai usia sekolah mainan-mainan itu dianggap seperti “bayi” dan ia ingin memainkan permainan-permainan “dewasa”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita tentu mengingat kala sebagian dari kita mencoba memainkan peran guru, dokter, insinyur, atau bahkan petani pada masa ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Masa bayi dan masa kanak-kanak adalah suatu yang menarik tidak hanya bagi bayi dan anak-anak itu sendiri, namun juga bagi remaja dan orang dewasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah masa ini berakhir, maka seorang anak akan memasuki masa puber yang bisa terjadi usia yang tidak sama antara anak yang satu dengan yang lainnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masa puber ini berlangsung cukup singkat dan menjadi masa peralihan antara masa akhir kanak-kanak dan masa awal remaja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah terjadi kematangan seksual, maka ‘anak puber’ akan memasuki masa remaja atau remaja muda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Masa remaja disebut juga dengan masa pencarian jati diri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada masa ini, seorang anak mulai terbiasa dengan berbagai perubahan fisik dan mental yang terjadi selama masa puber.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu, seseorang mulai menemukan minat yang kuat pada hal-hal tertentu, misal pada agama, sosial, atau kegiatan-kegiatan seni, dsb.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada masa ini, ketertarikan pada seks mendapat porsi tersendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dorongan untuk melakukan pembentukan hubungan-hubungan baru dengan lawan jenis datang dari tekanan-tekanan sosial, terutama dari minat remaja pada seks dan keingintahuannya terhadap seks.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selanjutnya, remaja mencoba untuk memenuhi keingintahuan tersebut dengan mencari lebih banyak informasi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berbagai penelitian menyebutkan bahwa hanya sedikit remaja yang mendapat informasi seks dari orang tuanya sendiri atau sekolah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebanyakan remaja justru memperoleh pengetahuan dari pergaulan, majalah, televisi, atau buku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Setelah mengetahui tahapan-tahapan tersebut, dapat dilihat di mana sebenarnya peran media –baik cetak maupun elektronik- dalam menimbulkan ‘budaya baru’ dalam kehidupan manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Celah-celah kecil yang ada pada setiap tahap perkembangan manusia adalah lahan empuk yang gampang ditembus oleh kekuatan media.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Seks dan Kekerasan di Tangan Media &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Jauh sebelum media komunikasi dan informasi semacam televisi, komputer, telepon seluler, dan sebagainya merambah suatu negara, masalah seks dan kekerasan telah berkibar-kibar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam perjalanan hidup manusia purba ala teori Darwin pun (yang walau banyak disangsikan namun masih saja menjadi dasar sejarah),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada suatu masa di mana para manusia purba saling membunuh untuk berebut tempat tinggal atau makanan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam sejarah kerajaan pun, adanya selir-selir yang tak terhitung jumlahnya setelah satu permaisuri menunjukkan bahwa masalah seks kala itu masih menjadi hal yang menarik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan, Helvy Tiana Rossa dalam satu edisi majalah Ummi mengemukakan bahwa tema seks tetap menjadi tema yang menarik sepanjang masa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Pascapemilu tahun 1955, keadaan politik yang memanas justru menimbulkan satu perubahan tersendiri dalam dunia penerbitan majalah di Indonesia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika itu lah masyarakat haus akan ‘bacaan hiburan’ ‘pelepas lelah’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang mulai mengemari bacaan yang mengandung unsur-unsur kecabulan, ketegangan, detektif spionase dan sejenisnya (Kurniawan Junaedhie, Rahasia Dapur Majalah di Indonesia:1995).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini dilukiskan sebagai masa yang lumrah pasca perang oleh Dr. R. Roolvink.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Berawal dari masa itulah muncul majalah-majalah hiburan seperti &lt;i&gt;Drama dan Sensasi, Artis, Bikini, Genit, Ultra&lt;/i&gt;, dan sebagainya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah masa itu, beruntun muncul lah majalah wanita, majalah khusus pria dewasa, majalah remaja putri, majalah remaja putra, dan majalah anak-anak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Sekarang, perkembangan media informasi dan komunikasi semakin meluas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sarana informasi bertebaran di mana-mana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di satu sisi, tidak dapat disangsikan lagi keurgenan media ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun, jika tidak hati-hati hal ini justru akan menimbulkan masalah baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Kemunculan majalah-majalah seks baik yang berdalih sebagai bahan ‘hiburan’ maupun ‘sarana pendidikan’ atau ‘media kebebasan’ kini semakin mekar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tampilan seks dan kekerasan tidak hanya dapat dilihat di ‘majalah porno’ saja, namun juga dapat diakses di internet, televisi, bahkan ‘ditenteng’ secara pribadi dalam folder telepon genggam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Terkait dengan ini, masalah yang sama dari dulu hingga sekarang masih saja bergulir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Batasan pornografi dan seni yang menurut sebagian orang kurang jelas misalnya, dapat dilihat dari ungkapan redaksi &lt;i&gt;Maskulin &lt;/i&gt;sebagai reaksi atas teguran keras Deppen pada tahun 70-an berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.05pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;“Ah, bukan maksud kami untuk menyebarkan pornografi, bukan tujuan kami untuk merangsang birahi atau kejijikan pembaca.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena bagi kami apa yang disebut pornografi itu batasannya masih kabur, dan efeknya pun dipengaruhi oleh berbagai fakta, yaitu obyek, subyek, dan situasi yang mewarnai keduanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itu menurut kami, yang belum tentu disetujui pihak-pihak lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan karena itu pula jalan yang kami tempuh tidak selamanya nyaman...”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  lang="IN" &gt;(pernyataan redaktur majalah Maskulin dalam buku Rahasia Dapur Majalah di Indonesia karya Kurniawan Junaedhie)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.05pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Selain perbedaan persepsi tersebut, masalah yang lain yaitu adanya ‘perang’ antara idealisme dan ‘bisnis’ dalam diri media itu sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagai contoh, ketika kasus ‘plagiatisasi’ film-film korea oleh produser-produser film Indonesia Indonesia, muncul pernyataan dari pihak &lt;i&gt;Production House&lt;/i&gt; semisal “Walaupun sudah tahu kalau film itu ‘diadopsi’ dari luar negeri, &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; masyarakat tetap suka &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Justru rating-rating film seperti itu yang tinggi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mau apalagi?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Walaupun di satu sisi ada pihak-pihak yang merasa sangat resah atas tayangan-tayangan televisi, pada kenyataannya ada pihak lain yang sangat menyukainya dan terus menontonnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di mata media, di satu sisi ada sebuah idealisme yang coba mereka usung, namun beban hidup mengatakan bisnis adalah hal yang patut diperhitungkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ke mana saya (baca: media) harus melangkah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Mereka dalam Cengkeraman Pengaruh Media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Seperti telah disebut sebelumnya, masa bayi, kanak-kanak, dan remaja di samping merupakan masa yang menarik bagi setiap orang, juga merupakan masa yang berbahaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kesukaan mereka meniru dan rasa ingin tahu mereka yang besar mempunyai potensi yang sama untuk mengarah secara positif maupun negatif.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Banyak ahli psikologi juga menyatakan bahwa masa-masa bayi dan kanak-kanak adalah masa emas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bijou mengatakan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.05pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“Banyak ahli psikologi anak mengatakan bahwa tahun-tahun prasekolah, sekitar dua sampai lima tahun, adalah salah satu tahapan yang penting.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau tidak yang paling penting dalam seluruh tahapan perkembangan dan analisis fungsional.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tahapan itu juga berkesimpulan yang sama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Periode itu adalah periode di mana diletakkan dasar struktur perilaku yang kompleks yang dibentuk di dalam kehidupan seorang anak.” (Elizabeth B. Hurlock dalam bukunya “Psikologi Perkembangan”)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.05pt; text-indent: 28.05pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hurlock juga menambahkan bahwa pada masa-masa bayi terjadi berbagai peristiwa yang pada masa kanak-kanaknya akan berkembang membentuk kepribadiannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lalu, apa hubungan hal ini dengan iklan, tayangan, atau tampilan di berbagai media?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Bagi anak-anak, kegiatan menonton televisi bisa jadi merupakan satu keharusan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan, ada anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan televisi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dengan begitu, iklan, tayangan dan tampilan pada media pun bisa menjadi salah satu&lt;i&gt; model &lt;/i&gt;bagi bayi dan anak-anak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Sebagai contoh, tidak lama setelah perayaan Idul Fitri seorang ibu terkejut melihat anaknya menangkupkan tangan dan menundukkan kepala di depan televisi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah diselidiki, ternyata tayangan di televisi menunjukkan seseorang sedang melakukan hal yang sama sambil mengucapkan “selamat hari raya Idul Fitri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Minal aidin wal faizin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mohon maaf lahir dan batin.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari kasus ini, secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa perilaku meniru merupakan kebiasaan yang sudah muncul sejak masa bayi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Kalau kita menilik kembali, ada banyak kasus yang terjadi pada anak-anak berkaitan dengan pengaruh media.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Misalnya, kekerasaan pasca menonton acara &lt;i&gt;smackdown&lt;/i&gt; atau bahkan setelah memainkan tokoh &lt;i&gt;playstation&lt;/i&gt;, perkosaan pada remaja atau kasus-kasus &lt;i&gt;pedofilia&lt;/i&gt; setelah menyaksikan video porno, bahkan ada pula anak gantung diri karena ingin meniru apa yang disaksikan di televisi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hal ini menjadi satu bukti bahwa anak (bahkan) mempunyai kecenderungan untuk meniru hal-hal yang bersifat ‘membahayakan’ –baik secara fisik atau mental- dikarenakan rasa ingin tahunya itu tanpa mempertimbangkan apakah hal itu berpengaruh pada dirinya atau orang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anak-anak seperti ini lah yang oleh ASA (&lt;i&gt;The Advertising Standard Authority&lt;/i&gt;) disebut sebagai ‘&lt;i&gt;copycat kids&lt;/i&gt;’ dan mempunyai potensi besar untuk terpengaruh oleh media.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Selain itu, banyak pula kasus-kasus yang kemudian ‘popular’ justru setelah marak diekspos di televisi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Misalnya, merebaknya budaya barat karena pengaruh film-film maupun tayangan-tayangan remaja lainnya, ‘secara sangat perlahan’ juga memopularkan seks bebas, aborsi, dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Bahkan, sebenarnya pengaruh media masih mengenai orang dewasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Salah satu contoh, merebaknya kasus perceraian setelah gencarnya pemberitaan tentang kawin-cerai artis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika orang dewasa terpengaruh, lalu bagaimana dengan anak-anak yang pola pikirnya belum dapat berkembang secara sempurna?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Walau bagaimana pun, iklan juga merupakan salah satu sarana &lt;i&gt;“modeling”&lt;/i&gt; bagi anak-anak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ASA memberikan contoh, salah satu iklan Nissan yang memperlihatkan seorang laki-laki berbaring sambil memegang setrika di atas tubuhnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini bukan merupakan hal yang berbahaya bagi orang dewasa atau remaja, namun tidak demikian pada anak-anak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="line-height: 200%;font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Dalam menyikapi masalah iklan ini, pemerintah Cina sudah melakukan tindakan dengan melarang semua iklan “yang menjurus pada seks” di televisi dan radio, seperti iklan pil kesehatan yang berkaitan dengan seks serta mainan seks, iklan-iklan vulgas seperti operasi membesarkan buah dada dan pakaian dalam wanita juga dilarang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Larangan ini dikeluaran karena iklan-iklan itu “merusak secara sosial”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Disebutkan dalam selebaran-selebaran yang dibagikan, iklan-iklan tersebut menggunakan bahasa yang menjurus atau wanita-wanita yang berpakaian minim “mengganggu masyarakat”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="IN" &gt;Bagaimana Indonesia menyayangi anak b&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-2543428993109533226?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/2543428993109533226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=2543428993109533226' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/2543428993109533226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/2543428993109533226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/11/pengaruh-negatif-media-pada-pertumbuhan.html' title='Pengaruh Negatif Media pada Pertumbuhan Bayi, Anak-anak, dan Remaja'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-5786149347429733476</id><published>2007-11-05T02:41:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T02:42:32.458-08:00</updated><title type='text'>Acara Bolos Itu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aduh, handa bingung dapet teror sms, miscall, comment...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan pertanyaan yang sama:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Handa/Yani, ngapain gak kuliah? Kamu di mana?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kamu ada masalah ya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cerita dong...”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada cerita ttg si ian septian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemarin di pusat komputer dia nyapa aku, “eh Handa, numpang ganggu bentar, aku mau transfer data.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ngantrine kesuwen!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“silakan,”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sampe 2 kali dia bolak-balik komputerku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aku abis g masuk seminggu, jadi bingung.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nggak nyambung gini.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Iya to?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku jg udah g masuk lima hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jangan-jangan ntar aku jg.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Hehehe...”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terakhir, hari ini kayanya temen-temen sekelas sepakat buat sms aku rame-rame:)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Assalaamu’alaikum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yan, what’s wrong w/U?why dn’t u come in class?Allah selalu mberiKmudahan dl stp ksulitan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stp masalah psti da solusix.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;So, where’re u?pyKbrmu?” :kelas.isti&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Walah...pasti dikira karena ‘masalah itu’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masalah itu nggak bakal bikin aku ampe g berangkat kul ko...tenang wae Ty...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Yan, km lg dmna? Knp g pnah kul to? Lagi ad masalah y? Crta dunk...Eh brusan dcari pak tia, ktnya ttg tulisan yg bwt kreativa..”: kelas.ayu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Assalaamu’alaikum mbh yani.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mbh yani kok g pernah masuk kul sih?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ato ada apa? cucumu kangen neh hehe...kapan masuk kul mbah? Bls y...:)”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aduh pengin nangis....:(((&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Iya iya....gmn sih?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-5786149347429733476?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/5786149347429733476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=5786149347429733476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/5786149347429733476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/5786149347429733476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/11/acara-bolos-itu.html' title='Acara Bolos Itu'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-7643761758307424017</id><published>2007-11-05T02:38:00.000-08:00</published><updated>2007-11-05T02:41:04.358-08:00</updated><title type='text'>Buang Penghalang, Terus lah Berjalan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Oleh:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ukhti_Kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebenarnya apa yang menghalangimu berjalan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Baiklah, saya yang dulu (sedikit) &lt;i&gt;introvert &lt;/i&gt;dan terbiasa menentukan apa-apa sendiri (kecuali urusan dengan Bapak), tiba-tiba harus (mau tidak mau) terbiasa untuk terbuka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hm, saya pikir sudah cukup bisa mengatasi ini sejak sekolah menengah, sejak mengenal seorang sahabat yang cuek tapi perhatian, cerewet, lucu, dan yang pasti sangat terbuka (bahkan sering cerita yang nggak penting dan ‘ngangeni’). Dialah Ismi :)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Awalnya saya pikir begitu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi nyatanya, bibit-bibit karakter asli saya tidak bisa dihilangkan atau bahkan disembunyikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ingat beberapa momen heroik yang sudah saya jalani.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengelola TPA (walau berjalan sangat sebentar), mengumpulkan teman-teman KIR, hingga mendaftar perguruan tinggi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua ‘sendiri’ (dalam arti teknis: pelaksanaan, bukan pada keseluruhan proses).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kali ini, saya merasa nyaman menyelesaikan ‘gencatan senjata’ sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hei,,,ini hanya sebuah penghargaan yang coba saya berikan untuk kerja keras ‘kontingen’ saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka (jiwa dan raga saya) yang telah berjuang, berhak untuk mendapatkan sedikit sanjungan dari diri saya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Well, honestly... i start to be affraid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Benarkah itu yang kemudian disebut ‘tegar’, ‘kuat’, ‘heroik’, ‘&lt;i&gt;fightful&lt;/i&gt;’, dsb?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Atau jangan-jangan bibit-bibit individualis dan perfeksionis justru berawal dari situ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya terbiasa punya standard sendiri untuk ‘pekerjaan’ yang saya jalani.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi tidak ketika saya berada dalam apa yang disebut ‘jamaah’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada kepentingan umum yang sudah ada standardnya di sana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan saya (mau tidak mau) harus mengikuti standard bersama yang –&lt;i&gt;Insya Allah-&lt;/i&gt; juga untuk kepentingan bersama itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun, itu bukan berarti standard pribadi ‘dikekang’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada standard pribadi yang musti dijaga untuk membuat kita kukuh di jalan ini, yang menjadi prinsip gerak pribadi di tengah komunitas tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan di sinilah si hamba &lt;i&gt;dhoif&lt;/i&gt; ini mulai bimbang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika aku berkata: perfeksionis, lalu ada orang yang bertanya, “perfeksionis” itu baik atau buruk?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jawab sendiri saja dengan membaca ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;perfectionist:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;a person who tries to get every detail correct and is not satisfied with anything less than perfection.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perfection:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1) the state of being perfect; absence of faults, 2) the highest state or quality possible, 3) the process of improving sth so that it becomes p’fect.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perfect&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu pengertian yang paling dekat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;i&gt;ideal&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jadi, ternyata perfek di mata perfeksionis adalah&lt;i&gt; ideal&lt;/i&gt;, bukan &lt;i&gt;excellent.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mengenai standard pribadi yang saya miliki, selama ini tidak ada masalah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun, mau tidak mau saya harus cepat menyadari bahwa ukuran sepatu saya tidak lah sama dengan ukuran sepatu orang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masih ingat cerita sepatu kaca?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sang pangeran tidak menemukan pemakai sepatu yang pas selain si pemilik sepatu itu sendiri, si putri cantik Cinderella.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Begitu pula ‘nasib’ standard yang saya ciptakan untuk diri sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itu hanya dapat saya terapkan pada diri saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang lain punya standard sendiri dengan pertimbangan yang berbeda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jadi...pertama, saya harus sadar dan mengakui adanya ‘standardisasi’ itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kedua, saya harus lebih sadar bahwa orang lain punya standard sendiri seperti halnya saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketiga, menyadari bahwa kekuatan baja orang lain bisa jadi kapas jika diterapkan pada diri saya, begitu pula sebaliknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keempat, sadar bahwa diri ini adalah makhluk spesial yang perlu perawatan khusus dengan terapi yang pas untuk diri sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Unik dan beda dari yang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi, ada saat untuk berdiri setegar karang tanpa takut mengecewakan orang lain, merasa bersalah, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;I almost get the answer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-7643761758307424017?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/7643761758307424017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=7643761758307424017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/7643761758307424017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/7643761758307424017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/11/buang-penghalang-terus-lah-berjalan.html' title='Buang Penghalang, Terus lah Berjalan'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-8266101431311837387</id><published>2007-07-23T01:20:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T01:21:27.260-07:00</updated><title type='text'>Surat Cinta untuk Ukhty</title><content type='html'>sebuah surat yang saya dapat dari tetangga.  minta ijin gak dkasih kasih...diijinin ya....plissss....hiks hiks&lt;br /&gt;Kriiiing, kriiiiing,kriiiiing, pak pos lewat tepat di depan sekumpulan akhwat yang sedang LIQO’ ( ngaji ), tiba-tiba pak pos menghampiri mereka“assalamu’alaikum”“waa’alikumussalam” jawab akhwat serempak“afwan, ukhti… ini ada surat untuk mujahidah” kata pak pos“ooooh… syukron pak”“ya.. afwan” jawab pak pos singkat, sesingkat beliau mampir ke tempat itu“assalamu’alaikum” pamit pak pos“wa’alaikum salam” jawab jilbaber serempaktak sabaran merekapun membuka surat yang baru saja di terimanyabereweeeek, sebuah amplop berwarna pink di sobek, lalu seorang murobbiyah pun membacanya, dan mutarobbbiyah khusyu mendengarkannya “ assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh “ seuntai kata dari surat itu mulai di baca“wa’alaikum salam warahmatullahi wabaraktuhu” jawab jilbaber lagi-lagi kompak“ukhti… yang di nantikan syurga “ satu persatu murobbiyah mulai mengalirkan kata-kata  surat yang di bacanya) Ukhti…Besarnya kerudungmu  tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu,mungkinkah besarnya kerudungmu hanya di gunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang di idamkan bahkan bisa jadi kierudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan) Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri antum sendiri, coba perhatiukan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu Ukhti…lembutnya suaramu) mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya ksasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu Ukhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah) hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan  anak-anak palestina terlihat gigih berjuang dengan  berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa seklaipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain. Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak) menjamin serajin  dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuahnmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh. Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan) sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang entum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang snagat mengerikan yaitu maksiat Ukhti…cantiknya  wajahmumu tidak menjamin) kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya di jadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu Ukhti…tundukan) pandanganmu yang  katuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk beranui menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuuh yang akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu,  Ukhti…tajamnya) tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya  kepekaan dirimu teerhadapa warga sesamamu mu yang tertindas di palestina, pernahkah antum menangis ketika mujhaid-mujahidah kevil tertembak mati, atau dengan cuek bebk membiarkan begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana rasanya baerjihad yang di lakukan oleh para mujahidah-mujahidah teladan) Ukhti…lirikan mamatamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba antum perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman,saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan manisny islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berprlikaku binatang yang tak karuan, sanggupkah antum menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal) imanmu pada sang khalolikmu, antum adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengiontai dari semua penjuru mulai  dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakuakn sejak dari sekarang, kapan lagi coba…. Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap) saudaramu, temanmu bahkan keleuargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sesombong itukah haitmu, lallu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya  cintamu Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin) serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosongdan menghawatirkan, tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan, maukah antum di beri rizki sepelit itu. Ukhti…rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunanah) senin kamis yang antum laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semanga tr uhani tanpa di sadari turun drastic, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan,  kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin  semanis rasa kaishmu) terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum lewati, sikap ramahmu pada orang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi… antumlah yang memerlukan dakwah, kita semua memrlukan dakwah) Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin  keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu,  Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah) sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah antum senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malamu? Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga) yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid akan segara menghampirimu) Ukhti…masih ingatkah antum terhadap pepatah  yang masih teringiang sampai  saat ini  bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu.maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu) Ukhti…muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, antum tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan  akhalk busuk mu di lupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik Ukhti…pernahkah antum bercita-cita ingin) mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu inging mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan diri menjadi seorangan mujahidah yang solehah Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan) hinggap dalam diri antum,seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu o0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah,  Ukhti…apakah pandanganmu sudah) terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasa n belaka karena merasa berkerudung besar la Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian) semua orang, sanggupkah antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang laing, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang sautu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman) sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan itri yang solehah, siapkah antum sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orangSelesai membaca, tak terasa murobbiyah dan mutarobbiyah pun mengeluarkan butiran-butiran halus dari matanya, mereka menangis, meratapi dan muhasabah bersama dalam liqo’atnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-8266101431311837387?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/8266101431311837387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=8266101431311837387' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/8266101431311837387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/8266101431311837387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/surat-cinta-untuk-ukhty.html' title='Surat Cinta untuk Ukhty'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-4013594913357930606</id><published>2007-07-23T01:15:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T01:19:21.000-07:00</updated><title type='text'>Assalaamu'alaykum Tidaklah Sama denga "Ass"</title><content type='html'>Diriwayatkan dari Ibnu Jabir dengan sanad dari Salman Al Farisi:"Seorang lelaki datang kepada Nabi Salallahu'alaihi wasallam dan mengatakan, 'Assalaamu'alaika ya Rasulullah.'(Semoga keselamatan bagimu wahai Rasulullah). Beliau menjawab, ''Alaikassalam warahmatullah.' (semoga keselamatan dan rahmat Allah atasmu pula). Kemudian ada seorang lelaki lain yang datang kepada Rasulullah Salallahu'alaihi Wassalam dan mengatakan, 'Assalaamu'alaika ya Rasulullah warahmatullah.'(Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu wahai Rasulullah). Rasulullah menjawabnya,'Alaikasalam warahmatullah wabarakatuh.'(semoga keselamatan, rahmat, dan barakah Allah dilimpahkan kepadamu). Kemudian lelaki lain datang dan mengatakan, 'Assalaamu'alaika ya Rasulullah warahmatullah wabarakatuh.' (semoga keselamatan bagimu wahai Rasulullah, begitu pula rahmat Allah dan barakahNya). Beliau menjawab, 'Wa'alaika.' (Demikian juga untukmu). Seorang lelaki berkata kepada beliau, 'Wahai Nabi Allah, demi ayah engkau, dan ibuku, telah datang kepadamu Fulan dan Fulan lantas mengucapkan salam kepadamu, maka engkau membalasnya lebih banyak dari balasanmu kepadaku,' Kata beliau. "sesungguhnya engkau tidak meninggalkan sesuatu pun terhadapku. Allah subhanahu wata'ala berfirman: 'Apabila kalian dihormati dengan sebuah penghormatan maka jawablah dengan penghormatan yang lebih baik, atau yang sepertinya,' maka ayat ini kami ketengahkan lagi kepadamu."" (Menjadi Muslim Kaffah, Dr. Ahmad Umar Hasyim)---&lt;br /&gt;Dulunya saya gak memikirkan singkatan-singkatan apa yang saya pakai dalam "bahasa komunikasi instant" saya (istilah bikinan sendiri). Termasuk juga kata Ass, Aww, Assww, Aslmlkm, dan sebagainya sering saya gunakan. Barulah seorang teman menegur saya. Waktu itu, jujur sebagai mahasiswa bahasa inggris, malu juga rasanya. ---Memang apa itu Ass?---Kadang ketika mengetik bahasa-bahasa instant itu...kita (mungkin termasuk saya) sering berpikir, ah...yang penting si penerima ngerti lah maksudnya. Susah amat nyoal bahasa. Atau sekedar karena alasan malas mengetik...mengirit pulsa...dan lain-lain. Banyak lah alasannya. Tapi semenjak mengetahui arti "Ass" yang awalnya saya artikan Assalaamu'alaikum itu...sungguh saya tidak mau lagi menggunakan alasan-alasan di atas.Waktu itu teman saya berkata, "Apa arti Ass? Itu kan Bahasa Inggris? Artinya pantat! Bukan Assalaamu'alaikum. coba buka di kamus."Di rumah, saya buka 'pocket dictionary' saya...jelas saja tidak ada di sana. hehe...kata itu tidak ada dalam kamus cacah gori itu. barulah saya meyakini kata-kata teman saya ketika dalam sebuah film...terdapat adegan makhluk aneh yang masuk ke dalam (afwan) pantat si tokoh. Segera tokoh itu dilarikan ke ruang gawat darurat. Teriaknya, "DON'T TOUCH MY ASS!!"Masih seperti itu saja usaha saya, sampai saya meyakini arti Ass yang tidak sopan. Sejak itu saya tidak mau lagi memakainya. Pokoke selain Ass lah...klo bisa yang rada lengkap...Sampai akhirnya, saya pernah menyampaikan hal itu kepada teman saya. Ketika saya katakan arti Ass yang buruk itu, katanya "yang bener? ah ...ngarang...mana ada kata Bahasa Inggris seperti itu?" Barulah saya benar-benar membuka Kamus Oxford Gedhe (advanced!)-nya AS Hornby saya, demi meyakinkan teman itu. Wow...lebih banyak arti tentunya :)ass (1)/n 1.(also a donkey) an animal with long ears related to the horse. ---&gt;keledai. 2.a stupid person; a fool ----&gt; orang yang bodoh.ass (2)/n (US) = ARSEarti arse:arse (US ass/n) 1.a) the part of the body one sits on; the bottom (bagian tubuh yang diduduki; pantat). b) the ANUSTeman saya masih berkomentar..."ah masak sih? kok jelek semua? coba cari yang lain yang bagus? .... Terus pake apa?""Salam saja kan singkat klo memang malas nulis.""Ah nanti balasnya juga 'cuman' salam dong? salam...salam..."Alhamdulillah, saya kemudian menemukan jawaban itu...:)Surah Yaasiin ayat (58): "(Kepada mereka dikatakan), 'Salam', sebagai Ucapan Selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang."&lt;br /&gt;Yuk saling mendoakan dengan kata-kata yang lebih bagus aja ya....:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-4013594913357930606?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/4013594913357930606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=4013594913357930606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/4013594913357930606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/4013594913357930606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/assalaamualaykum-tidaklah-sama-denga.html' title='Assalaamu&apos;alaykum Tidaklah Sama denga &quot;Ass&quot;'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-9126669344832893012</id><published>2007-07-23T01:12:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T01:13:21.122-07:00</updated><title type='text'>Soal Nama SH Yani</title><content type='html'>Bukan bermaksud menyaingi NH Dini J, ini usul seorang teman saja.  Katanya, mbok sekarang buat nama pena dulu buat nyicil (hehe…).  Usulnya, esha yani saja.  Wew…takut orang salah persepsi terhadap kata ‘esha’…akhirnya terpilihlah SH Yani biar jelas.  Lagipula termasuk juga untuk mengembalikan panggilan Yani karena lebih banyak yang memanggil Handa (dan sering ditanya, kok seperti merk motor?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kau memanggilku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali punya nama, aku dipanggil ‘Yani’ oleh orang tua dan keluarga.  Setelah masuk sekolah, ibu dan bapak guru suka memanggil ‘handayani’.  Teman-teman ikut dan aku menerima saja.  Bahkan, beberapa teman rajin sekali memanggil ‘sri handayani’. J&lt;br /&gt;Kelas 6 SD, seorang teman yang punya ibu dengan nama yang sama dengan namaku, memanggil aku Hani.  Weh…berawal dari spontanitas saja.  Karena ibunya dipanggil heni dan aku dipanggil yani, jadilah dia memanggilku Hani.  Ih, banyak yang maksa memang.  Tapi temanku yang ngeyel ini akhirnya menyebarkan virus ‘hani’ terhadap teman-teman smp.  Tercatatlah tiga orang pernah memanggilku dengan nama itu.  Dan mereka adalah…Friska, Lia, Agus…gara2 yang terakhir…timbullah fitnah dari seorang Candra.  Katanya, “hah…hani??hani??” (apa maksudnya coba?)&lt;br /&gt;Setelah ketiga orang itu, terputuslah sejarah panggilan hani.  Tapi, kemudian, tidak tahu bagaimana ujungnya, munculnya tiga orang baru yang kebingungan antara panggilan handa dan yani…dan keluarlah panggilan itu lagi.  Tercatatlah kembali tiga orang yang sempat mengabadikan nama itu.  Merekalah Mas Sahal, Pekik, dan Rif’an…&lt;br /&gt;Pada umumnya, teman-teman SMP suka memanggil SRI gara-gara waktu MOS aku begitu lugunya bilang, “terserah aja mau panggil apa,”  Ini panggilan kadang masih sering muncul ketika bertemu guru seni musik SMP atau teman-teman smk yang lagi rada kumat…begitu, Jeng Sri…hehehe…&lt;br /&gt;Ketika di SMK, sebenarnya aku menyepakati mengembalikan namaku sebagai Yani.  Waktu MOS, dengan berkalung papan bergambar pisang yang sempat aku pajang di kamar berbulan-bulan bahkan hampir satu tahun…beserta ornamen serba kuning…dan topi bola (xixixi…), terpampang di sana nama YANI.&lt;br /&gt;Tapi karena keusilan seorang Phepi…hilanglah semua usaha itu.  Katanya, “Nday…Handay…” Awalnya sewot sekali.  That’s not my name, hah!!  Lagian aneh!&lt;br /&gt;Tapi apa arti teriakan seorang ‘yani’ dengan berondongan anak-anak sekelas?  Semakin banyak yang memanggil ‘handa’ tanpa huruf Y.  Payahnya, teman-teman lain kelas yang tidak tau namaku, ketika mendengar mereka memanggilku dengan nama itu…langsung mengira itulah namaku.  Lama-lama capek jelasin, “kalau di rumah dipanggil yani.  Handa itu panggilan teman-teman saja.”  Weslah…kuterima saja. &lt;br /&gt;Sampai di kampus…sudah kuperkenalkan namaku handa…sebagian memanggil yani.  Ketika aku bilang yani…teman yang sudah kenal lama memanggil handa.  Hehe…lucu juga…&lt;br /&gt;Pemotongan panggilan:  kalau orang memotong namaku dengan Han…kesannya memorable…seperti kembali bertemu teman-teman kecil di SD (sekolah dasar gitu…).  Kalau Nda…kesannya kembali ke SMK…kalau yan…sepertinya umum-umum saja. Hehe…&lt;br /&gt;Ada lagi satu panggilan yang pasti bakal diprotes banyak orang…hehee…rahasia saja lah! Yang pasti apa pun panggilan yang kau berikan untukku, berikanlah dengan penuh penghargaan…semoga Allah memberikan cinta sebagaimana kau mengucapkan nama itu dengan penuh cinta.  Amiiin…&lt;br /&gt;Kalau ditanya apalah arti sebuah nama, tanyakan…apa arti orang tak bernama?&lt;br /&gt;Nama adalah penghargaan terindah dari sang pemberi nama&lt;br /&gt;Nama adalah sarana kasih sayang&lt;br /&gt;Nama adalah sapaan keakraban…&lt;br /&gt;Lalu apalah arti sebuah nama?  Bersyukurlah karena setiap orang punya nama. Bahkan setiap pohon dan benda diberi nama.  Bahkan Allah punya banyak sekali nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: kalau ke rumah jangan pernah cari handa.  Tidak akan tau….(buat yang butuh saja).&lt;br /&gt;-The End-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-9126669344832893012?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/9126669344832893012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=9126669344832893012' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/9126669344832893012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/9126669344832893012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/soal-nama-sh-yani.html' title='Soal Nama SH Yani'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-674801155105324433</id><published>2007-07-23T01:08:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T01:09:48.835-07:00</updated><title type='text'>Bergeraklah Tulang-tulang Perkasa!!</title><content type='html'>”Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?  Dan Kami telah menghilangkan darimu beban yang memberatkan punggungmu?  Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.  Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.  Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah [94]:1-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dalam masa kanak-kanak Rasulullah di bawah asuhan Halimah as-Sa’diyah, beliau bermain di tengah gurun bersama saudari sepersusuannya, Syaima binti Halimah as-Sa’diyah dan beberapa sahabat lain.  Tiba-tiba datanglah dua malaikat memegang Rasulullah dan membaringkannya di atas pasir, membelah dadanya dan mengeluarkan hatinya kemudian dicucinya dengan air yang ada di dalam bejana.  Setelah itu, kedua malaikat tadi mengembalikan hati beliau kepada bentuknya yang semula.  Rasulullah kembali bermain seperti sedia kala (Muhammad Ash-Shayim.2006. Ayat-ayat Penyejuk Qalbu.Semarang:Nuun).  Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya hati ini bisa dicuci kapan pun kita mau, seandainya hati ini bisa ’mencuci sendiri’, tentu bersih saja yang terasa dalam diri.  Tenang, tidak ada lika-liku kehidupan berarti atau orang biasa bilang...hidupnya datar-datar saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mungkin beruntung orang yang bisa seperti itu.  Tapi lebih beruntung kurasa orang yang bisa merasakan fluktuasi itu.  Kadang di atas, kadang di bawah, kadang bahagia, kadang berduka...permainan emosi dalam hati yang indah dan akan menjadi lebih indah ketika orang itu dapat begitu dewasa menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, semua orang punya masalahnya masing-masing.  Yang pasti tak lah kemudian kita larut hingga terlarut-larutnya di dalam permasalahan tersebut.  Kata Mas Salim hari itu, ”Kayanya Handa ni ndak lagi ada masalah lho, masalahe kamu tuh bercanda terus.  Padahal aku dah serius nih kaya konsultan.”  hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, belum lagi Handa ini berdiri sendiri, belum lagi Handa ini ’menjadi orang’ yang pasti nantinya semakin banyak masalah akan dialami.  Jadi, dibawa santai saja dululah...life must go on...a lot of people beside you, right? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, ba’da khalwatku, aku putuskan berjalan-jalan sajalah dengan tanpa alas kaki (sandal/sepatu) menapaki jalan aspal dekat rumah.  Jalan terus…suasana masih sepi sekali.  Masih ada sedikit bintang lah ya...Orang-orang belum keluar dari ’sarangnya’.  Aku berjalan, balik, jalan lagi, balik lagi, lari kecil, jalan lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengingat masa kecil dulu di jalan itu juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, pernah Handa dan saudari bermain-main, berebut balon (haha...).  Kata ’adik’ yang umurnya lebih tua dari Handa, ”Ayo tangkap aku dulu baru boleh balonnya buat main kamu.  Tak kasih wes...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berkejaran sampai ke jalan yang jauuuh..yang Handa sendiri belum pernah lewat rasanya –waktu itu-.  Jauh sekali...capek sekali...tak dapat apa-apa.  Pulang aku masih belum bisa mengambil balon dari ’kakak’/’adik’ yang umurnya sekitar empat tahun di atas Handa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marahlah aku!  Dia pergi tak tahu ke mana,,, dan aku ditinggalnya sendiri bermain-main...aku bermain sendiri di pinggir jalan.  Mengorek-ngorek lubang pagar tinggi besar.  Tiba-tiba ada truk besar lewat aku jadi takut mengingat kakak keduaku juga takut pada truk.  Aku menangis di pinggir jalan itu sampai ada orang  menolong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimandikan aku di rumah orang itu, diberi baju anaknya (yang laki-laki), disuruh makan, disuruh bermain dengan anak-anaknya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahunya, Simbah di rumah sudah menangis mencariku.  Saat sudah ketemu,,,yah...begitulah petualangan hari itu J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku suka senyum-senyum sendiri mengingat masa-masa kecil itu. Yah..bisa jadi penghibur lah sambil berjalan begini.  Ya! kembali ke perjalanan pagi ’utuk-utuk’ itu lho ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, lama tidak menyambangi sawah, aku pergi saja ke sana.  Aku turun lereng dekat rumahku (ah, beruntungnya hidup ndeso...).  Hari masih gelap dan sawah masih belum didatangi orang selain aku.  Aku naik ke atas gubuk, duduk sendiri... melihat air, sawah, kolam ikan, ...ah..yah...apapun itulah. Mendengar suara risik daun, air, kecipak ikan, ringkik hewan yang banyak sekali sahut menyahut, tapi entah hewan apa itu namanya.  Aku duduk lama di sana.  Mau menunggu matahari nongol di balik pohon-pohon tinggi di sebelah timur sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang nenek yang...yah J.  ”Lhoh...kok wis mruput, Nak.” katanya.&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum, ”Nggih Mbah.”  Tapi simbah itu tampaknya sedang cukup sibuk.  Dia langsung pergi ke sawahnya dan aku pun kembali lagi ke pekerjaan awalku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah lama sekali matahari muncul pagi ini.  Padahal aku sudah tak tahan menyapanya.  Lama sekali.  ”Nda lagi di sawah ni :D mo nantangin matahari keluarnya lama sekali.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih lama menunggu.  Menunggu.  Menunggu...si matahari tak nongol-nongol juga.  Justru aku yang terkantuk-kantuk lagi.  Baru saja mau melek, kaget aku ada laki-laki membawa pakan ikan berjalan di depanku.  Dia sempat menyapaku sepertinya.  Tapi tak kenal aku siapa dia.  Simbahnya sudah pergi, si laki-laki itu malah memberi makan ikan di kolam depan gubuk.  Matahari hari ini lamban sekali!  Aku pulang....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, cerita ndak penting sekali sih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? &lt;br /&gt;Hati ini lapang untuk belajar tentang keikhlasan. Makna mencintai keluarga dan teman-teman...Ketika sudah bermaksud baik, yah...biarlah Allah saja yang menilai lah ya...biarlah Allah yang menjadi penyalur rasa hati ini tentang cinta terhadap mereka yang ada di sekitar Handa...rasakanlah dentuman detak ini untuk kalian...:) Pagi ini ingin kusambut mereka dengan bahagia, dengan penuh semangat dan senyum baru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami telah menghilangkan darimu beban yang memberatkan punggungmu? &lt;br /&gt;Terimakasih atas perasaan ringan ini ya Allah.  Segala beban tidak mungkin melebihi kemampuan kita.  Justru, kata seseorang, harusnya kita bangga dapat cobaan yang besar ini karena artinya Allah mempercayakan kita bahwa kita pasti mampu.  Allah sudah menjamin itu kan?  Ringankan beban itu dan nikmati hari ini dengan bahagia ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad ditinggikan namanya dengan menjadi rasul.  Maka Allah meninggikan namamu dengan memberi kamu kehormatan, rasa malu, rasa bangga terhadap dirimu, rasa nrima, rasa terus berusaha yang menjadikan kamu tidak mau menjadi budak atau terus saja digerogoti ketidakmampuan.  Dengan itu kamu punya kehormatan dan tinggilah namamu, minimal di mata kamu sendiri, Nda! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.&lt;br /&gt;Yakinilah itu.  Jangan sedih, jangan putus asa, jangan khawatir, masa depan ada di depan sana, masa lalu sudah berlalu, masa ini yang harus dipikirkan.  Bergerak sekarang itu yang paling penting.  Tidak ada kemudahan tanpa usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.&lt;br /&gt;Yah, yang sudah ya sudah.  Sekarang pikirkan ke depan kamu harus membuat kerja baru yang lebih besar.  Muslimah prestatip!!, kata Kak Adlan ... “Ayo Dek...” kata ukhti Autorunning (hehehe....subhanallah...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat semangat!! Bangun lagilah...jangan tidur melulu...&lt;br /&gt;Robbi, cucilah hati ini dari segala keluh kesah yang memberatkanku.  Ringankan beban ini dengan kuasamu.  Kaulah yang lebih tau yang terbaik untukku.  I’m trust of You,..&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Untuk keluargaku di rumah, teman-teman di kampus, di dunia maya, di dunia nyata, yang jauh di sana, yang dekat di sini...kita hanya bisa saling mendukung dan Allah yang menyertai kita di dalam kumpulan ini.  Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-674801155105324433?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/674801155105324433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=674801155105324433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/674801155105324433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/674801155105324433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/bergeraklah-tulang-tulang-perkasa.html' title='Bergeraklah Tulang-tulang Perkasa!!'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-819212431119493505</id><published>2007-07-23T01:06:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T01:08:07.584-07:00</updated><title type='text'>Kerja Tanpa 2J: Jilbab dan Jenggot</title><content type='html'>Seingatku, baru sekali aku ketiduran sambil duduk di depan meja belajar.  Ketika setengah terbangun, ternyata ibuku sudah duduk di atas tempat tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yan, tadi ibu ditawari katanya ada kerjaan di XX.  Tapi kalau orangnya pake jilbab kaya kamu mungkin nggak diterima.  Apa di tempat Mbak X aja.  Tapi di sana juga nggak terima orang pake jilbab kaya kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uuuh…aku nggak tahu harus bilang apa. “Maaf …” batinku.  Aku diam dan pura-pura tertidur lagi, masih di kursi.  Akhirnya ibu keluar kamar.  Ya Allah maafkan aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah menyangsikan bahwa kesuksesan itu dicapai dengan merambat sedikit demi sedikit.  Aku juga tidak berpikir bahwa untuk bias mencapai kesuksesan itu, aku harus menjadi seorang sarjana terlebih dahulu.  Banyak orang sukses tanpa gelar.  Ya, aku tahu dan aku sangat percaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku toh ingin kuliah dulu.  Ibaratnya, ingin menjadi cangkir cantik yang harus ditempa dengan proses, yang panjang, rumit, berat, dan kadang ‘menyakitkan dulu.  To be more moture.  Mungkin karena pengaruh ego yang gede juga…atau idealisme (mumpung idealisme masih kuatJ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa terhina jika harus bekerja dengan membuka jilbab sebagai persyaratannya.  Mungkin, seperti barang pajangan rasanya, atau seperti muncul perasaan bahwa otak dengan segala ilmu di dalamnya ini tidak lagi berguna, hanya digantikan dengan tampilan fisik belaka.  Apa bedanya berjilbab dengan tidak bagi sebuah pekerjaan, kecuali sesuatu yang bersifat fisik?  Maksudku, apakah dengan tidak berjilbab kemudian kemampuan seseorang akan bertambah tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca cerita paska lulus kuliah milik seseorang di milis yang berjuang keras mempertahankan jenggotnya, saya tercengang.  Ternyata laki-laki juga mengalami hal yang sama, saya piker hanya wanita saja yang mengalaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, salah kaprah namanya.  Seharusnya, bukan muslim yang harus memaklumi aturan mereka (employer).  Namun mereka yang mempekerjakan muslim harusnya lebih memahami kita. Bukankah kita hidup di negara berpenduduk mayoritas muslim?  Kenapa kita harus ‘tertindas’ di area kita sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, diskriminasi masih terus terjadi dalam dunia bisnis.  Kadang kesuksesan berbisnis (baca: minimal mendapatkan pekerjaan) dicapai dengan sesuatu yang tidak semestinya.  Pemilik uang, orang-orang yang mau melepaskan ideologinya, yang mempunyai jenjang pendidikan yang tinggi, masih memenangkan persaingan tersebut.  Kadang kemampuan seakan tertutup di balik kenyataan itu. Bukan tidak mungkin bahwa ketidakprofesionalan dimulai dari sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-819212431119493505?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/819212431119493505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=819212431119493505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/819212431119493505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/819212431119493505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/kerja-tanpa-2j-jilbab-dan-jenggot.html' title='Kerja Tanpa 2J: Jilbab dan Jenggot'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-1375712985465096032</id><published>2007-07-23T01:04:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T01:05:58.617-07:00</updated><title type='text'>Nikmat Waktu Luang atau Kesibukan?</title><content type='html'>"Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya adalah kesehatan dan waktu luang." (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga sifat waktu (Budi Hartono;2006):&lt;br /&gt;a)  yang cepat berlalu&lt;br /&gt;b)  yang berlalu tidak akan kembali dan tidak dapat diganti&lt;br /&gt;c)  yang paling berharga bagi manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercerita tentang waktu dan waktu luang, suatu saat aku berdebat seru dengan seorang teman yang sekaligus ketua kelas, tentang perpindahan jadwal kuliah.&lt;br /&gt;Hari:  "Udah kita ganti hari RAbu aja biar bisa ke kampus."&lt;br /&gt;Yani:  Jangan Hari, Rabu kan libur.  Udah gak usah diganti-ganti lagi.  Itu jadwal yang paling bagus, apalagi dibanding kemarin.  Sekarang kan kita jadi lebih bisa terpusat, mana yang harus kuliah, mana yang harus kegiatan di luar...&lt;br /&gt;Hari:  wah...enak yang kemarin.  kosongnya cuman satu ato dua jam aja.  kalau seharian gini aku bingung mo ngapain, gak ada kegiatan.&lt;br /&gt;Yani:  Iya, tapi kalo kosong kaya kemarin itu jadi tanggung klo kegiatannya jauh.  jadi g bisa ikut.  lagian sekarang kan klo ada tugas kita bisa ngerjain seharian, gak perlu nyari jam-jam kosong.&lt;br /&gt;HAri: Iya, tapi kan aku gmn dong?  aku klo di rumah paling tidur, ntar malah disuruh bantuin Bapakku.&lt;br /&gt;Yani:  Ya bagus itu.  Berarti kesalahan bukan terjadi pada jadwal Anda.  tapi pada diri Anda sendiri.  nah klo jadwalnya kaya gini kan kamu bisa belajar cari kegiatan plus berbakti sama ortu.  hehe...&lt;br /&gt;Kata Dr. Marden (sapa sih ni?) begini:&lt;br /&gt;"Setiap orang yang sukses, ia memiliki alat jaring meraih serpihan dan potongan-potongan waktu.  Yang kami maksud adalah sisa-sisa hari atau bagian-bagian waktu terkecil yang sering oleh kebanyakan orang dihabiskan untuk menyia-nyiakan hidupnya."&lt;br /&gt;Masih inget, awal-awal jadi mahasiswa :) dulu, yang katanya "Kalo udah jadi mahasiswa tuh bakalan sibuk."  Aku justru merasa sebaliknya.  Belum punya kesibukan, belum punya basecamp buat bersinggah.  yang ada cuman ke perpus ato tempat2 umum yah...yang itu-itu aja.  bahkan, buat ke kantin aja gak ada temennya.  alhasil ni perut sering gak keisi dan melilit-lilit...sering kecape'an (Gdubrakkk) Uuuh padahal waktu itu...waktu sangatlah luang!&lt;br /&gt;Mungkin benar, kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan sampai kita kehilangan.  Dalam keadaan seperti itu benar-benar terasa yang namanya "nikmat kesibukan", di mana kita bisa memaksimalkan diri. &lt;br /&gt;Masih inget gimana rasanya mengejar deadline...dikejar-kejar kapodi sekretaris "Gimana? Handa, udah selesai?"&lt;br /&gt;Atau ketika di forum dijadwalkan ada Pak Joni, sudah janjian dengan teman mo datang...ternyata teman-teman menuntut untuk menunggu mereka di lab.  "Pokoknya Handa yang tanggung jawab.  Ini pada dibantu ngedit PPTnya.  Nanti dikunci. Kuncinya dibawa.  Trus flashdisknya juga.  Besok jangan lupa dikasihkan saya pagi-pagi sekali." Lagi-lagi Bu Kaprodi..Padahal, teman sudah menunggu. Akhirnya, waktu terlewat, hujan-hujan datang ke Balairung...dan semua sudah pulang..hiks...T_T&lt;br /&gt;Di saat-saat seperti itulah, ketika kembali ke rumah, merebahkan diri di pembaringan, benar-benar terasa bahwa tidur, dengan melepas segala kepenatan fisik, tenaga, dan pikiran...benar-benar anugerah yang luar biasa!  Sambil menunggu mata terlelap, mengingat-ingat hal-hal berharga yang sudah kita lalui seharian ....&lt;br /&gt;Mungkin suatu saat kita berkata,”Uuuuh capek sekolah/kuliah! Aku pengin deh libur sehariiiii…aja buat ngerefresh kepalaku.  Aku pengin deh sehari aja nggak mikir duduk dengerin dosen, tugas, organisasi…pokoknya istirahat, tidur, jalan-jalan atau apalah!” (Ups…dihayati, pengalaman nih)&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti itu pula, bertemu seorang teman menjadi sangat menyenangkan.  Mengunjungi tempat lama yang tidak didatangi adalah anugerah…yah…whatever is it…nikmatilah!!&lt;br /&gt;Ketika mengingat kita pernah mengeluh, mungkin saat itulah kita tersenyum.(Handayani)&lt;br /&gt;“Genggamlah hari lalu sebagai saksi yang adil&lt;br /&gt;Keberadaanmu hari ini akan menjadi bukti&lt;br /&gt;Kalau kemarin, kau telah berbuat kejelekan&lt;br /&gt;Gandakan kebaikan hari ini, maka kau akan terpuji&lt;br /&gt;Jangan menunda kebaikan hari ini hingga esok&lt;br /&gt;Boleh jadi hari esok datang kau telah pergi&lt;br /&gt;Hari-harimu bila dipergunakan&lt;br /&gt;Kan mendatangkan kebaikan&lt;br /&gt;Hari yang berlalu tak berlalu tak akan pernah&lt;br /&gt;Kembali lagi….&lt;br /&gt; (Yusuf Qardhawi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-1375712985465096032?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/1375712985465096032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=1375712985465096032' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/1375712985465096032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/1375712985465096032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/nikmat-waktu-luang-atau-kesibukan.html' title='Nikmat Waktu Luang atau Kesibukan?'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-2254201686730146523</id><published>2007-07-23T01:03:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T01:04:13.865-07:00</updated><title type='text'>Mencintai</title><content type='html'>“Kita ini hanya sedang menunggu giliran.  Palestina, Lebanon, Afghanistan, dan Negara-negara Islam lain sudah ‘mereka’ ‘makan’.  Suatu saat kita juga.  Hanya ‘mereka’ belum punya alas an yang tepat dibuat-buat untuk itu.”  Kata seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita bisa sekuat ini memegang apa yang kita yakini.  Tapi apakah nanti, ketika bukan tidak mungkin keluarga kita dijadikan sandera, atau kita disiksa secara tidak manusiawi, kita masih bisa begini?  Seperti pejuang-pejuang di negeri seberang sana?  Atau kita justru menjadi pecundang yang berbelot arah…ketika kita melihat dengan mata kepala kita sendiri, tidak lagi di TV atau video…masihkah kita akan seperti sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintai dengan segenap cinta yang pantas kuberikan untuk mereka yang mencintaiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jikalau Engkau menganugerahkan cinta kepadaku, jangan Kau melebihkan cinta itu daripada-Mu.  Sehingga aku tidak akan takut bila ia/itu (cinta itu) menghilang dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah berikanlah cinta dan kasih sayaing kepada kedua orang tuaku, saudara-saudaraku sekandung dan seiman, dengan cinta dari-Mu.  Sehingga aku tidak takut bahwa cintaku tidak cukup kuberikan kepada mereka.  Karena mereka ada dalam penjagaan/perlindungan-Mu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-2254201686730146523?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/2254201686730146523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=2254201686730146523' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/2254201686730146523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/2254201686730146523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/mencintai.html' title='Mencintai'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-574271366052913210</id><published>2007-07-23T01:00:00.001-07:00</published><updated>2007-07-23T01:02:44.612-07:00</updated><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>Karena hujan itu kelembutan, kesegaran, dan keindahan, maka ia sangat mencintainya. Setiap hujan datang ia duduk di beranda rumah, menatap keserempakan hujan, bercakap-cakap dengan hujan, dan menikmati hujan yang menari-nari. Perlahan ia sendiri kemudian menari dengan diiringi musik hujan. Lama. Tubuhnya basah kuyup, bukan oleh hujan, tapi oleh keringat. Hujan lalu menjelma dan memancar dari dalam dirinya. Demikian cerpen “Hujan” Sutardzi Calzoum Bachri yang bercerita tentang Ayesha, gadis 16 tahun, yang demikian mencintai hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan adalah inspirasi. Karena itulah banyak karya seni: puisi dan cerita, lagu, musik, rupa, film, dan juga teater, yang menggali, mengambil, dan mengolah tema hujan. Mungkin karena hujan berarti kesuburan, yang menyegarkan bumi yang kering kerontang. Dan sebelumnya, ia menghapus mendung, yang bermakna kelam dan pesimistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi penyair Sapardi Joko Damono, hujan adalah sebuah interupsi terhadap rutinitas. Hujan membukakan ruang untuk jeda dan merenung sejenak. Keinginan untuk bersegera dan terburu-buru tiba-tiba dihentikan oleh hujan. Suasana yang panas membakar, termasuk dalam hati dan pikiran, tiba-tiba dibasuh oleh hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan turun sepanjang jalan&lt;br /&gt;hujan rinai waktu musik berdesik-desik pelan&lt;br /&gt;kembali bernama sunyi&lt;br /&gt;kita pandang: pohon-pohon di luar basah kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang menolaknya. Kita pun mengerti, tiba-tiba&lt;br /&gt;atas pesan yang rahasia&lt;br /&gt;tatkala angin basah tak ada bermuat debu&lt;br /&gt;tatkala tak ada yang merasa diburu-buru&lt;br /&gt;(“Hujan Turun sepanjang Jalan”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana hujan, kadang sepasang kekasih seperti diberi waktu dan ruang hanya untuk berdua, rapat berdempetan, berpegangan tangan, dan bercerita tentang masa lalu. Dalam suasana hujan juga, sebuah keluarga atau sekumpulan kawan duduk bersama, menikmati kopi dan hangat kudapan, membincangkan hal yang remeh-temeh dan tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hal yang remeh temeh dan tidak penting itulah yang membuat kebersaman menyala kembali, dan hujanlah yang menawarkannya kesempatan untuk diketengahkan lagi. Ajaib betul hujan, yang menyelinap dalam waktu kita yang padat. Yang membuat “kita” menjadi sungguh kita dalam kebersamaan, dengan batin yang bersih dan hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam arti membawakan kesuburan sekaligus kebersamaan itulah maka hujan begitu dinantikan. Ketibaannya yang telat membuat orang gelisah, takut, dan merasa bersalah. Lalu, sebuah ritual memohon hujan pun digelar. Inilah yang kita ingat dari kebiasaan kalangan masyarakat dulu –misal di Madura dengan ojung atau ojungan di Cilacap— yang masih dekat dan terikat dengan alam. Di festival minta hujan itu, orang-orang berkumpul, memanjatkan doa, melakonkan permainan, dan membagi-bagikan makanan. Hujan disambut dengan meriah seperti menyambut seorang tersayang yang telah lama menghilang. Ketiadaan hujan, seperti menandai kelemahan dan ketidakberdayaan manusia, dan kehadiran hujan dianggap sebagai anugerah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hujan tak selalu diharap dengan hati terbuka, karena ia juga tak melulu memberikan kenangan yang indah saja. Hujan, bagi banyak orang, juga bisa bermakna kepedihan dan kesedihan. Jadi metafora bagi air mata, dilawankan dengan sinar matahari yang menjadi perlambang kecerahan dan kebahagian, seperti dalam lagu “Rain and Tears” yang pernah didendangkan oleh Aphrodites Child (juga Dennis Roussos dan Papa Winnie):&lt;br /&gt;Rain and tears are the same…&lt;br /&gt;Both i shun&lt;br /&gt;For in my heart there ‘ll never be a sun&lt;br /&gt;Kadang hujan membangkitkan lagi kenangan yang pahit, dalam kesendirian dan kesepian, seperti yang digemakan Alanis Morisette. Dalam lagunya “Rain”, suara kekasihnya yang pergi menjelma jadi rintik hujan yang menyayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That night is just a memory&lt;br /&gt;But I still feel you standing next to me&lt;br /&gt;And when I think I hear you voice all I hear is the rain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bisa dimengerti jika banyak orang juga takut hujan. Apalagi jika ia membawakan banjir (dan longsor), seperti yang dengan tragik menimpa Jakarta, kota yang gagah dan megah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, omong-omong mengapa orang takut hujan? Jawabnya, karena ia datang keroyokan. Lha tentu, kalau yang datang satu persatu, itu bukan(i’ve cut something_red). Di sini, hujan jadi lelucon!&lt;br /&gt;HAIRUS SALIM HS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-574271366052913210?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/574271366052913210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=574271366052913210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/574271366052913210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/574271366052913210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/hujan_23.html' title='Hujan'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-759449251802795796</id><published>2007-07-23T01:00:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T01:01:47.477-07:00</updated><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>Karena hujan itu kelembutan, kesegaran, dan keindahan, maka ia sangat mencintainya. Setiap hujan datang ia duduk di beranda rumah, menatap keserempakan hujan, bercakap-cakap dengan hujan, dan menikmati hujan yang menari-nari. Perlahan ia sendiri kemudian menari dengan diiringi musik hujan. Lama. Tubuhnya basah kuyup, bukan oleh hujan, tapi oleh keringat. Hujan lalu menjelma dan memancar dari dalam dirinya. Demikian cerpen “Hujan” Sutardzi Calzoum Bachri yang bercerita tentang Ayesha, gadis 16 tahun, yang demikian mencintai hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan adalah inspirasi. Karena itulah banyak karya seni: puisi dan cerita, lagu, musik, rupa, film, dan juga teater, yang menggali, mengambil, dan mengolah tema hujan. Mungkin karena hujan berarti kesuburan, yang menyegarkan bumi yang kering kerontang. Dan sebelumnya, ia menghapus mendung, yang bermakna kelam dan pesimistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi penyair Sapardi Joko Damono, hujan adalah sebuah interupsi terhadap rutinitas. Hujan membukakan ruang untuk jeda dan merenung sejenak. Keinginan untuk bersegera dan terburu-buru tiba-tiba dihentikan oleh hujan. Suasana yang panas membakar, termasuk dalam hati dan pikiran, tiba-tiba dibasuh oleh hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan turun sepanjang jalan&lt;br /&gt;hujan rinai waktu musik berdesik-desik pelan&lt;br /&gt;kembali bernama sunyi&lt;br /&gt;kita pandang: pohon-pohon di luar basah kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang menolaknya. Kita pun mengerti, tiba-tiba&lt;br /&gt;atas pesan yang rahasia&lt;br /&gt;tatkala angin basah tak ada bermuat debu&lt;br /&gt;tatkala tak ada yang merasa diburu-buru&lt;br /&gt;(“Hujan Turun sepanjang Jalan”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana hujan, kadang sepasang kekasih seperti diberi waktu dan ruang hanya  untuk berdua, rapat berdempetan, berpegangan tangan, dan bercerita tentang masa lalu. Dalam suasana hujan juga, sebuah keluarga atau sekumpulan kawan duduk bersama, menikmati kopi dan hangat kudapan, membincangkan hal yang remeh-temeh dan tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hal yang remeh temeh dan tidak penting itulah yang membuat kebersaman menyala kembali, dan hujanlah yang menawarkannya kesempatan untuk diketengahkan lagi. Ajaib betul hujan, yang menyelinap dalam waktu kita yang padat. Yang membuat “kita” menjadi sungguh kita dalam kebersamaan, dengan batin yang bersih dan hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam arti membawakan kesuburan sekaligus kebersamaan itulah maka hujan begitu dinantikan. Ketibaannya yang telat membuat orang gelisah, takut, dan merasa bersalah. Lalu, sebuah ritual memohon hujan pun digelar. Inilah yang kita ingat dari kebiasaan kalangan masyarakat dulu –misal di Madura dengan ojung atau ojungan di Cilacap— yang masih dekat dan terikat dengan alam. Di festival minta hujan itu, orang-orang berkumpul, memanjatkan doa, melakonkan permainan, dan membagi-bagikan makanan. Hujan disambut dengan meriah seperti menyambut seorang tersayang yang telah lama menghilang. Ketiadaan hujan, seperti menandai kelemahan dan ketidakberdayaan manusia, dan kehadiran hujan dianggap sebagai anugerah-Nya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tapi hujan tak selalu diharap dengan hati terbuka, karena ia juga tak melulu memberikan kenangan yang indah saja. Hujan, bagi banyak orang, juga bisa bermakna kepedihan dan kesedihan. Jadi metafora bagi air mata, dilawankan dengan sinar matahari yang menjadi perlambang kecerahan dan kebahagian, seperti dalam lagu “Rain and Tears” yang pernah didendangkan oleh Aphrodites Child (juga Dennis Roussos dan Papa Winnie):&lt;br /&gt; Rain and tears are the same…&lt;br /&gt;Both i shun&lt;br /&gt;For in my heart there ‘ll never be a sun&lt;br /&gt;Kadang hujan membangkitkan lagi kenangan yang pahit, dalam kesendirian dan kesepian, seperti yang digemakan Alanis Morisette. Dalam lagunya “Rain”, suara kekasihnya yang pergi menjelma jadi rintik hujan yang menyayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That night is just a memory&lt;br /&gt;But I still feel you standing next to me&lt;br /&gt;And when I think I hear you voice all I hear is the rain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bisa dimengerti jika banyak orang juga takut hujan. Apalagi jika ia membawakan banjir (dan longsor), seperti yang dengan tragik menimpa Jakarta, kota yang gagah dan megah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, omong-omong mengapa orang takut hujan? Jawabnya, karena ia datang keroyokan. Lha tentu, kalau yang datang satu persatu, itu bukan(i’ve cut something_red). Di sini, hujan jadi lelucon!&lt;br /&gt;HAIRUS SALIM HS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-759449251802795796?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/759449251802795796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=759449251802795796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/759449251802795796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/759449251802795796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-8233694189256327751</id><published>2007-07-23T00:55:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T00:59:31.788-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Sex Anak</title><content type='html'>Pendidikan seks usia dini emang penting.  Tapi pendidikan yang seperti apa sih?  Apa batas-batas yang harus diketahui anak dan mana yang belum boleh diketahui dengan gamblang?  Apakah semua orang tua sudah dapat memahaminya?  Gimana kalau sampai anak mencari informasi dari orang/media lain yang tidak tepat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushola kecil, 2006&lt;br /&gt;“Mbak Yani, kalau udah mau menstruasi gitu tandanya gimana sih?  Trus nanti kita musti gimana?” Tanya Shinta yang usianya memang sudah mendekati baligh, di serambi mushola. &lt;br /&gt;Setelah kucoba untuk menjelaskan –semampuku-, aku sempat bertanya, “Bisaanya tanya-tanya sama ibu juga nggak?”&lt;br /&gt;“Nggak.”&lt;br /&gt;“Kenapa?”&lt;br /&gt;“Tanya sih, tapi jawabnya cuman dikit-dikit gitu.  Trus nanti lama-lama cuman bilang, ‘nanti kalau udah dapet juga tau’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survey menyatakan, sebagian besar pelajar mendapatkan info tentang seks dari : 1.  buku/media, 2.  sekolah, 3. teman, dan terakhir baru orang tua.  Ironis!  Padahal keluarga adalah lembaga pendidikan terpenting bagi perkembangan anak/remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba Minat Baca, 2005&lt;br /&gt;Seorang finalis Lomba Minat Baca Kabupaten Sleman 2005 –bertema ‘Pendidikan Berkualitas bagi Anak atau Siswa’- mengangkat tema tentang ‘kebohongan’ dalam mendidik anak.  Diceritakan, “Ketika anak tidak mau makan, orang tua mengatakan ‘Ayo makan, nanti kalau tidak makan ayamya mati’. Hal ini adalah kebohongan.  Seharusnya anak tidak diajari dengan cara berbohong seperti itu karena akan berefek pada diri anak nantinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juri bertanya, “Sekarang kalau misalnya ada anak TK bertanya pada ibunya –misal Anda adalah ibunya-, ‘Bu, kok adik bisa lahir ceritanya gimana sih?’ Anda akan menjawab seperti apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya kita harus menjelaskannya dan tidak boleh berbohong.”&lt;br /&gt;“Bagaimana Anda akan menjelaskannya?”&lt;br /&gt;“Ya, awalnya ada dua orang laki-laki dan perempuan—“&lt;br /&gt;“Anda akan menjelaskan seperti itu?  Dia itu masih TK lho.  Apa dia akan mengerti?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya penjelasan seperti apa sih yang tepat untuk anak?  Suatu hal yang cukup sulit mengingat pertanyaan anak kadang tidak dapat diprediksi/tidak terduga.  Missal, dalam ‘kolom ayah’ majalah Ummi, diceritakan seorang ayah ditanya oleh anaknya: “Bah, kenapa sih aku nggak langsung gede aja seperti Abah sama Ummi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah untuk menjawab kedua pertanyaan seperti di atas diperlukan kejujuran?  Apakah apa yang diceritakan finalis itu merupakan kebohongan dan tindakan tidak jujur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Nonton TV, 2007&lt;br /&gt;Dalam film “Intan” pernah tertayang sebuah adegan, ketika anaknya diajak oleh Om’nya.  Mereka duduk di depan TV, kemudian tiba-tiba terdapat adegan ‘tidak pantas’ dalam acara tersebut.  Si Om menonton acara tersebut tanpa mempedulikan si Anak, hingga akhirnya datanglah Neneknya, ngomel.  Kata Om-nya “Mama gimana sih?  Dia kan butuh pendidikan seks sejak masih kecil.  Jadi nggak papa diajak nonton yang beginian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushola kecil, 2006&lt;br /&gt;Dalam kehidupan nyata, ada juga cerita seorang anak yang tiba-tiba bercerita hal seronok di depan teman-temannya.  Ketika ditanya Ustadz-nya, “Siapa yang cerita seperti itu?”&lt;br /&gt;Kata anak dengan lugunya, “Bapak…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUARRR!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Perlunya pendidikan seks adalah untuk mengantisipasi ‘hal-hal yang tidak diinginkan’ terjadi pada anak/remaja.  Missal karena merasa penasaran, kemudian anak/remaja tersebut melakukan hubungan seks, dll.  Jadi, pendidikan seks juga tidak boleh terlalu gamblang sehingga justru seperti menjadi petunjuk bagi mereka untuk melakukan hal tersebut.  Selain itu, perlu juga diceritakan hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut, missal efek, akibat, dan bagaimana dia harus menghadapi tiap-tiap fase perubahan dalam dirinya.  Missal, seorang anak yang sudah mendapati menstruasi, tidak hanya dijelaskan tentang hal tersebut secara biologis. Namun, dijelaskan pula tentang kewajibannya berjilbab, tatacara mandi wajib, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, pendidikan seks di masa-masa globalisasi yang serba bebas seperti sekarang menjadi sangat penting.  Di tengah pergaulan bebas, anak harus mempunya resisten dan pengetahuan yang kuat dan luas tentang apa yang sedang dihadapinya.  Pendidikan seks yang salah kaprah akan menjatuhkan generasih mendatang pada jurang kehancuran yang sangat dalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-8233694189256327751?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/8233694189256327751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=8233694189256327751' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/8233694189256327751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/8233694189256327751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/pendidikan-sex-anak.html' title='Pendidikan Sex Anak'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-5818261728365023092</id><published>2007-07-23T00:53:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T00:54:28.167-07:00</updated><title type='text'>Poligami Sukses??</title><content type='html'>Fenomena poligami sontak menjadi bahan pembicaraan.  Sampai sebagian merasa bosan, dll.  Mungkin aneh jika seorang Handayani ikut membicarakan poligami.  Karena 1) I’m still 19 dan belum menikah.  Kedua, apa aku punya alas an untuk membahas ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, umur bukan masalah bagi seseorang untuk belajar.  Dan mengenai belum menikah, poligami bukan monopolinya orang yang sudah menikah.  Toh suatu saat aku akan menikahJ.  Mengenai alas an aku membahas ini…biasa:  apapun yang ada di pikiran musti dituangkan. Hehehe… Pro kontra terjadi.  Poligami…poligami…&lt;br /&gt;                Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap    perempuan-perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya),    maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi:    dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu khawatir tidak    dapat berlaku adil (dalam hal-hal yang bersifat    lahiriah jika mengawini lebih dari satu), maka    kawinilah seorang saja atau budak-budak yang kamu    miliki. Yang demikian itu lebih dekat kepada tidak    berbuat aniaya.(An Nisaa:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pendapat tentang poligami yang pernah kudengar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Dari dosen PAI-ku&lt;br /&gt;“Kalo saya pribadi tidak setuju dengan poligami.  Ayat mengenai poligami itu dulu turun ketika jaman perang.  Ketika itu banyak wanita yang ditinggal mati suaminya yang pergi berperang.  Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan para laki-laki untuk menikahi janda-janda tersebut setelah turun ayat itu.  Nah, sekarang kan keadaannya tidak seperti itu.  Kemudian kalau dikatakan karena jumlah perempuan lebih banyak, yang lebih banyak itu yang sudah tua-tua.  Kalau yang masih muda yang imbang-imbang saja.  Kalau saya sendiri melihat poligami itu lebih banyak madharatnya, sehingga menurut saya lebih baik kalau dilarang.”  (ruang kelas C.10.102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Dari Wulan&lt;br /&gt;“….Sekarang kalau misal kamu aja.  Emang kamu mau dipoligami?  Kalo aku nggak mau.  Pokoknya aku nggak mau.  Kalau suamiku mau poligami ya sana nikah aja.  Tapi musti sama orang yang udah jelek, tua, janda, pokoknya keadaannya lebih buruk dari aku.” (sejak kapan udah nikah ukh?  Kok suamiku2…hehe…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Dari akhwat yang aku lupa namanya&lt;br /&gt;“Aku setuju sama poligami.  Tapi suamiku musti milih yang jelek, pokoknya nggak lebih cantik dari aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Dari Anwar&lt;br /&gt;“Kalau aku pilih yang netral-netral aja.  Aku merasa cukup satu kok, ya udah satu aja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Dari Septyan&lt;br /&gt;“Kalau aku takut nggak bias adil.  Jadi aku nggak usah poligami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Dari bapakQ (hehehe…)&lt;br /&gt;“Orang poligami yo nggak bias asal kok.  Kan poligami itu juga ada syarat-syaratnya.  Kalau merasa mampu ya silakan.  Kalau yang nggak mampu kan nggak usah ribut.” J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin segala sesuatu yang diperintahkan Allah itu pasti baik.  Pasti win-win solution.  Pasti tidak hanya menguntungkan satu pihak saja. Permasalahannya, kadang oknum/pelak- pelakunya yang kurang mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikatakan poligami itu seperti kata dosenku, tapi…bukankah tidak ada larangan setelah itu?  Dalam kasus nikah mut’ah, Rasulullah memperbolehkannya selama masa berperang.  Namun kemudian Rasulullah melarangnya sampai hari kiamat, setelah masa perang itu selesai.  Sebaliknya, dalam masalah hokum ziarah bagi kaum wanita.  Rasulullah pernah melarang hal tersebut karena dikhawatirkan kaum wanita tidak dapat mengendalikan emosinya.  Namun, kemudian Rasulullah memperbolehkan wanita berziarah, karena dapat mengingatkan pada kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah poligami ini, Allah tidak menurunkan ayat Al-Qur’an yang kemudian melarangnya, dan Rasulullah juga tidak bersabda untuk melarangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau beliau (ibu dosen) mengatakan bahwa poligami hanya menimbulkan banyak madharat, hal ini kembali pada pelakunya.  Bukankah apa yang disyari’atkan Allah tidak mungkin lebih banyak menimbulkan madharat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai jumlah wanita yang lebih banyak, kita bias melihat data yang akurat.  Aku tidak mau berpendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pilihan Anwar dan Septyan, itu sesuatu yang sangat privacy.  Nah, yang menarik, tuntutan bahwa istri baru harus jelek, tua, janda, nggak cantik,….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menyimpulkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari keberhasilan poligami bagiku ada dua hal: niat yang lurus dan keikhlasan istri.  Keduanya bertemu pada satu titik: “menggapai ridlo Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benar tidak ada dalam syari’at bahwa seorang suami harus meminta ijin istri untuk berpoligami.  Namun, bukankah suatu sunnah tidak dilakukan dengan meninggalkan sunnah yang lain?  Bukankah membahagiakan istri adalah kewajiban suami?  Dan bukankah menyakiti istri itu “dosa”.  Aku meyakini bahwa Islam adalan win-win solution bagi segala permasalahan yang muncul di dunia.  Maka, mustahil aturan yang ada dalam Islam justru menimbulkan permasalahan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, benar pula jika dikatakan bahwa: “Boleh kok menikah dengan alas an suka dengan wanita lain selain istrinya.”  Namun, bukankah dalam poligami dituntut adanya keadilan dari suami?  Jika alas an yang digunakan adalah tergoda dengan perempuan lain saja, bagaimana seorang suami akan dapat bertindak adil terhadap istri-istrinya kalau dalam kenyataannya rasa suka itu tentu muncul karena adanya sesuatu yang dirasa lebih pada wanita lain tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, niat yang lurus dari seorang suami menjadi hal yang mutlak diperlukan dalam hal ini.  Jika tidak, maka benar, mudharat-lah yang akan dituai dari tindakan poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai keikhlasan seorang istri.  Saya setuju:  istri mana yang tidak ikhlas suaminya melakukan kebaikan?  Apabila suami telah berhasil meluruskan niatnya, istri mana yang sanggup menolak kemuliaan niat suami?  Istri mana pula yang sanggup melihat suaminya menderita dengan memperoleh istri yang tidak membahagiakan dia (buruk, jelek, tua, kudisan, dll hehe…), sedangkan perasaan cinta telah tumbuh padanya?  Apakah akan berbeda rasanya melihat suami bersama wanita yang cantik atau bersama wanita yang buruk?  Bukankah sama saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan seorang istri akan muncul dengan sendirinya ketika dia merasa “aman” dengan apa yang dilakukan suaminya.  Bias jadi, penolakan istri menjadi sesuatu yang benar, ketika dia tau hal tersebut tidak membawa kebaikan bagi semua pihak, termasuk istri barunya.  Misal karena istri mengetahui suami tidak berniat karena Allah (bukan tidak mungkin bila hati keduanya telah terpaut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan menyebabkan seorang istri tidak mempermasalahkan apakah “dia” lebih baik atau lebih buruk dari dirinya.  Apa gerangan yang menyebabkannya?  Karena jauh di dalam hati dia meyakini:  bukan hal tersebut (fisik) yang dicari oleh suaminya.  Hal yang sangat sulit bagi keduanya…namun, itulah yang membuahkan surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari apakah poligami itu sunnah, haram, dan sebagainya…tergantung dari seperti apa poligami yang dilakukan.  Seperti halnya menikah, menjadi wajib ketika ditakutkan pasangan tidak dapat menjaga diri dari zina.  Namun, menjadi sunnah ketika semua persyaratan terpenuhi untuk menikah.  Menjadi makruh bila laki-laki telah baligh, namun belum bisa menafkahi istri, dll.  Poligami sunnah ketika …, dan dapat menjadi makruh atau haram ketika…(mari kita pelajari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kembali pada penyimpulan: Inti dari keberhasilan poligami bagiku ada dua hal: niat yang lurus dan keikhlasan istri.  Keduanya bertemu pada satu titik: “menggapai ridlo Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah dialog yang pernah terbaca olehku ttg poligami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami:  istriku, aku ingin dengan “ini” kau bisa memperoleh keikhlasan yang berbuah surga.  Kau tahu kan, surga itu sesuatu yang sangat mahal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri:  suamiku, bagaimana mungkin kau akan ‘memberikan’ surga padaku, sementara kau tidak memperolehnya?  Kau memintaku melakukan semua ini karena Allah, sedangkan kau sendiri tidak.&lt;br /&gt;(enakan ke surga bareng-bareng yak…hehehe…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 17 Jan ‘07&lt;br /&gt;SH Yani&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-5818261728365023092?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/5818261728365023092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=5818261728365023092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/5818261728365023092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/5818261728365023092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/poligami-sukses.html' title='Poligami Sukses??'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-4881845615769763487</id><published>2007-07-23T00:45:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T00:52:53.197-07:00</updated><title type='text'>Katakan Rasa Cintamu!!</title><content type='html'>Berawal dari sebuah keisengan, aku menemukan pelajaran yang indah…ini dia yang dikatakan ukhuwah!! Btw…ikuti ceritaku yah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudaraku, Cintailah saudaramu. Dan katakan rasa cinta itu! Karena itu adalah sebuah kebaikan yang membuat hati bahagia. Kekuatan cinta akan membuat hatimu dan hati dia yang engkau cintai berbunga-bunga, harumnya sepanjang masa.”&lt;br /&gt;Kataku hari itu, di mushola kecil kesayangan anak-anak FBS: Al Huda. Sambil menunggu mentor tutorial kami, aku membacakan “Never Ending Success”-nya Budi Hartono. (Bodo’ amat ya kalo temen-temen udah neg dengernya. Hehehe…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, Yani…aku mencintaimu.” Kata Nafi’&lt;br /&gt;“Hehe…I love you, too….bentar, aku mau baca lagi nih.”&lt;br /&gt;“O, ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cintailah saudaramu. Karena cinta sesama muslim akan berbuah dua surga. Kebahagiaan dunia dan kenikmatan akhirat. Kebahagiaan dunia, berupa mainsnya ukhuwah tiada batas. Kenikmatan akhirat, surga abadi seluas langit dan bumi. Nikmat yang membuat para nabi dan syuhada cemburu padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cie…” (uuh…eleuh-eleuh, jawabnya manteb, bareng-bareng, tapi kok…cie???)&lt;br /&gt;“Wah…nabi sama syuhada aja cemburu. Berarti sama kayak jihad dong. Wah..aku harus menyatakan cintaku! Nafi, aku cinta padamu. Ayu, aku cinta padamu. Wulan, aku cinta padamu…” (NOORAAAKKK!!!)&lt;br /&gt;“Nih anak gila apa yah?” (hehe…akhirnya ada yang memprotesku)&lt;br /&gt;“Biasa. Dasar Yani aneh!”&lt;br /&gt;Gubrakk!! Kok gitu sih??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengungkapkan rasa cinta. Setiap orang punya cara masing-masing untuk itu. Misal suami Mbak Helvy (&lt;a href="http://www.helvytr.multiply.com/"&gt;http://www.helvytr.multiply.com/&lt;/a&gt;) yang so romantis katanya. Trus, kakakku yang ‘sok’ romantis juga. Katanya,”Kalau kakak ngomongnya keras/kasar, bukan karena kakak marah. Tapi karena kakak sayang sama adek.” Beneran..kalimat itu bisa bikin aku mewek seketika. Terharu…hiks…kok bisa sih bilang gitu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Bapak beda lagi. Caranya: bohong! (lhoh). Maklum, waktu itu aku beneran g berani tidur di kamar gara-gara kamarku rusak-sak. Udah diganti sih…tapi satu sisi temboknya masih bengkak. Kata keponakanku yang waktu itu baru mau masuk TK, “Weh…temboknya kaya ada ularnya.” (xixixi…) Kata Mbak-ku yang nomor tiga, tuh bengkak bentuknya kaya kaki ada sepatunya. Hayah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku percaya aja waktu beliau bilang, “Ini cuman bengkak luarnya aja.” Padahal awalnya aku nggak percaya. Pikirku, Bapakku lebih tau soal per-bangunan-an. Eh…nyatanya, waktu aku tempatkan kasurku mepet tembok yang bengkak itu, Bapak yang khawatir.&lt;br /&gt;“Mbok jangan deket2 tembok dulu. Itu kan blom diperbaiki.”&lt;br /&gt;“Katanya nggak papa? Kan cuman bengkak di luar aja.”&lt;br /&gt;“Siapa yang bilang? Wong bengkak’e we kaya ngana kok.”&lt;br /&gt;“Bapakku yang bilang!”&lt;br /&gt;Wew…&lt;br /&gt;Ketahuan deh! Tapi, dalam hati aku berterimakasih banget. Kalau nggak dibohongin seperti itu, ampe tembok keganti semua juga aku nggak mau balik ke kamar lagi. (hehe…kaya anak kecil ya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm…ungkapan cinta itu macem-macem ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah! Anehnya…cinta kadang salah kaprah diungkapkan. Misal, ketika aku menyatakan “Aku cinta padamu.” Sama temen-temen, banyak dikata aneh. Dan nyatanya, begitu pula jika ada laki-laki yang mengatakan itu pada sesama laki-laki. Padahal … cinta itu apa sih? Apa salah sesama perempuan saling mencintai? Bahkan kalau sampai cinta itu diungkapkan –dengan kata-kata-?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Dia yang menggenggam jiwaku, seseorang belum beriman jika tidak mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya di sekitar arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya, yang di atasnya terdapat suatu kaum yang menggunakan pakaian cahaya. Wajah mereka bercahaya, dan mereka itu bukan nagi dan bukan pula para syuhada. Akan tetapi para nabi dan para syuhada tertegun (merasa iri) kepada mereka sehingga berkata, “Hai Rasulullah, tolong beritahu siapa gerangan mereka itu?” Beliau menjawab, “Mereka adalah orang yang menjalin cinta karena Allah, dan saling bermajelis (duduk memikirkan sesuatu) karena Allah, dan saling menyanjungi karena Allah semata.” (HR. Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aneh tau kamu ngomong gitu sama aku. Kalau yang ngomong cowok aku baru mau.” (lhoh!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia emang lagi serba jungkir balik. Harusnya, yang seperti di atas ini nih yang aneh. Kan bisa menimbulkan fitnah, dan lain-lain. Untuk lebih amannya, ungkapkan cintamu pada sesamamu. Tul gak? Dan lagi nih, orang-orang Amerika yang belum kenal hadits-hadits di atas saja, biasa mengungkapkan cintanya. “Hello Mike, I love you!” (sering kan denger ungkapan seperti itu di TV-TV?} Kita yang (katanya) orang Islam, yang katanya saling mengasihi, saling mencintai, ber-ukhuwah … malu untuk mengungkapkan itu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemikiran seperti itu, aku punya ide iseng! Aku ingin mencoba menjadikan sesuatu yang seharusnya tidak aneh menjadi benar-benar tidak aneh! Kurasa benar, ungkapan cinta kita menyebabkan saudara kita berbahagia. Memperkuat ukhuwah. Walau tentu…ungkapan cinta yang sesungguhnya adalah dengan perbuatan, bukan dengan perkataan. Tapi aku sekedar ingin tau, seberapa besar kata-kata cinta itu membahagiakan saudariku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak mentor Fulanah datang.&lt;br /&gt;“Assalaamu’alaikum, Mbak. Aku mencintaimu.” (hehehe…rasanya norak bener dah!)&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam. Oya?”&lt;br /&gt;Hm…aku belum melihatnya. Tapi kayanya bakalan seru juga.&lt;br /&gt;“Assalaamu’alaikum, Mbak. Aku mencintaimu.” Kataku pada akhwat yang lain.&lt;br /&gt;“Oh Handa, aku juga mencintaimu.” (duuuuh…senengnya…)&lt;br /&gt;“Assalaamu’alaikum, Mbak. Aku mencintaimu.” (targetku 10 orang lho…)&lt;br /&gt;“Lhoh! Yani…apa yang terjadi padamu? Aku…aku…jadi malu….” (Xixixi…mbak’e pinter akting. Aku juga jadi malu …)&lt;br /&gt;“Assalaamu’alaikum, Mbak. Aku mencintaimu.”&lt;br /&gt;“Apa maksudmu? Jangan bikin hatiku berdebar-debar, Dek.”&lt;br /&gt;“Assalaamu’alaikum, Mbak. Aku mencintaimu.”&lt;br /&gt;Mbak Nurul, angkatan 2003. Bahasa Inggris. Sekelas ma aku di Writing I. Diem sebentar. Duh, bikin nebak-nebak…mo ngusilin aku balik apa yah? (huss … su’udzon)&lt;br /&gt;“Semoga Allah mencintaimu sebagaimana kau mencintaiku, Dek.”&lt;br /&gt;Subhanallah…aku bilang juga apa??? Keisenganku tidak akan sia-sia!&lt;br /&gt;“Amin. Aku akan tulus mencintaimu, Saudariku. Agar Allah senantiasa mencintai kita.” Batinku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-4881845615769763487?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/4881845615769763487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=4881845615769763487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/4881845615769763487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/4881845615769763487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/katakan-rasa-cintamu.html' title='Katakan Rasa Cintamu!!'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-9055852321567769215</id><published>2007-07-23T00:42:00.000-07:00</published><updated>2007-07-23T00:45:05.666-07:00</updated><title type='text'>Waktu adalah Pedang</title><content type='html'>demi masa&lt;br /&gt;demi waktu-waktu yang tersia&lt;br /&gt;mungkin suatu saat ia kan berkata&lt;br /&gt;kemanakah kau hendak membawa dirimu&lt;br /&gt;sialah aku tiada guna&lt;br /&gt;ataukah kan kaubiarkan ku&lt;br /&gt;tetap berharga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-9055852321567769215?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://penulisamatir.multiply.com/journal?&amp;page_start=40' title='Waktu adalah Pedang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/9055852321567769215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=9055852321567769215' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/9055852321567769215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/9055852321567769215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/07/waktu-adalah-pedang.html' title='Waktu adalah Pedang'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-116859750813770357</id><published>2007-01-12T02:23:00.000-08:00</published><updated>2007-01-12T02:25:08.920-08:00</updated><title type='text'>--10 Januari--</title><content type='html'>Tentang 10 Januari, tentang sebuah kelahiran, tentang hadirnya insan baru bagi kehidupan. Aku percaya, banyak orang berharap-harap cemas di tanggal itu. Bukan mengenai kelahiranku sendiri dan ingin bernarsis-narsis ria bahwa kelahiranku sangat dinantikan (walaupun kenyataannya pasti demikian, minimal oleh orang tuaku sendiri). Ini juga mengenai kelahiran banyak orang lain yang sama denganku. Intinya setiap hari ada orang yang berharap-harap cemas, ada kesedihan dan ada kebahagiaan, dan ada orang yang sedang mengevaluasi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri bingung, kenapa selama beberapa tahun lalu, di tanggal ini aku sedih? Ini juga bukan hanya soal berkurangnya jatah usia yang diberikan Allah padaku saja. Lebih dari itu, ada satu kesedihan yang aku senangi, yaitu kesedihan meninggal setahun yang kurasa sangat indah, penuh dengan hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, aku sedih meninggalkan 15, 16, 17,...dan kini aku tak tahu apakah aku sedih meninggalkan 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat, ketika usia 15 aku bahagia dengan masa transisi smp-smk ku. Kemudian di usia 16, dengan keyakinan yang sangat tinggi aku membanggakan "My Sweet Sixteen". Lalu di usia 17 kemarin, aku g pengin cepet-cepet meninggalkan "Sweetseventeen"-ku yang gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAn kini aku meninggalkan usia 18-ku. Hm...tau nggak sih? Aku lupa bahwa aku hampir menginjak usia 19. Yah, saatnya menata dunia baruku dengan lebih dewasa...&lt;br /&gt;aku ingat,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-116859750813770357?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/116859750813770357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=116859750813770357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116859750813770357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116859750813770357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2007/01/10-januari.html' title='--10 Januari--'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-116140879839793420</id><published>2006-10-20T22:32:00.000-07:00</published><updated>2006-10-20T22:33:20.110-07:00</updated><title type='text'>GURUKU SAYANG...AKU SAYANG....!!!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PAK NGADIRIN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;kepala sekolah waktu di SD. yang pinter gambar...cepet bgt. pinter cerita...pinter...semua...! klo ingat beliau tuh kaya kakek sendiri aja. pinter soal budaya Jawa juga. pinter nyanyi "macapat". dan klo denger beliau cerita jadi kebayang sama PAK RADEN. anak kecil mana yang gak kenal beliau dulu? wah...semua anak suka pak raden kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beliau kakak pembina pramuka yang baik. dan kita muridnya yang baik (buktinya dapet piala hehehe... hadiah pensiun). pokoknya gak lupa sore waktu persami, waktu ada insiden Angga kesurupan...waktu kepala beliau kena cerek (hehehe...) punya kelompokku. dan...di bawah pohon waktu aku dan temen-temen dengerin cerita beliau. What a very memorizing moment!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepeda onta itu...khas sekali! setiap pagi saat beliau datang, kami berhenti bermain dan berebut mencium tangannya. kadang kami dorong-dorongan di depan beliau dan beliau nggak pernah marah. What a great person!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kini beliau pensiun (bareng lulusan kami dulu). dan sesuatu terjadi...beliau yang tua...buta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari gelap kau bawa kami terang&lt;br /&gt;dan kuharap&lt;br /&gt;Tuhan menerangimu di kala gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah...panjangkan umurnya hingga banyak amalnya. karuniakan ia kesehatan dan kekuatan. mudahkan urusannya di dunia, muluskan jalan akheratnya...kasihilah ia seperti ia mengasihi kami dulu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BU NANIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;guru bahasa inggris dan wali kelas yang baik. yang suka traktir kita kalau kita jadi juara umum class meeting. wah...pokoknya SMP emang gudangnya guru traktir murid hehehe...waktu latihan petugas upacara...waktu kerja bakti bersih2 kelas...wah...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku inget waktu itu Candra pernah koment soal Bu Jujuk, "Bu jujuk nggak usah ikut piknik aja bu. ngebak-ngebaki bus."&lt;br /&gt;hahah...jelas aja si ibu juga tersinggung, "What do you mean? you 'nyek' me!"&lt;br /&gt;hehehe...tapi bagaimanapun bu nanik gak marah karena itu adalah candaan yang sangat akrab buat kami. pokoknya...Big is Beautiful kan, Bu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku masih ingat kunci itu, "Pokoknya kalo mau bagus nilai bahasa inggrisnya musti banyak baca teks bahasa inggris."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nah...gitu! apa susahnya sih ngomong inggris? tinggal yes-no aja kok susah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan akhirnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"handayani...katanya kamu....(prememori)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thank's mom...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkinkah suatu saat aku bisa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-116140879839793420?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/116140879839793420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=116140879839793420' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116140879839793420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116140879839793420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/10/guruku-sayangaku-sayang.html' title='GURUKU SAYANG...AKU SAYANG....!!!'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-116140645535015117</id><published>2006-10-20T21:49:00.000-07:00</published><updated>2006-10-20T21:54:15.506-07:00</updated><title type='text'>Bersikaplah lebih dewasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;setiap kali naik kelas ketika SD&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Bu Guru selalu berkata&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;"sekarang kalian bukan anak kecil lagi."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;setiap kali naik kelas ketika SMP&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Bu Guru berkata&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;"sekarang kalian bukan anak-anak lagi."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;setiap kali naik kelas ketika SMK&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Bu Guru juga berkata&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;"sekarang sudah bukan waktunya bersikap kekanak-kanakan."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;ketika kuliah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Bu Dosen berkata &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;"kalian harus bersikap lebih dewasa (bukan kanak-kanak lagi)."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;mungkin, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;ketika nanti lulus&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;ketika mulai bekerja&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;ketika akhirnya menikah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;ketika punya anak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;kata-kata yang selalu ada adalah...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;"bersikaplah lebih dewasa."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-116140645535015117?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/116140645535015117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=116140645535015117' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116140645535015117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116140645535015117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/10/bersikaplah-lebih-dewasa.html' title='Bersikaplah lebih dewasa'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-116140605699395284</id><published>2006-10-20T21:22:00.000-07:00</published><updated>2006-10-20T21:47:40.616-07:00</updated><title type='text'>Nantikanku di Batas Waktu</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;Di kedalaman hatiku / tersembunyi harapan yang suci / tak perlu engkau menyangsikan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;lewat kesalihanmu / yang terukir menghiasi dirimu / tak perlu dengan kata-kata&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;sungguh walau ku kelu / tuk mengungkapkan perasaanku / namun penantianmu pada diriku / jangan salahkan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;kalau memang kau pilihkan aku/ tunggu sampai aku datang / nanti kubawa kau pergi / ke surga abadi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;kini belumlah saatnya / aku membalas cintamu / nantikanku di batas waktu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#cc33cc;"&gt;siapa yang blom pernah denger lagu itu ya...lagunya EdCoustic yang didemenin banget.  aku suka banget sih denger nada-nadanya yang asik buat tidur hehehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;tapi suatu saat temenku berkata bahwa dia nggak suka lagu ini.  "aku nggak suka yang nggak jelas'e" hm...akhirnya aku mulai merhatiin di mana sih nggak jelasnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;suatu malem, aku dengerin kajian seorang ustadz di radio.  dan beliau berkata "boleh menaruh harapan pada seseorang.  dalam arti mengharapkan seseorang itu menjadi suami atau istri kita.    tapi tetpa kita harus objektif bahwa jodoh itu sudah ditentukan oleh Allah."  (kurang lebih begitu intinya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;akhirnya aku tahu permasalahannya.  mencoba untuk objektif dan tentu saja tanpa menutup kemungkinan bahwa aku salah.  memang ada kesan ketidakpastian, ketidakjelasan, -kata Salim A. Filah- pecundang, alias nggak gentle, dan yang paling ngeness BANCI!  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;tapi jika itu memang diungkapkan secara gamblang kepada seorang wanita yang ingin menikahinya (lho...lha bilang duluan'e.  heheehe....)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;dan...jika itu adalah sesuatu yang terpendam...mungkin bener kata ustadz tersebut.  kenapa tidak jika itu bisa menimbulkan keinginan dan cita-cita untuk menikah?  toh seperti yang sering dibilang...cinta itu fitrah...(iya nggak sih?) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;tapi...perlu diingat bahwa "bagaimana kita me-manage cinta itu yang masuk penilaian Allah."  oleh karena itu...bener pula bahwa "tetap harus objektif bahwa jodoh sudah ditentukan oleh Allah."  dan itu yang menjaga kita untuk tidak 'kemrungsung', dan tidak memanjakan harapan untuk menjadi sebuah angan-angan, pintu masuk setan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;yah...kupikir tetap lebih baik seseorang itu menjadi tegas, klo iya ya iya...klo blom siap ya nggak...nggak usah suruh nunggu2.  btul gak?  tapi susah ya? hehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#cc33cc;"&gt;lalu, bagaimana dengan merahasiakan?  atau justru membohongi diri sendiri 'untuk kebaikan'?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-116140605699395284?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/116140605699395284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=116140605699395284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116140605699395284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116140605699395284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/10/nantikanku-di-batas-waktu.html' title='Nantikanku di Batas Waktu'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-116064592864194399</id><published>2006-10-12T02:27:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T02:38:48.963-07:00</updated><title type='text'>abis isti...DESTI...</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;desti itu temen yang imut bgt.  kecil dan lucu.  she's so funny i think.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;dia tu pinter cuap2 basa inggris (jelase...).  anaknya suka ketawa...lucu lah pokoknya...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;senenglah punya temen kaya dia...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;awal kenalan ma desti dia lom pake jilbab.  tapi sekarang dah pake...wi...subhanallah...cantik sekali...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;aku suka sama dia soalnya asyik diajak diskusi dan berbagi (cie...)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;yah...my small class...is always funny&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-116064592864194399?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/116064592864194399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=116064592864194399' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116064592864194399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116064592864194399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/10/abis-istidesti.html' title='abis isti...DESTI...'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-116012343109697139</id><published>2006-10-06T01:19:00.000-07:00</published><updated>2006-10-06T01:30:32.670-07:00</updated><title type='text'>aPakAh iNi RaMalAn oRanG-OraNg?</title><content type='html'>&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;bukan. ini ilmu nduk.  beberapa hari yang lalu dosen psikologi pendidikan itu berkata pada kami &lt;strong&gt;bahwa permainan anak di waktu kecil dapat menunjukkan...ingin menjadi apa dia di waktu dewasa nanti&lt;/strong&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;SSSt....jangan bilang2 ya...aku dulu suka main guru-guruan.  suka main dokter2 an... suka main ibu2-an (waks...).  dulu...bulik2ku suka manggil aku bu guru.  suatu saat temenku bilang..."wah handa tu emang cocoknya besok jadi guru."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;aku sendiri mengagumi yang namanya guru sejak jaman pertama kali masuk SD.  sampe SMP.  lallu...berubah pengin jadi dokter...sampe suatu saat aku mengidamkan sesuatu yang terlalu abstrak dan tidak jelas...menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama:)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;lalu...sejak di SMk aku balik lagi pengin jadi guru (selain psikolog).  aku pikir, ini bukan masalah gaji aja.  toh aku perempuan gitu loh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;buatku...dunia pendidikan dan psikologi emang begitu menarik.  sangat menarik mungkin.  aku paling demen sama buku-buku psikologi yang bikin presh...dan membicarakan masalah pendidikan kayanya menarik juga.  walaupun nggak dengan bahasa sok intelek tentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;mungkin di situlah .. aku nemuin cintaku sama dunia pendidikan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#99ff99;"&gt;ok...mari memulai...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;PENDIDIKAN PENDIDIKAN!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;INVESTASI PERADABAN!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-116012343109697139?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/116012343109697139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=116012343109697139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116012343109697139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116012343109697139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/10/apakah-ini-ramalan-orang-orang.html' title='aPakAh iNi RaMalAn oRanG-OraNg?'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-116012259614843333</id><published>2006-10-06T01:04:00.000-07:00</published><updated>2006-10-06T01:16:36.250-07:00</updated><title type='text'>SebEneRnYa  aKu GengSi TapI....</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;ok, akhirnya aku musti cerita ttg seorang wanita bernama AAAAAAAAaamay... &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;si cewek tengil yang nyebelin amir.  hueks...heheheh...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;dia sekarang udah di polteknya unbraw, jurusan akuntansi (cik...inget-inget BALANCE!!!).  hm...nggak kebayang muka mumet cewek ini ngadepin angka.  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;tak kasih tau ya...amay ni orangnya nyebelin banget.  liat aja muka angkuhnya...huek...udah bangga pede lagi. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;tapi oklah...pada dasarnya saya adalah seorang yang baik dan suka memuji.  dan tidak suka memaki apalagi bergunjing.  jadi...harus diakui bahwa dirinya adalah seorang yang cukup pintar.  buktinya ...dia sampe di unbraw juga dapet beasiswa (dan musti siap jadi kelinci percobaan hihiihihi....). beasiswanya gara2 juara 1 nasional lagi (lomba makan kerupuk xixixix...). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;sebelum dia menghilang ke unbraw...dia pernah dengan pedenya bilang..."itu yang bikin dia (aku) kangen sama saya..."  /masih inget kata2 menyebalkan itu kan, May?/ hueh...apa bukan dirimu yang kangen menangis2 pada diriku?  aku temen curhat yang baik kan?  inget aja...dirimu di warnet itu...bahkan tak melihatku pun kau menangis...hiks...hisk....kasihan sekali dirimu, Nduk!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;sekarang, katanya temen2nya tajir2 (wah...jiwa matre yang tak pernah hilang.  ingat bahwa jika suatu saat dirimu melupakan diriku...tak do'ain dapet tukang jual ubi bakar /bukan abu bakar lho...beliau terlalu keren untukmu/).  heheh...pulang2 bawa bahasa baru-nya arek Malang kali ya...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;dia tu paling selengekan.  banget.  waktu ikutan lomba suka "tengleng" kepalanya (wahahahahaha.....).  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;dia tu nggak kasihan ma temen.  buktinya Wahyu dijadiin pembantu dia suruh bawa2 barang.  hehehe....ingatlah bahwa aku tidak akan pernah membuatmu melambung terlalu tinggi. hehehehe...itu yang bikin dia kangen sama aku.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;good luck, GiRL....!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-116012259614843333?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/116012259614843333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=116012259614843333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116012259614843333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116012259614843333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/10/sebenernya-aku-gengsi-tapi.html' title='SebEneRnYa  aKu GengSi TapI....'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-116012168091819437</id><published>2006-10-06T00:44:00.000-07:00</published><updated>2006-10-06T01:01:21.176-07:00</updated><title type='text'>fiksi or nonfiksi</title><content type='html'>Antara fiksi dan nonfiksi.  sebenernya...dua-duanya menarik kan?  dan sebenernya juga, dua2nya saling berpengaruh satu sama lain.  tapi, setiap orang punya pilihan masing-masing ternyata.  dan kasihan sekali aku...yang sebenernya lebih suka dunia fiksi...tapi kayanya lebih cocok ke nonfiksi.  uh...jadi binun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenernya dari mana aku bisa bilang aku lebih cocok ke nonfiksi ya?  hm...ntah lah.  tapi berdasar pengalaman...aku masih inget banget kata-kata Murni.  "wah...handayani tu kalo bikin pasti gini. kalimatnya langsung tek..tek...nggak ada seninya.  nggak ada puitis-puitisnya...nggak ada romantis-romantisnya.....(wek...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin dari situ kali ya?  soalnya kalau aku lihat memang begitu.  kata orang FLP juga aku lebih suka esay (iyo po?)  bingung aku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-116012168091819437?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/116012168091819437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=116012168091819437' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116012168091819437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/116012168091819437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/10/fiksi-or-nonfiksi.html' title='fiksi or nonfiksi'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115985594964537159</id><published>2006-10-02T23:05:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T23:12:29.933-07:00</updated><title type='text'>pelajaran pak kusman...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;baru aja masuk, kita langsung dikenalin sama seorang dosen yang umurnya sudah agak tua.  galak keliatannya...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;suasana pagi itu jadi nggak asyik.  menakutkan.  menyeramkan.  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;tiba2 suara hp berbunyi, berasal dari milik "the lecturer", pak kusman tentunya.  tiba2 saja suasana berubah seketika.  lucu sekali mendengar logat bicara pak kusman pada cucunya...entah di mana, di seberang gagang ponsel atau telepon yang lain.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;akhirnya...dari situ kami baru tau.  pak kusman is a nice lecturer.  tapi disiplin banget.  wah...kayanya aku suka.  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;pagi itu...pagi berikutnya setelah minggu kemarin pak kusman absen.  serem bgt waktu tugas itu harus segera dicocokkan.  semua teori dalam diktat beliau yang sangat terkenal (bagi mahasiswanya:) "kudu nglothokkh".  nek ora nglothok tak ....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;lelucon2 lucu sering keluar...garang bener tapi lucu...rasanya jadi gimana ya...campur aduk.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;takut tapi asyik...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;sekali lagi, kayanya aku bakalan suka diajar pak kusman.  tapi, semoga saja itu berarti aku akan berusaha dapet nilai yang terbaik.  bukan suka trus ngulang...hehe...na'udzubillah. semoga jangan deh....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;ok, mr. kusman...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;color:#ffcc66;"&gt;&lt;strong&gt;let's start the rules!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115985594964537159?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115985594964537159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115985594964537159' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115985594964537159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115985594964537159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/10/pelajaran-pak-kusman.html' title='pelajaran pak kusman...'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115977948580442015</id><published>2006-10-02T01:53:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T01:58:06.113-07:00</updated><title type='text'>kangen...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;Akhirnya dibalas juga....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;email dari malaysia yang sudah kunanti...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;aku kangen sekali...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;kadang aku terbayang duduk tak beraturan di depan kelas, tertawa bersama...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;atau makan di kantin...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;ngobrol di atas rerumputan...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;sekedar menengok perpustakaan...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;kadang aku teringat cerita-cerita indah kita...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;ejekan-ejekan dan julukan aneh kita.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;kadang aku ingin berteriak seperti dulu...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;lantang dan lugu...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;kadang aku ingin kembali ke masa itu...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;kadang ... tapi tak mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;hingga aku terasing di sini...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;tapi aku bahagia...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;bersama kebahagiaan yang memang seharusnya ada&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;kadang aku ingin berbagi cerita seperti dulu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;bercanda seperti dulu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;belajar bersama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;menangis dan tertawa seperti dulu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;aku... &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;rindu...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#33ff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115977948580442015?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115977948580442015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115977948580442015' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115977948580442015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115977948580442015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/10/kangen.html' title='kangen...'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115891093513589028</id><published>2006-09-22T00:37:00.000-07:00</published><updated>2006-09-22T00:42:15.430-07:00</updated><title type='text'>bergelut dengan adek kelas</title><content type='html'>setelah lulus, masih sering ke skul.  masih kumpul sama adek2 kelas yang setia....&lt;br /&gt;yah...semangat!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115891093513589028?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115891093513589028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115891093513589028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115891093513589028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115891093513589028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/bergelut-dengan-adek-kelas.html' title='bergelut dengan adek kelas'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115889522305444646</id><published>2006-09-21T20:14:00.000-07:00</published><updated>2006-09-21T20:20:23.123-07:00</updated><title type='text'>MAINSTREAM AL HUDA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;malam itu.  kajian kedua setelah pak jati.  ponpes uii.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;slide&lt;/em&gt; ttg wanita palestina&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tiap hari tiada tangan tak menjamahnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tiada siksaan menderanya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;berulangkali dikatakannya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kami adalah saudaramu karena Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas saudara &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;save me...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(save them...)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;i'm so shy...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"bayangkanlah kami adalah ibu, kakak, adik, atau wanita2 yang paling kalian sayangi..."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;---&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;pagi buta.  ba'da sholat subuh. perjalanan dimulai.  ponpes uii ----&gt; babarsari.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;post2 dilampaui dan tibalah perang badar....refleksi atas perasaan dan curahan sayang kami...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;walau...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;hanya ...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;simulasi...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;kami...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;ingin...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;strong&gt;berbagi...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115889522305444646?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115889522305444646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115889522305444646' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889522305444646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889522305444646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/mainstream-al-huda.html' title='MAINSTREAM AL HUDA'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115889473657540287</id><published>2006-09-21T20:09:00.000-07:00</published><updated>2006-09-21T20:12:16.666-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berdiri tegak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;jatuhkan diri anda di kursi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;tundukkan kepala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;dekapkan kedua tangan ke dada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;buat muka cemberut dan tegang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;berusahalah merasa bahagia...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;duduklah tegak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;angkat dagu sedikit ke atas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;tersenyumlah lebar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;berusahalah merasa sedih...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;begitulah suasana dibentuk oleh diri kita sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115889473657540287?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115889473657540287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115889473657540287' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889473657540287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889473657540287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/berdiri-tegak-jatuhkan-diri-anda-di.html' title=''/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115889450510644487</id><published>2006-09-21T20:07:00.000-07:00</published><updated>2006-09-21T20:08:25.206-07:00</updated><title type='text'>kadang.....</title><content type='html'>kadang...dalam waktu singkat kita bisa berubah seketika. ketika pagi2 datang penuh semangat...tapi 1/2 tiba2 aja semua berubah seketika. rasanya dunia muram banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang...jadi orang yang keliatan dewasa itu gak asik banget. "dikit" bangga sih ketika ketemu sama orang ditanyanya "handa anak pertama ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi masa2 yang kayak gitu dah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu...&lt;br /&gt;dulu...&lt;br /&gt;dan masa lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i like 2 be myself...&lt;br /&gt;sometimes i'm mature enough...&lt;br /&gt;but sometimes...i just wanna be a child...&lt;br /&gt;i don't want someone to disturb me...&lt;br /&gt;i don't want someone ask me to be mature...&lt;br /&gt;that's me!&lt;br /&gt;sometimes i'm mature enough...&lt;br /&gt;but sometimes...i just wanna be a child...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i've learned from the past momment.&lt;br /&gt;n i just wanna be myself...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115889450510644487?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115889450510644487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115889450510644487' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889450510644487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889450510644487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/kadang.html' title='kadang.....'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115889381325117363</id><published>2006-09-21T19:54:00.000-07:00</published><updated>2006-09-21T19:56:53.523-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;i like 2 b a child...&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#66ffff;"&gt;and 1 want to delay my mature....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc33cc;"&gt;can i??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115889381325117363?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115889381325117363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115889381325117363' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889381325117363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889381325117363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/i-like-2-b-child.html' title=''/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115889205160932726</id><published>2006-09-21T19:27:00.000-07:00</published><updated>2006-09-21T19:27:31.940-07:00</updated><title type='text'>PRESENTASI</title><content type='html'>tanggal 20 ini Handa baru aja presentasi dalam rangka lomba minat baca kab. Sleman 2006. hm...sebenernya kmr pengin gak ikut karena udah pernah ikut sebelumnya. tapi...setelah dipikir2 lagi, why not??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kmr aku ikut dalam tingkat sma/man/smk. sekarang, gak mungkin lagi dong. otomatis karena dah lulus musti ikut yang tingkat umum. dan aku harus siap ngelawan ntah mereka dosen ato guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenernya...dari awal dah pesimisss banget. tapi aku niatin itu, pertama buat motivasi adek2 kelas yang aku pegang di skul. kedua, pastilah buat nyari pengalaman. 1/2 yakin, mungkin aku bakal jadi peserta termuda. ah...masuk 10 besar aja nggak tll mengharap deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi, ternyata, alhamdulillah...ternyata masuk 10 besar. yah...walaupun jadi nomor 10-nya. tapi toh itu dah gebrakan motivasi besar buat aku. toh...Handa itu punya prinsip Keep on Trying!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah...persiapan presentasinya gak sempet. malemnya, Handa lagi bikin teks cost seharian di kampus. tapi alhamdulillah selesai juga. paginya berangkat...presentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ow...lawannya beneran guru2 sama mahasiswa semester tua. ah...yang namanya orang belajar mah klo takut gak jadi dapet ilmu. cuek aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhamdulillah, walaupun gak menang, tapi bisa tampil gak memalukan dan cukup seimbang dgn mrk aku rasa udah cukup. walaupun bukan berarti lain kali aku akan nyerah...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepp on Trying pokoknya...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115889205160932726?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115889205160932726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115889205160932726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889205160932726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115889205160932726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/presentasi.html' title='PRESENTASI'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115847204128140201</id><published>2006-09-16T22:34:00.000-07:00</published><updated>2006-09-16T22:47:21.376-07:00</updated><title type='text'>ketika itu kita masih bersama....</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;hm....aku masih inget si Eni tanya sama aku "han...gimana sih tipsnya biar bisa langgeng kaya kamu sama Ismi?"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;aku baru sadar klo aku sama Ismi emang LANGGENG...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;padahal kita jarang barengan ke kantin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;jarang seiya sekata &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;malahan ancurrr!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;tapi yang aku salut dari "hubungan kami"  adalah karena kami saling mengerti.  dia tu tau banget klo aku...TIIITT....!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;dan aku juga yang paling tahan sama kebiasaannya ... TIIITTT...!!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;dan kita gak pernah mempermasalahkan itu.  kadang kita malah ketawa-tawa klo orang lain ngejekin kita soal kebiasaan2 aneh kita.  dan lagi...yang paling berkesan adalah bahwa secuek2nya kita sama "partner" kita...musti ada waktu untuk saling berbagi.  dan kita berhak marah klo kewajiban itu tidak dilaksanakan.  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;aku suka klo ismi bilang...mbok pacaran...mbok cari gebetan...mbok kmu suka sama orang trus ntar kita bagi2 cerita.  hahaha.....kaya gak ngerti aja klo dia juga sealiran sama aku...hehehe...ya to yato yato???&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;aku paling sebel klo dia suruh aku terima jadi di pelajaran matematika.  i want u 2 teach me!!  tapi it's ok. matematika dan bahasa inggris adalah ladang kita buat share ilmu...yo....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;aku bener2 ngerasa dia tu sahabat yang hebat.  ntah ketika dia lagi sama aku ato lagi ninggalin aku dan bareng temen2nya.  she's a good motivator.  huebatt...orang eror yang satu ini.  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;saking seringnya dia share ttg temennya itu...aku jadi apa sama si nety temennya dari kecil...didik yang guru bahasa inggris...hendri dan hendra yang sering bikin aku rada keblinger klo dia cerita...sama....ah aku rada lupa.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;aku sama dia udah tkenal jadi anak yang rada mboh tapi patut diperhitungkan. ehehhe...yo ndak mi??&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;dia itu...walaupun pemikirannya rada2 beda banget ma aku tapi bisa bikin aku pres eh fresh klo dah cerita.  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;ah...terlalu banyak diceritakan dari orang yang satu ini....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;friends is always be friends ok....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115847204128140201?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115847204128140201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115847204128140201' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115847204128140201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115847204128140201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/ketika-itu-kita-masih-bersama.html' title='ketika itu kita masih bersama....'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115847087961871316</id><published>2006-09-16T22:26:00.000-07:00</published><updated>2006-09-16T22:28:01.093-07:00</updated><title type='text'>DO'A</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#330033;"&gt;do'a seorang sahabat begitu berharga, apalagi banyak...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115847087961871316?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115847087961871316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115847087961871316' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115847087961871316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115847087961871316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/doa.html' title='DO&apos;A'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115847047749080716</id><published>2006-09-16T22:15:00.000-07:00</published><updated>2006-09-16T22:21:17.783-07:00</updated><title type='text'>jilbabku...</title><content type='html'>hm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelas 3 smp pertama kali aku pake jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian...berproses...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama kali masuk FBS...seseorang berkata padaku' "eh, aku pengin tanya, tapi jangan marah ya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sejak kapan kamu pake 'ginian'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehehe.....ginian ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sejak kelas 3 smp" jawabku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alasannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hm...seorang wanita muslimah masih bertanya untuk apa kita berjilbab.  baiklah...satu proses yang bener2 terasa adalah ketika rasa malu itu semakin melekat.  ketika pertama berjilbab, akan aneh dan malu sekali bila tiba2 kita tidak berjilbab.  lama2.... rasakan saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115847047749080716?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115847047749080716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115847047749080716' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115847047749080716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115847047749080716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/jilbabku.html' title='jilbabku...'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115840062976028314</id><published>2006-09-16T02:50:00.000-07:00</published><updated>2006-09-16T02:57:10.170-07:00</updated><title type='text'>isti</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;ok, we'll talk about ISTI.  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;isti temen baruku di kelas c.  punya nasib yang sama.  tergusur ke kelas d.  kayanya ini ulah...ups...!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;isti sama2 anggota flp (tapi yang Semarang).  semangat gede banget pengin pindah ke jogja.  kayanya keren sih nulisnya....aku g da apa2.  ceileh...bukan pesimis lo..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;inget isti jadi inget ukm di kampus.  binun mo masuk mana.  abis g boleh tll sibuk sih.  g kaya waktu di smk yang aku bisa jelajah kegiatan ekstra plus organisasi di mana-mana sesuka hati.  hh....pengin smk lagi (lhoh...)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;ah jadi inget desti juga yang paling suka nganggep aku aneh. dan pertama kali tau aku rada 'hyperactive',  gak kuat suruh dieeeemmm....tapi lihatlah desti saat aku jadi raja eh ratu diem.  don't try to talk to me hehehe....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;back to isti.  dia ... aku juga blom tau banyak ttg dia.  tapi aku kasih comment deh...aku ngerasa pengin nulis nulis nulis ...(lhoh...g nyambung).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;semoga kita bisa saling dukung deh....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115840062976028314?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115840062976028314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115840062976028314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115840062976028314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115840062976028314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/isti.html' title='isti'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115837557491552151</id><published>2006-09-15T19:53:00.000-07:00</published><updated>2006-09-15T19:59:34.983-07:00</updated><title type='text'>puasin deh...</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;luammaa...buanget rasanya gak menuangkan segala pikiran ke tulisan.  capek.  capek...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;akhirnya kini kembali handa yang suka menulis dan membaca *(halah...).  ayo dong...semangat.  tenang...memang ada waktu untuk kita beristirahat dan melepas penat.  now...bensin sudah penuh dan kita siap cabuuuuuuuuuuuttttttttttt..............!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;aku kangen ke FLP.  jadi anak kok suka bolosan...hehehe...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;ok...tapi aku pengin absen temen2 baruku di c,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;aku (?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;nana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;dyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;ika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;ayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;ririn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;anggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;trismy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;adiel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;erwin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;anwar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;isti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;metta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;desti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;arum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;dan lain2 lupa....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;kaya orang gak ada kerjaan aja.  ah biarlah...tulislah apa yang ingin anda tulis katanya.  &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;IT'S TIME TO REFRESHING...!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115837557491552151?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115837557491552151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115837557491552151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115837557491552151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115837557491552151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/puasin-deh.html' title='puasin deh...'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115837500462420439</id><published>2006-09-15T19:38:00.000-07:00</published><updated>2006-09-15T19:50:04.753-07:00</updated><title type='text'>kamu...</title><content type='html'>&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;ok, ada sesuatu yang spesial yang ingin aku ceritain dari seorang temen bernama "kamu ini".  sebenernya kami gak terlalu akrab2 banget dulunya.  dia tu lucu...dikit polos...yo kaya gitulah...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;suatu hari aku bawa "nikmatnya pacaran setelah pernikahan"-nya akh Salim A. Fillah.  dari situlah mulai kita banyak ngobrol...dan ternyata...she's so funny.  gak bisa ditebak bener. aku gak nyangka.  aku pikir dia cuman doyan baca novel ato ... ya... just for pleasure aja.  tapi ternyata dia suka juga buku-buku kaya "tarbiyah rukhiyah" dan teman-temannya.  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;sehari pengumuman UAN. aku ngobrol bareng dia.  dan dia bilang mo ke Malaysia.  so pasti lah aku ikut bahagia.  tapi, ada masalah yang dia hadepi terkait masalah barang-barang klenik dan segala macem jimat, ritual yang harus dia jalani atas titah ortunya.  ribeeetttt banget.  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;hari yang berkesan, aku habisin a half of day sama dia di Masjid Kampus UGM.  aneh ya...kaya tempat wisata aja.  tapi ya...udahlah.  yang penting all is ok.  abis itu...alhamdulillah semua selesai.  itu dia terakhir kali aku ketemu dia sebelum pergi....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;akhirnya selesai juga.  alhamdulillah semua dia lepaskan dan dia pergi dengan tenang....(ke malaysia lho!!)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;hm....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;silent...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;sedih...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;sepi yah....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115837500462420439?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115837500462420439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115837500462420439' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115837500462420439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115837500462420439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/kamu.html' title='kamu...'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-115837426698647269</id><published>2006-09-15T19:37:00.000-07:00</published><updated>2006-09-15T19:37:47.053-07:00</updated><title type='text'>lama gak bertandang</title><content type='html'>alhamdulillah, setelah lama gak keliatan batang idungnya, si Handa balik lagi. capek bkelana mengingat username and password.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;handa yang semakin dewasa, udah lewatin buanyak cerita tanpa berbagi di blogger. insya Allah after this, we will start again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok, alhamdulillah handa lulus dengan nilai yang ... gak bagus2 banget tapi udah lebih dari harapan. so, itu adalah anugerah yang gedhe buanget buat handa. rencana2 sih mau minimal 24. 24 itu udah...tapi ternyata hasilnya 26. subhanallah...thank you Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus...karena gempa kmr rumah rusak. gpp...bangkit. gara2 itu pula kemarin sempat ilang cita2 mo kuliah. tapi akhirnya di detik2 terakhir handa bangkit lagi. kenapa musti putus asa? klo semua orang kaya handa, yogya ancur dong!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekuat tenaga handa coba ikut spmb setelah melepas untuk gak ikut pbud. alhamdulillah...alhamdulillahi Robbil 'alamiin...anugerah Allah akhirnya di detik2 akhir handa dapet restu n bisa lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dug...dug...dug...keterima gak yah.....&lt;br /&gt;wha.....subhanallah...sujud syukur handa ketrima di pbi (pendidikan bahasa inggris) UNY. hm...hm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks 4 all. buat handa itu dah keajaiban bgt klo inget keadaan handa. buaaannnyakkkk banget yang dukung. thanks all...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepi...kehilangan temen yang pada ke Malaysia. tapi gak papa. usaha tetep usaha...toh temen baru juga banyak. c'mon handa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-115837426698647269?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/115837426698647269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=115837426698647269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115837426698647269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/115837426698647269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/09/lama-gak-bertandang_15.html' title='lama gak bertandang'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-114396857003861682</id><published>2006-04-02T00:36:00.000-08:00</published><updated>2006-04-02T01:02:50.190-08:00</updated><title type='text'>mungkin lebih arif...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;mungkin lebih arif kalau aku cerita tentang bapakku.  entah kenapa...setiap nulis penginnya nyebut Ayah.  bukan apa2, cuman biar rada beda aja.  kan beda sma Bapak yang udah handa pake buat whoever, bapak2 yang handa temui. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;mm...pengin banget cerita ttg beliau.  ttg semua...wah banyak banget.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;mulai dari phobia...ampe jatuh cinta sama beliau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;ya, kalo pak parlin bilang, ayah itu....pertama jadi hero...selanjutnya musuh...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;tapi nggak buat aku.  ayah itu...pertama musuh.  selanjutnya hero...selanjutnya...pacarku.  hauuuaahhaahha....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;aku mulai jatuh cinta waktu bapak nganterin aku puter2 jalan gejayan, ugm, sampe mana2 pokoknya buat nyari jenis2 kertas.  huaaaaaaaaaah....rasanya pengin nangis bener...udah malem mana musti dikumpulin besok...!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dasarnya aku nggak pengin skul di SMEA, jadi makin kuat pengin kluar! kluar! kluar!  jadi pengin marah2...pengin mutung!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;tapi malem itu, bapak nganterin aku nyari jenis2 kertas.  semua fotokopian sepanjang jalan gejayan, sampe yang nylempit2 sekalipun didatengin, bhenti, aku suruh nanya.  aku inget, waktu itu aku udah pegel...ada bintang gedhe banget yang katanya planet mars yang lagi deket2an sama bumi.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;aku ampe pusing, laper, hiks...malang...tapi bapak tetep semangat!! semangat!! semangat!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sampe aku udah males2an...sampe akhirnya jam 9 baru pulang.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;aku udah nyerah.  aku udah nggak mau turun lagi di fotokopian selanjutnya.  tapi bapak masih semangat (padahal aku tau bliau gak kalah capek sama aku). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ayo...satu lagi."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;di tempat selanjutnya...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ayo...yang terakhir..."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;aku hampir nangis waktu itu...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;terharu...ples...nggak tahan pengin keluar pindah skul...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dan dengan bantuan bapak...aku dapet 8.  wih...makacin babe...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;tapi tugas selanjutnya dan hanya sehari buat nyari...jenis2 amplop.  huh...dari 21 jenis amplop aku baru dapet 5. sore itu, belum pulang dan belum makan, aku sama temen2 pergi ke kantor pos gedhe (besar maksudnya) di malioboro.  udah jauh2...capek2...laper...ternyata gak ada.  aku cuman dapet 1 dan temenku dapet 2.  pulang dari sana, nggak peduli laper, haus, nggak peduli apa deh...aku minta bapakku tcayang buat nganterin nyari lagi.  dan sama bapakku,,,,puter2 lagi, gejayan, ugm, jalan solo, jakal...kencan malem...hiks hiks...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dan akhirnya ...malem itu, aku baru dapet 10 jenis amplop.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"emang harus ada semua ya?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"iya, padahal aku aja belum pernah liat bentuknya kaya mana."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"klo nggak lengkap gimana?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"ya...nilainya kurang."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;akhirnya bapak semangat lagi...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!! aku pengin nangis sekeras2nya....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;akhirnya aku nyerah dan cuman dapet 10 amplop.  bapak juga kecewa.  tapi mo gmn lagi..emang nggak ada...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;bapak tau aku kelaperan dan ngajak aku makan sebelum pulang.  tapi aku bener2 nggak selera.  nggak selera sama sekali...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sepulangnya, aku langsung nuju kamar, sibuk sama tugasku.  amplop yang ada aku potong2 dan aku bikin amplop sendiri.  "kalau nggak mau nerima, gurunya nyari sendiri...(hehe...)"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;aku selesai.  masih kurang 2 amplop.  emang nggak bisa dibikin.  aku liat jam.  HAH??? jam 3 pagi???&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;uwwhh...aku musti cepet2 tidur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;paginya...aku liat Lilik ada di gerbang.  aduh...pagi2 udah nyari gebetan.  Lilik nyuruh aku duduk sama dia.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"gimana?  udah semua amplopnya?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"masih kurang dua"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"apa?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"window sama X-ray"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"yang window minta aja sama Ninik."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"beneran?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"hooh"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;waaa...alhamdulillah.  aku ke kelas n bener aja, semua bisa kompromi.  tapi aku tetep kurang satu. ya udah deh...aku (dan bapakku) udah usaha sekeras tenaga.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;waktu hasil dikumpul n dibagi lagi...aku dapet 8 lagi...padahal kurang satu.  ternyata temen2 lain banyak yang belum dapet.  uuuuuhh...great!! thank's Dad!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;hm...aku masih inget...waktu kecil aku suka banget mainan sampe ketiduran di kursi panjang ruang tamu.  aku paling suka bapak dateng dan gendong aku.  sebenernya aku bangun sih...tapi males melek.  aku pengin ada di gendongannya lebih lama.  aku takut, kalau bangun aku bakal di suruh jalan sendiri.  di gendongan bapak tuh anget...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dan aku paling nggak suka kalau bapak udah nurunin aku.  aku tetep merem aja.  kalau bapak udah pergi, aku akan bangun dan lari2an lagi...hihihi...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;aku juga inget dulu.  bapak motong rambutku sebulan sekali.  pasti dipotoongnya gitu2...aja.  kaya cowok,  sampe awaktu itu, aku musti lari2an sama bapak karena nggak mau dipotong.  hh...indah ya...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;aku masih punya buaaaaaaaannnyyyyaakkkk cerita ttg beliau.  beliau...orang pertama yang bikin aku nangis waktu cerita soal dia.  bener2 orang pertama. d an waktu itu aku sadar...aku jatuh cinta sama beliau.  nggak peduli mo dibilang apa....anak papi kek...luweh!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-114396857003861682?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/114396857003861682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=114396857003861682' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/114396857003861682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/114396857003861682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/04/mungkin-lebih-arif.html' title='mungkin lebih arif...'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-114396632992335417</id><published>2006-04-02T00:19:00.000-08:00</published><updated>2006-04-02T00:25:30.253-08:00</updated><title type='text'>hari ini.....cukup menyebalkan</title><content type='html'>yah...hari ini cukup menyebalkan.  ada banyaaaaak banget ide.  tapi cekak gara2 kepepet pepet pepet....!!!&lt;br /&gt;lagi gak mut...mood...mood...&lt;br /&gt;aku kemaren abis buka file lama.  aku jadi keinget sama cerpenku buat David (kingkong di alam mimpinya Amay).  pengin bikin itu jadi noveeeeeeeeeel...tapi gimana caranya?&lt;br /&gt;rasanya sekarang aku nggak pernah post hasil karyaku lagi...sepi...suntuk...suntuk...sepi...&lt;br /&gt;HHOIAIOWWWWWWWWWWW!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-114396632992335417?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/114396632992335417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=114396632992335417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/114396632992335417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/114396632992335417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/04/hari-inicukup-menyebalkan.html' title='hari ini.....cukup menyebalkan'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-114380017088516160</id><published>2006-03-31T01:58:00.000-08:00</published><updated>2006-03-31T02:16:11.290-08:00</updated><title type='text'>udah lama....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;waduh...udah lama banget nggak nulis di sini.  di rumah sendiri. kangen juga rupanya.  sekarang mo nulis tentang apa yah...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;oh yah...tadi siang aku abis debat sama Ismi.  Dia tuh yah...suka dilarang-larang sama babenya.  katanya sih babenya kolot molot alias kolot banget.  aku ngerti sih.  mungkin dia ngerasa terlalu dikekang.  tapi, aku berusaha ngeliat babenya juga.  mungkin dia cuman pengin nunjukkin kasih sayang sama Si Ismi tapi, mungkin caranya nggak sesuai sama yang dipenginin Ismi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;aku bilang sama Ismi, "jangan pernah berharap orang akan mengerti kamu sebelum kamu bisa mengerti orang lain."  aku bilang kaya gitu karena aku baru aja ngerasain dari cerita aku sama bapakku.  selama ini, aku selalu pengin biar ortuku, semua orang ngertiin aku.  padahal, sebenernya setelah ditimbang2. ternyata aku yang belum ngertiin mereka.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sayangnya ismi rada keras kepala ples egois (tapi justru itu yang bikin kita langgeng).  dia nggak mau ngertiin orang lain.  maunya orla yang ngertiin dia.  gengsi katanya.  hufh...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-114380017088516160?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/114380017088516160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=114380017088516160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/114380017088516160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/114380017088516160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/03/udah-lama.html' title='udah lama....'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-114043250469910538</id><published>2006-02-20T02:40:00.000-08:00</published><updated>2006-02-20T02:48:25.723-08:00</updated><title type='text'>i'm fallin' in lop</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;ehm...ehm...buat februari...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;sebenernya nggak cuman februari aja sih.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;setiap hari aku pengin bilang.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;tapi dari pada februariku kosong di blogger...aku bilang klo i'm fallin' in love.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;i hope more than it.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;nggak sekedar i'm fallin' in love aja tapi....i love UUUUUUUUUUU...so much.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;syukur ya...aku masih bisa nikmatin masa2 muda yang indah n nggak cuman asal berasa muda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;bisa lebih bguna kan lebih enak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;harapanku...moga aku bisa btahan untuk tetep jatuh cinta...just for Him.  The Almighty....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-114043250469910538?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/114043250469910538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=114043250469910538' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/114043250469910538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/114043250469910538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/02/im-fallin-in-lop.html' title='i&apos;m fallin&apos; in lop'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113791113131868495</id><published>2006-01-21T21:58:00.000-08:00</published><updated>2006-01-21T22:25:31.796-08:00</updated><title type='text'>AKU LAGI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Aku mulai tahu, Allah itu bener2 sayang sama kita semua.  Beneran lo...bukan kata2 anak kecil doang itu mah.  selama ini apa sih yang nggak dia kasih buat kita?  kita yang suka celelekan dan nyepelein Dia aja masih dikasih hidup.  belom lagi kita minta ini minta itu.  minta tolong, minta duit, minta seneng...cih banyak bgt pmintaan manusia mah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;Allah yang Maha Segala-galanya tuh emang baiiiiiiiiiiiik bgt.  coba yah...kita tetep aja dikasih sama Dia semua yang kita minta.  dan tentunya klo nggak dikabulin juga buat kebaikan kita.  tul gak?  sayangnya gak banyak dari kita yang suka bsyukur.  penginnya kurang aja....&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113791113131868495?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113791113131868495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113791113131868495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113791113131868495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113791113131868495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/01/aku-lagi.html' title='AKU LAGI'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113696616660344649</id><published>2006-01-10T23:50:00.000-08:00</published><updated>2006-01-10T23:56:06.690-08:00</updated><title type='text'>Horor itu...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;“Asni, tahu nggak? Sekolah kita ini angker lho.” kata Sita padaku suatu hari.&lt;br /&gt;“Memangnya…angker apaan sih? Nama penyakit yah? Angker ulit, angker otak, angker andungan…” kataku menggodanya.&lt;br /&gt;“Itu sih Kanker. Serius dong.” kataku sewot, “Kemarin kan Eva anak kelas 2 Koperasi itu, kerasukan.” sambungnya dengan nada penuh kesungguhan. Mau tak mau aku pun harus ikut bersungguh-sungguh. Apalagi setelah mendengar apa yang baru saja dikatakannya.&lt;br /&gt;“Ah…yang bener? Kapan?” tanyaku serius, sambil mendekat padanya.&lt;br /&gt;“Kemarin abis pulang sekolah. Jadi kamu bener-bener nggak tahu yah?” tanyanya padaku. Aku hanya menggelengkan kepala dan terus memfokuskan diri padanya, “Emang gimana ceritanya?” tanyaku kemudian.&lt;br /&gt;“Ceritanya kemarin Eva berangkat ke sekolah pagi banget. Waktu belum ada banyak orang gitu deh. Kira-kira jam 6.” katanya mengawali cerita.&lt;br /&gt;“Terus?” tanyaku sambil mengernyitkan dahi tak sabar.&lt;br /&gt;“Jadi, waktu itu kan masih sepi banget. Baru ada dia sendiri. Terus, dia nggak jalan lewat pintu barat kaya biasanya. Dia milih lewat pintu timur.” katanya kembali bercerita.&lt;br /&gt;“Kenapa?”&lt;br /&gt;“Nggak tahu juga sih.”&lt;br /&gt;Dia baru saja akan membuka mulut untuk melanjutkan ceritanya saat tiba-tiba aku teringat sesuatu dan segera menyelanya.&lt;br /&gt;“Stop…stop…! By the way, itu berarti dia lewat depan kelas kita dong?” tanyaku makin penasaran.&lt;br /&gt;“Iya. Terus katanya waktu lewat depan kelas ini, suasananya jadi mistis. Ada bau wangi terus tiba-tiba saja bulu kuduknya berdiri.”&lt;br /&gt;“Terus…terus…” aku mulai antusias.&lt;br /&gt;“Mmm…dia kan punya six sense, waktu dia lewat tepat di depan pintu kelas, dia lihat ada cewek seumuran kita pakai baju seragam lengkap and senyum ke dia.” katanya sambil mendekapkan tangan pada badannya sendiri, “Ih serem deh.” lanjutnya.&lt;br /&gt;“Ah…mungkin itu cuman temen kita saja.” kataku mencoba menyangkal.&lt;br /&gt;“Katanya sih bukan. Soalnya…” kata Sita sambil menggerakkan matanya ke seluruh bagian ruang kelas, “Kakinya melayang.” lanjutnya.&lt;br /&gt;Aku mulai ketakutan. Kuputarkan pandangan mataku ke seluruh ruang kelas. Ruangan yang awalnya biasa-biasa saja, kini terasa begitu mistis. Aku mulai terbayang-bayang pada acara televisi yang belakangan ini mulai latah dengan tema-tema horor. Dalam bayanganku gambar presiden dan wakil presiden tiba-tiba mengeluarkan darah, wayang Arjuna yang tergantung di dinding tiba-tiba menjadi monster yang menyeringai dan melayang ke arahku, semua hiasan yang tergantung tiba-tiba bergerak dan terjatuh. Aku dan Sita terdiam. Pandangan mata kami bertemu. Aku segera beranjak dari tempat dudukku, begitu pula Sita. Kami segera berlari keluar kelas. Ketakutan.&lt;br /&gt;Ya, waktu itu kami sedang duduk berdua di kelas. Kompleks utama sekolahku telah sepi. Seluruh kegiatan ekstrakurikuler telah berakhir dan semua siswa telah kembali ke rumahnya masing-masing. Begitupula teman-teman yang baru saja mengikuti ekstrakulikuler bola volley. Pak Yadi, penjaga sekolah sekaligus ‘Pak Kantin’ kami yang biasanya mondar-mandir telah selesai mengerjakan tugasnya. Beliau telah mengambil semua gelas dan minuman serta mengunci semua ruangan penting. Di dekat masjid masih ada beberapa orang bermain tenis. Sayang tempat itu jauh dari kelas kami. Suasana sepanjang koridor benar-benar sepi hingga derap langkah kami terdengar begitu jelas.&lt;br /&gt;Kami memutuskan untuk mengobrol di depan pintu gerbang timur yang biasa dipakai para siswa atau orang-orang lewat menunggu jemputan. Sambil menunggu kami memutuskan untuk melanjutkan cerita kami yang terputus.&lt;br /&gt;Dari cerita Sita aku tahu kemarin Eva sempat berteriak-teriak di ruang UKS. Hanya anak-anak yang mengikuti Tonti (pleton inti) saja yang mengetahuinya.&lt;br /&gt;Masih dari cerita Sita, Eva kerasukan hantu cewek penghuni kelasku. Mungkin hantu itulah yang dilihatnya pagi hari sebelum ia kerasukan. Konon, dia hantu salah satu siswa sekolah kami yang mati tertabrak bus besar di daerah Prambanan beberapa tahun silam. Naas memang, Dia belum sempat pergi ke sekolah. Sebelum dia sempat mendapatkan bus yang biasa mengantarnya, bus besar terlebih dahulu merenggut nyawanya. Konon, arwahnyalah yang kemudian datang ke sekolah dan mendiami kelasku, yang dulu kelasnya juga. Cerita ini juga pernah kudengar dari sepupuku yang dulu bersekolah di sana.&lt;br /&gt;Kelasku terletak di sebelah timur, bersebelahan dengan deretan ruang kelas 2 yang lain. Koridor kelasku tidak sama dengan kelas-kelas yang lain. Bagian depan yang menghadap ke selatan tertutup oleh kamar mandi yang menghadap ke barat. Ada pintu yang mengarah ke koridor panjang antara kelas dan kamar mandi itu. Bagian kiri kelasku sama saja keadaannya. Cahaya matahari tak dapat masuk karena terhalangi bangunan laboratorium komputer dan laboratorium sekretaris. Kelas kami makin terkenal sebagai kelas tergelap. Hal itu menambah kesan angker dan sangar kelas kami. Apalagi dibarengi dengan isu hantu cewek yang menghuni kelas itu.&lt;br /&gt;Isu seputar hantu itu nampaknya telah menyebar di sekolah kami. Bahkan guru kami pun telah menceritakannya pada kami, tepatnya saat beliau melihat teman kami yang melamun saat beliau mengucapkan salam. Entah cerita itu adalah sebuah kenyataan atau hanya intermezo-nya belaka, agar kami terbiasa menjawab salam. Yang jelas isu itu semakin santer saja.&lt;br /&gt;Sebenarnya, bukan hanya kelas kami yang terkenal angker. Mungkin seantero sekolah kami memang angker. Sepupuku pernah bercerita begini. Suatu saat, ROHIS akan mengadakan acara peringatan hari besar agama. Mereka menginap di sekolah selama semalam untuk menyiapkan dekorasi panggungnya. Salah seorang anggota duduk mendengarkan siaran radio saat anggota yang lain sibuk menata dan menempel huruf pada background aula. Tepat pukul 24.10 radio tiba-tiba saja off. Tak selang berapa lama, radio itu on lagi. Off…on…begitulah yang terjadi berulang-ulang hingga anggota itu lari ketakutan.&lt;br /&gt;Pernah juga saudaraku itu bercerita tentang hantu yang menghuni pohon besar di pinggir lapangan olahraga, di ujung barat sekolah kami. Konon hantu itu berasal dari sebuah pohon beringin besar di perempatan dusun dekat sekolah kami. Ternyata…hantu juga bisa pindahan to?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Suatu hari aku berkenalan dengan seorang teman yang biasa bermain bulutangkis di sekolah pada malam hari. Namanya Ahmad. Dia dan teman-temannya harus menyewa ruang untuk dapat bermain di sana. Suatu hari…&lt;br /&gt;“Asni, tahu nggak?”&lt;br /&gt;“Tentang apa?”&lt;br /&gt;“Sekolahmu itu ada hantunya lho.” katanya. Aduh…lagi-lagi soal hantu.&lt;br /&gt;“Itu lho, di kamar mandi sebelah timur lapangan.”&lt;br /&gt;Darinya kudengar bahwa salah satu temannya pernah melihat penampakan di sana. Ih…serem!!&lt;br /&gt;Awalnya kupikir kamar mandi di sebelah timur lapangan bola basket yang dimaksudkan olehnya. Padahal, setahuku kamar mandi itu justru paling ‘aman’. Aku pun mulai berpikir tentang kamar mandi di pojok barat-selatan. Kamar mandi itu memang berada di sebelah timur lapangan badminton. Maklumlah, kami tidak pernah menyebutnya sebagai lapangan badminton. Sebenarnya ruangan itu adalah sebuah aula terbuka yang multifungsi.&lt;br /&gt;Kamar mandi di sebelah timur lapangan itu memang gelap, lembab dan menakutkan. Ah… bukan hanya kamar mandi itu yang menakutkan. Semua kamar mandi di sekolahku memang menakutkan. Jumlah keseluruhan kamar mandi di sekolahku ada empat blok. Tiga blok ada di lantai bawah dan satu blok di lantai atas. Kalau ditanya jumlah biliknya, aku tak mau pusing-pusing menghitungnya. Yang jelas, tempat-tempat itu memang dianggap angker oleh warga sekolah kami. Wajar saja, bukannya kamar mandi itu memang rumah setan?&lt;br /&gt;Aku sendiri tidak mau ambil pusing dengan hal itu. Kata Ayah, setan itu ada di mana-mana. Kalau kita tidak mengusiknya, untuk apa mereka mengusik kita? Jadi intinya…toleransi antara manusia dengan hantu gitu deh (hehehe…). Walaupun begitu, aku tidak menampik keyakinan bahwa mereka ada. Selama ini aku sendiri punya pengalaman dengan yang namanya hantu. Tapi cerita itu hanya kusimpan sendiri sebagai bumbu dari masa kecilku. Mungkin suatu saat aku juga bisa menuliskannya dalam bentuk cerita.&lt;br /&gt;Aku tak mau terlalu mendramatisir kejadian itu hingga membuatku ketakutan. Begitu pula saat teman-temanku tak berani menyambangi kamar mandi di pojok barat lantai atas, kubuktikan bahwa tak ada apa-apa di sana. Kumasuki ruangan itu sendirian dan aku pun masih utuh sampai sekarang. Bukannya sok berani, aku hanya ingin menunjukkan bahwa bukan mereka yang perlu ditakuti, tapi Tuhan yang telah menciptakan mereka.&lt;br /&gt;Suatu sore aku mengikuti Persami&lt;/span&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=15844809#sdfootnote1sym" name="sdfootnote1anc"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff0000;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff0000;"&gt; di sekolah. Antrian untuk mandi panjang sekali. Aku yang biasa mandi di kamar mandi guru, akhirnya harus memilih kamar mandi di pojok atas itu. Saat aku baru saja datang ke sana, tiba-tiba…&lt;br /&gt;”Asni, aku takut banget,” kata seorang teman dari kelas lain yang aku sendiri lupa namanya.&lt;br /&gt;“Emang kenapa?” tanyaku padanya.&lt;br /&gt;“Masa’ tadi krannya hidup sendiri.” katanya mulai ketakutan.&lt;br /&gt;“Ah…kendho&lt;/span&gt;&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=15844809#sdfootnote2sym" name="sdfootnote2anc"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff0000;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff0000;"&gt; kali.”&lt;br /&gt;“Nggak! Coba deh periksa.” katanya masih terlihat cemas.&lt;br /&gt;Kubuka pintu bilik itu. Tak setetespun air keluar dari kran. Lalu aku pun mandi di sana dan tak terjadi apa-apa padaku.&lt;br /&gt;“Ah…horor itu cuman mimpi.” kataku kemudian sambil melihatnya berlalu.&lt;br /&gt;Lain lagi cerita yang dialami Bu Nanik, salah seorang guru di sekolahku. Tapi, ini pun hanya cerita temanku. Katanya, beliau pernah terkunci di kamar mandi guru selama ± 2 jam dan tak seorang pun mendengar teriakkannya. Entah kenapa. Pintu kamar mandi baru terbuka dengan sendirinya setelah beliau pingsan. Kejadian apa yang terjadi di dalam kamar mandi, sampai sekarang tak ada seorang pun yang tahu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kini aku sedang duduk di depan mesin ketik manual di laboratorium mengetik. Aku memanfaatkan dua jam mata diklat mengetikku untuk mengerjakan Art Typing. Aku mencoba membuat gambar dua orang sedang bermain basket dengan mesin ketik itu.&lt;br /&gt;TING…TONG…!!!&lt;br /&gt;Bel 3 × tanda waktu pulang berbunyi. Aku segera menyelesaikan pekerjaanku, mengembalikan mesin ketik dan kursi pada posisi semula yang rapi. Lalu aku berlari menuruni tangga menuju kelasku, dan bergegas pulang. Tak sampai setengah jam, aku kembali ke sekolah sambil membawa baju ganti dan alat-alat dekorasi. Di lobby, kulihat Shifa dan Deka telah berkumpul bersama teman-teman lainnya. Kami segera bekerja membuat huruf dan hiasan yang akan ditempelkan pada background aula. Persiapan ini kami lakukan untuk menyambut para pelajar dari Australia yang akan bertukar kebudayaan dengan Indonesia.&lt;br /&gt;Pukul 21.00 kami telah berkumpul di aula. Kami mulai menempelkan huruf-huruf dengan rapi serta memasang berbagai hiasan. Tepat pukul 23.15 kami dapat menyelesaikan pekerjaan itu. Dengan segera kami terkapar di masjid karena kelelahan.&lt;br /&gt;Jam menunjukkan pukul 00.15. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Oh my God! Novel ‘Gadis Jakarta’ karya Najib Kaelani-ku tertinggal di aula. Padahal…novel itu hanya capjam alias cap pinjaman. Akhirnya, kuputuskan untuk mengambilnya.&lt;br /&gt;“Asni mau kemana?” tanya Deka mengagetkanku.&lt;br /&gt;“Mau ke aula. Ambil buku, ketinggalan.” jawabku. Deka menggeliat sebentar, duduk dan mengucek-ucek matanya.&lt;br /&gt;“Mau diantar nggak?” tanyanya sambil menguap.&lt;br /&gt;“Nggak usah deh, makasih.” kataku sok gentle. Padahal sebenarnya aku takut juga.&lt;br /&gt;Deka kembali berbaring dan aku pun beranjak menuju aula. Sampai di sana kudapati buku itu ada di mimbar kecil yang biasa dipakai untuk memberikan sambutan. Segera kuambil buku itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja aku teringat cerita Ahmad tentang penampakan yang dilihat temannya di kamar mandi. Kuarahkan pandanganku ke kamar mandi itu. Gelap.&lt;br /&gt;GRKKK!!!&lt;br /&gt;Bulu kudukku tiba-tiba berdiri. Aku segera teringat hantu yang merasuki tubuh Eva. Kulangkahkan kakiku meninggalkan aula, kembali menuju masjid. Saat melewati lapangan basket…&lt;br /&gt;DUK…DUK…DUK…!!!&lt;br /&gt;Kulihat dua orang perempuan bermain basket. Seorang men-drouble bola dan yang lain mencoba merebutnya.&lt;br /&gt;“Aneh…” pikirku,” lewat jam 12 malem masih ada yang main basket?”&lt;br /&gt;Kukucek mata dan kulihat lagi. Mereka masih ada di tengah lapangan. Salah seorang melihat dan berlari ke arahku. Jantungku berdetak tak menentu.&lt;br /&gt;“Ayo gabung.” katanya seraya meraih tanganku, lalu menarikku ke tengah lapangan. Aku tak sempat menolak.&lt;br /&gt;Kini aku telah berdiri di depan ring,di tempat ‘tembakan 3 angka’, bersama kedua perempuan itu. Seorang dari mereka melemparkan bola yang dipegangnya padaku. Aku pun men-drouble bola itu. Mereka mencoba merebutnya dariku.&lt;br /&gt;Kami asyik sekali malam itu, hingga aku tak memikirkan lagi keganjalan-keganjalan yang terjadi di lapangan. Lampu yang menerangi lapangan itu…tak mungkin mereka pasang hanya dalam beberapa menit, selama aku berada di aula. Apalagi memikirkan tentang permainan bola basket yang kulakukan hingga hampir jam 2 malam itu. Aku tak peduli lagi. Aku terlena dengan permainan seru kami.&lt;br /&gt;Kedua perempuan itu terus mencoba merebut bola dariku. Kulakukan pivot agar mereka tidak bisa merebutnya dariku. Lalu aku drouble bola menuju ring basket. Kuakhiri langkahku dengan lay up dan bola pun memasuki ring dengan indah.&lt;br /&gt;POK…POK…POK…!!!&lt;br /&gt;Suara tepuk tangan menggema di lapangan. Aku berdiri terpaku tak percaya. Jantungku berdetak kencang sekali. Keadaan yang tadinya terang kini kembali gelap. Lampu-lampu yang meneranginya beberapa waktu yang lalu telah hilang. Begitu pula kedua perempuan yang bermain basket bersamaku.&lt;br /&gt;DUK…DUK…DUK…!!!&lt;br /&gt;Kini aku berdiri membelakangi ring basket. Bola basket yang berhasil kumasukan ke dalamnya kini masih memantul setelah berbenturan dengan lantai. Aku masih terpaku dan terpana. Jantungku berdetak semakin cepat. Keringat dingin bercucuran, bukan karena aku baru saja berolahraga, namun karena aku ketakutan setengah mati.&lt;br /&gt;Kulihat…mungkin 20, 40, 80…jumlah sosok tubuh di pinggir lapangan itu terus bertambah. Pakaian mereka serba putih dan….tak ada wajah. Aku yakin sekali. Walaupun hari itu gelap sekali, tapi aku benar-benar yakin bahwa tak ada wajah…mungkin bukan wajah. Lebih tepatnya tak ada hidung… mulut… mata dan bagian apapun di kulit yang putih seputih kapas itu. Dan aku semakin ketakutan saat melihat kaki mereka yang tak menyentuh tanah. Persis seperti cerita Sita tentang hantu yang dilihat Eva. Kain putih yang menutupi kaki itu hanya melayang, sedikit sekali menyentuh tanah. Mereka terus bertepuk tangan dan tertawa. Kukucek mataku. Aku benar-benar tak melihat ada mulut pada tubuh mereka. Namun…suara tawa mereka terdengar sangat jelas.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja muncul dua titik cahaya di kulit (tempat wajah mereka seharusnya) itu. Cahaya itu berwarna merah menyala. Satu persatu dari mereka mulai bergerak mendekatiku. Mereka terus mendekat dan berputar mengelilingiku. Aku semakin ketakutan. Mereka terus menghimpit dan membuatku sesak. Aku benar-benar ketakutan. Lalu semua gelap. Aku tak tahu apa-apa lagi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Asni…Asni…kamu kenapa?”&lt;br /&gt;Aku pun tergagap, terbangun dari tidurku. Aku terpana melihat Sita masih duduk di depanku.&lt;br /&gt;“Kamu kenapa sih? Sok alim banget. Tidur saja pake baca ayat Qursy segala. Lagian….tega banget sih, aku kan lagi cerita. Malah ditinggal tidur lagi!”&lt;br /&gt;Sita masih saja memarahiku, sedangkan aku sibuk dengan syukurku. Untung horor itu benar-benar hanya mimpi.&lt;br /&gt;Jogjakarta, 20 Maret 2005&lt;br /&gt;Hand_shaoran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=15844809#sdfootnote1anc" name="sdfootnote1sym"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff0000;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff0000;"&gt; Perkemahan Sabtu-Minggu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=15844809#sdfootnote2anc" name="sdfootnote2sym"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff0000;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:courier new;color:#ff0000;"&gt; tidak kencang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113696616660344649?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113696616660344649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113696616660344649' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113696616660344649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113696616660344649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/01/horor-itu.html' title='Horor itu...'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113696524575614629</id><published>2006-01-10T23:32:00.000-08:00</published><updated>2006-01-10T23:40:45.886-08:00</updated><title type='text'>Ayah...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Punya empat orang anak perempuan tentu menjadi suatu anugerah, sekaligus beban berat buat Ayah. Kenapa? Karena itu berarti ayah harus menanggung enam orang perempuan di rumah. Ibuku, aku, ketiga kakakku dan Simbahku. Tahu sendiri kan? Yang namanya perempuan itu musti dijaga baik-baik agar menjadi baik. Istilahnya, perempuan itu terbuat dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok. Jadi, musti diluruskan dengan sangat hati-hati. Terlalu dipaksa akan patah, namun jika dibiarkan akan terus bengkok. Itu mungkin yang menjadi beban bagi Ayah.&lt;br /&gt;Mungkin, beban berat itu juga yang membuat Ayah bersikap sangat protektif pada kami (baca:aku). Maka tak ada satu pun dari kami yang bisa memanjat pohon (padahal tak sedikit pula teman-teman sesama cewek yang pandai memanjat pohon waktu itu). Aku sendiri baru bisa naik sepeda setelah berada di kelas 3 sekolah dasar. Padahal teman-temanku yang lain sudah pandai bersepeda sejak masih berada di bangku taman kanak-kanak. Untuk bisa menaikinya hingga jalan raya pun, aku musti menunggu hingga SMP. Apalagi setelah aku bisa naik motor. Untuk bisa naik motor ke jalan raya aku musti mencuri-curi kesempatan saat Ayah tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;Bisa dibilang Ayah adalah musuh masa kecilk. Yup! Dia sangat keras terhadap kami (aku). Mungkin karena aku adalah anak paling nakal di antara saudara-saudaraku. Aku punya pikiran paling kritis yang kadang justru membahayakan diriku sendiri. Maka, saat masih kecil kata “aku benci ayah” sering kutuliskan di dalam kertas dengan huruf yang masih lugu dan berantakan.&lt;br /&gt;Saat mendengar aku menangis, Ayah akan sangat marah. Semakin keras aku menangis, semakin marah ia. Mungkin ini karena naluri kelaki-lakian Ayah yang benci terhadap kata lemah. Atau mungkin Ayah ingin kami semua menjadi wanita yang kuat dan tidak mudah dilecehkan, mampu membela diri kami sendiri. Entahlah, yang pasti aku yakin Ayah punya tujuan yang baik pada kami. Walaupun aku membencinya.&lt;br /&gt;Saat memasuki masa awal akhil baligh, aku mulai menemukan Ayahku yang sesungguhnya. Ternyata dia adalah seorang lelaki lemah lembut yang sangat sangat menyayangi kami. Semua yang Ayah lakukan adalah usaha untuk mendidik kami. Aku tidak mau membenarkan tindakan Ayah karena hal itu memberikan trauma tersendiri bagiku. Tapi, aku tak juga mau menyalahkan Ayah. Aku masih beruntung karena Ayah hanya bertindak seperti itu saat aku masih kecil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat tetanggaku. Saat masih kecil dia dimanja-manja orang tuanya. Baru setelah dia masuk SMP dia dikerasi oleh Ayahnya. Itu lebih memalukan bukan? Seorang anak yang sudah SMP masih harus dipukul oleh orang tuanya. Dan dampaknya akan tampak lebih jelas lagi. Akan ada semacam pemberontakan nyata pada orang tua. Padahal pada usia itulah kami, anak-anak usia itu memerlukan kasih saying yang lebih besar pada kami. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukan sosok Ayah. Yang diantara kekerasannya ada sisi lembut seorang wanita dalam dirinya. Bukan banci lo…Ayahku laki-laki tulen. Kadang Ayah suka menyisir atau mengucir rambut kami. Mendandani kami, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113696524575614629?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113696524575614629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113696524575614629' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113696524575614629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113696524575614629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/01/ayah.html' title='Ayah...'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113696438353886243</id><published>2006-01-10T23:25:00.000-08:00</published><updated>2006-01-10T23:26:23.673-08:00</updated><title type='text'>ATM Kondom</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;BENARKAH AKAN MENYELESAIKAN MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setengah tahun yang lalu, ada beberapa mahasiswa masuk ke sebuah PTS di Yogyakarta. Dengan penuh percaya diri mereka mengaku sedang mengampanyekan penggunaan kondom sebagai salah satu langkah mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. Sayangnya, ada satu kesalahan fatal yang mereka lakukan, dimana mereka menekankan pencegahan HIV/AIDS dengan menyerukan safe sex. Sebenarnya hal ini tidak terlalu menjadi masalah apabila dilakukan dengan cara yang benar. Sayangnya, cara yang dilakukan dengan mengusung spanduk ke kampus-kampus –tempat menuntut ilmu, dimana sebagian besar populasinya masih lajang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cara itu terkesan akan menimbulkan masalah baru. Bagaimana tidak? Safe sex bagi remaja tidak mustahil disalahartikan sebagai penghalalan hubungan sex pra pernikahan alias sex bebas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut hanya segelintir kisah nyata yang terjadi di lingkungan kita, namun luput dari perhatian kita. Setelah enam bulan berlalu, kini muncul fenomena baru yang justru lebih transparan karena dilakukan oleh pemerintah, yaitu ATM kondom.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mesin penjual kondom ini dijadikan alternatif bagi pemerintah untuk mempermudah masyarakat memperoleh alat kontrasepsi, selain juga untuk menekan angka penularan HIV/AIDS melalui hubungan pernikahan. Hal ini sedikitnya tidak jauh berbeda dengan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan ATM kondom menimbulkan kontroversi masyarakat. Hal ini dirasa hanya akan menimbulkan masalah baru. Bagaimana seandainya alat ini akhirnya disalahgunakan? Begitulah kira-kira pikiran yang muncul dalam benak mereka. Selain pasangan suami-istri yang dimudahkan dalam mencari alat kontrasepsi berupa kondom, bukankah anak muda termasuk pelajar dan mahasiswa juga lebih mudah pula mendapatkannya? Bisa jadi, mereka yang dulunya masih takut-takut untuk melakukan hubungan sex pra nikah kini menjadi ‘lebih berani’ karena merasa dilegalkan. Bagaimana seandainya mereka kemudian berpikir, “Kalau ATM kondom dilegalkan, bisa jadi sex before married is also legal.”?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan tidak mungkin bakal terjadi mengingat banyaknya remaja yang berpikir, adanya peraturan adalah untuk dilanggar. Bukankah maraknya kasus remaja saat ini tidak lepas pula dari hal tersebut. Apalagi, kondom bukanlah suatu jaminan untuk tidak terjadi kehamilan. Apabila pelegalan ATM kondom ini benar-benar menyebabkan maraknya sex bebas, selain moral anak bangsa dipertaruhkan, bisa pula terjadi peningkatan angka kehamilan di luar pernikahan, ketidakjelasan nasab, dan aborsi. Siapkah kita dengan resiko ini? Jika resiko lebih besar daripada manfaat yang bisa diberikan, kenapa musti kita lakukan?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113696438353886243?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113696438353886243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113696438353886243' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113696438353886243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113696438353886243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/01/atm-kondom_10.html' title='ATM Kondom'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113696385677433122</id><published>2006-01-10T23:14:00.000-08:00</published><updated>2006-01-10T23:17:39.290-08:00</updated><title type='text'>Anak Angkat  By:  handy</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#999900;"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mesti sendiri? Apa memang aku diciptakan untuk sendiri? Kesendirian telah terlalu mengintimiku. Sejak lahir aku telah sendiri. Tak pernah sekalipun kulihat wajah Ayah dan Ibu. Ayah meninggal beberapa bulan setelah kehamilan ibu. Ibu? Sejak kecil aku telah menjadi pembunuh. Aku telah membunuh ibu dengan ‘melahirkanku’. Di panti asuhan pun aku tetap sendiri. Aku tak mau seorang pun berbicara padaku atau menyentuhku. Hiperbolic memang. Tapi begitulah kenyataannya.&lt;br /&gt;Aku tak mau selamanya hidup dalam kesendirian. Apalagi terisolasi. Sekali terisolasi di kamar mandi, hanya 3 jam. Namun selama itu aku sudah begitu tersiksa. Aku takut sendiri, walau pada kenyataannya aku memang selalu sendiri. Hidupku terisolasi bertahun-tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#999900;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu apa yang menarik dari anak tak punya kawan sepertiku. Aku tak tahu mengapa Papa dan Mama memilihku menjadi anak angkat mereka. Mengapa bukan anak-anak lain yang lebih cantik, lucu, dan telah bergaya semanis mungkin? Mengapa justru aku? Tapi yang jelas mereka sangat baik padaku. Apapun yang kuinginkan selalu terpenuhi. Sekolah hingga perguruan tinggi yang tak pernah kubayangkan, kini benar-benar nyata.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya semua berubah sejak Mama hamil. Itu anak pertama yang lama mereka dambakan. Ya, anak pertama. Bukan anak kedua seperti yang mereka katakan. Karena aku bukan anak Papa dan Mama. Karena aku hanya anak pungut dari panti asuhan. Bukan dari rahim Mama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Silvia menjadi adik kesayanganku. Dia menyayangiku layaknya kakak kandung sendiri. Memang begitulah yang ia tahu. Mungkin ia tak pernah menyadari, atau justru tak mau menyadari perbedaan mencolok antara kami? Kulitnya kuning sedang aku sawo matang. Dia sipit, aku tidak. Dia berbau Cina, aku berbau Jawa. Apa ia tak pernah merasa aneh? Padahal orang lain saja selalu menanyakannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di keluarga ini aku tak kurang kasih sayang. Semua menyayangiku. Tapi, hanya sendiri yang ada di otakku. Apalagi bila mengingat statusku. Aku akan semakin merasa sendiri. Sayangnya, aku selalu mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dasar anak kampung! Nggak tau terimakasih. Udah dijadiin keluarga malah ngelunjak.” Silvia menggerutu di depanku hari itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa, Dik?” tanyaku padanya. Selama ini hanya Silvia yang dapat membantuku melupakan kesendirianku. Dia obat sendiriku. Karena aku sangat menyayanginya. Sangat!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Itu Si Nova. Udah ditolong, dihidupin, eh malah nggak tau terimakasih gitu. Pacar kakaknya diembat juga. Aku kan kasihan lihat Mbak Retno jadi patah hati kayak gitu.” katanya emosional.&lt;br /&gt;“Dasar! Anak angkat aja belagu!” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;CRASSHH….&lt;br /&gt;Seperti ada kilat menyambarku tiba-tiba. Aku serasa tertampar. Anak angkat…&lt;br /&gt;Adikku memang manja. Seperti anggapan orang tentang anak terakhir. Kekanak-kanakan, egois, mau menang sendiri, tapi… kadang ia begitu sosialis. Suka merajuk dan agak centil. Aku tak mampu menolak bila ia telah merayuku. Karena aku sangat mencintainya. Tapi, benarkah kata-kata itu keluar dari mulutnya? Begitu rendahkah pandangannya terhadap anak angkat? Apa aku salah jika aku juga seorang anak angkat? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah. Kenapa kamu jadi sewot? Memangnya pacar kamu yang direbut? Lagipula tindakannya itu kan tidak ada hubungannya dengan status dia sebagai anak angkat.” Aku mencoba menanggapi dengan tegar, agar terlihat biasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja ada. Kalau dia sadar ama statusnya, dia nggak bakal ngelakuin tindakan semacam itu. Pokoknya sekali anak angkat ya anak angkat. Nggak tau diri!”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Silvia masih terus menggerutu. Dan tanpa berkata apa-apa lagi, aku masuk ke kamar dan mengunci pintu. Aku menangis sepuas-puasnya. Ternyata, semua sudah harga mati untuk Silvia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Papa, Mama dan Silvia duduk di ruang tamu. Dengan sangat hati-hati Papa dan Mama menjelaskan statusku pada Silvia. Mereka menunjukkan kartu keluarga yang selalu rapi ‘disembunyikan’ darinya. Silvia tampak menitikkan airmata. Papa dan Mama meminta maaf karena tak memberitahukan hal itu sejak awal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Silvia sayang sama Mbak. Siapapun dia, Silvia sayang dia, Pa. Dia kakakku, Ma.” Semua menangis. Lalu hening. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Pa, Mbak Shinta…!!” teriak Silvia tiba-tiba. Panik. Seharian aku tak keluar kamar. Silvia tentu teringat makiannya pada Novi di depanku.&lt;br /&gt;Pintu digedor kuat. Tak ada sahutan. Papa mendobraknya.&lt;br /&gt;“SHINTA…!!!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku menangis di sudut kamar. Aku menyesal. Mengapa kuakhiri hidupku begitu cepat? Ternyata mereka sangat tulus mencintaiku. Harusnya aku tahu bahwa Tuhan ada. Menemaniku. Hingga dia memberikan keluarga ini untukku. Ah…terlanjur kuakhiri hidupku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 25 Juli 2005&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113696385677433122?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113696385677433122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113696385677433122' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113696385677433122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113696385677433122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/01/anak-angkat-by-handy.html' title='Anak Angkat  By:  handy'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113627402005028389</id><published>2006-01-02T23:38:00.000-08:00</published><updated>2006-01-02T23:40:33.550-08:00</updated><title type='text'>aku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;emang aku udah lebih dewasa??&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113627402005028389?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113627402005028389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113627402005028389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113627402005028389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113627402005028389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2006/01/aku.html' title='aku'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113591605333690920</id><published>2005-12-29T20:11:00.000-08:00</published><updated>2005-12-29T20:14:13.686-08:00</updated><title type='text'>PERSAHABATAN YANG TAK KENAL PADAM(created by: Soesilo)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Seseorang tiada yang tak bertemanSeseorang tidak ada yang sendiriPasti walau hanya satu atau duaDia memiliki seseorang yang disebut: sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Satu kata yang menggambarkan hubungan pertemananPertemanan yang lebih dari hanya sekedar 'teman'Pertemanan yang demikian erat dan akrabPertemanan yang telah dilandasi kesalingfahamanKesalingmengertian antara berbagai pihak yang bertemanPertemanan yang sangat penting, berpengaruh dan berefekBahkan berpengaruh dalam pembentukan perilaku, akhlak dan karakterJuga berpengaruh kelak atas nasibnya di akherat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat&lt;br /&gt;Carilah sahabat sebanyak bisa dicariSahabat ada disamping kitaSaat kita duka... apalagi dikala kita bahagiaSahabat tidak mudah memang mencarinyaMembutuhkan begitu panjang waktu tuk mengenalinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita pedih perih dan lukaSahabat akan mengerti tanpa kita kabariDia seakan punya antena yang amat pekaTerhadap kondisi dan rasa hati kita&lt;br /&gt;Sahabat yang nyata Dia tidak bisa memadamkan persahabatnyaDan tidak bisa pula dipadamkanOleh hanya seperak hartaApalagi sesungging senyuman yang manis rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bersahabatSebagai sahabat yang nyataSahabat yang saling percaya dan terbukaYang melahirkan kesalingmengertianYang akan menentramkan kita tatkala kita dahaga&lt;br /&gt;Bantul, 26 Desember 2006&lt;br /&gt;Zu Xy Lau&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113591605333690920?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113591605333690920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113591605333690920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113591605333690920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113591605333690920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/persahabatan-yang-tak-kenal.html' title='PERSAHABATAN YANG TAK KENAL PADAM(created by: Soesilo)'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113558685433894286</id><published>2005-12-26T00:27:00.000-08:00</published><updated>2005-12-26T00:47:34.926-08:00</updated><title type='text'>For My Beloved Beautiful Wife!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelas 2 SMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perasaan itu tumbuh sedikit demi sedikit. Aku tidak bisa berbohong lagi bahwa aku mencintainya. Mungkin sangat mencintainya. Entahlah, aku sendiri merasa aneh. Setelah 16 tahun aku menjadi temannya, aku baru merasakan hal ini sekarang. Padahal, setiap hari aku bertemu dengannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, aku benar-benar, 100 % menyadarinya. Dia wanita yang sempurna. Cantik, cerdas, modern,…apa yang kurang darinya? Excellent. Aku ingat betul kata-kata guru bahasa Inggrisku tadi siang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"What men look for in a partner? First, physical attractiveness. Then, warm and affection, social skills, homemaking ability, fashion sense and sensitivity."&lt;br /&gt;Itu pendapat laki-laki Amerika Utara. Tapi, boleh kan aku mengangankan wanita seperti itu juga?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir, apa yang tak ia punya? Ia cantik, body-nya OK, lemah lembut, dan pintar bergaul. Sebagai temannya aku juga cukup tahu kalau dia pandai mengurus rumah. Aku kan sering bermain ke rumahnya. Soal fashion, cewek mana yang tak kagum dan ingin meniru dia? Dia itu trendsetter. Dan yang pasti dia sangat peka terhadap perasaan orang lain. Dia itu seorang psikiater buatku. Satu lagi yang perlu kutambahkan, dia itu pintar dan berwawasan luas. Sekretaris OSIS, juara parallel, presentasi sempurna, dan percaya diri yang tinggi. Cowok mana yang tak tertarik padanya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan sejak kelas 2 SMA ini aku merasakan perasaan aneh itu. Yang kuyakini sebagai cinta. Ya, aku yakin sekali inilah cinta yang sesungguhnya. Cinta sejati yang hanya akan kurasakan sekali saja. Aku setengah yakin bahwa Niken, gadis Jogja yang sangat modern, teman mainku sejak kecil itu adalah cinta pertama dan akan jadi yang terakhir buatku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Minggu kedua Bulan Januari, Sembilan tahun kemudian…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Kamu ini mau istri yang seperti apa to’ Le? Lihatlah umurmu, sudah 25. Apa ndak kepikir untuk cari istri yang baik buat kamu?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ah…awalnya aku cukup merah kuping waktu mendengarnya. Entah sudah berapa kali Simbok menanyakan hal ini padaku. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Simbok itu kuno. Jaman sekarang laki-laki menikah umur 30 tahun saja biasa. Kenapa aku yang baru berumur 25 tahun musti kesusu?" bisik batinku. Tapi, di depan Simbok aku tetap diam saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Kamu itu kurang apa to, Le? Kuliah sudah lulus, kerja yo wis mapan. Nunggu apa lagi?"&lt;br /&gt;"Nunggu calon, Mbok." Jawabku sekenanya. Padahal sebenarnya aku pun tak tahu apa yang kutunggu.&lt;br /&gt;"Calon itu jangan ditunggu. Kamu itu lanang, Le. Musti nyari." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Iya, Mbok." Malas-malasan aku memenangkan Simbok.&lt;br /&gt;Percakapan itu cukup mengusikku juga rupanya. Mau tak mau aku tak bisa tidur malam ini. Sempat muncul bayang-bayang Niken di otakku. Apa mungkin dia? Tapi, bukankah sejak kuliah dulu, dia sudah mulai berubah? Dia tak lagi menghiraukanku. Ah…lalu, apa aku musti mengakhiri masa lajangku secepat ini? 25 tahun?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah!!! Aku terhenyak pada bilangan itu. Aneh, aku baru sadar, padahal sudah sejak tadi aku memikirkannya. 25 tahun…bukankah Rasulullah juga menikah di usia itu? Aku sudah tidak muda lagi rupanya. Ah…aku bersikeras untuk tidak memikirkannya dulu. Mungkin, mending aku baca buku saja dari pada terus terusik. Aku asal buka-buka buku yang ada di depanku. Dan…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Wahai para pemuda, jika salah seorang di antara kalian sudah mempunyai kemampuan, hendaklah segera menikah…"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah!!! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Minggu ketiga bulan Januari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hari ini juga kuputuskan untuk memberitahu Simbok tentang perasaanku pada Niken. Awalnya Simbok menolaknya mentah-mentah, dengan alasan kami ini orang miskin. Pekerjaanku sebagai staff redaksi di sebuah majalah islami -yang kata Simbok sudah mapan- itu pun ‘tak level’ untuk priyayi macam keluarga Niken. Aku terus membujuk Simbok. Aku yakin, Niken memang jodohku. Dan untungnya, Simbok luluh juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata keluarga Niken tak segarang apa yang ada dalam bayangan kami. Intinya, mereka menerima lamaran itu. Niken juga. Ah…bungah rasanya membayangkan punya istri sesempurna Niken. Apa kata teman-teman kantor nanti? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Wah…istrimu cantik banget. Pinter banget. Rumahmu rapi banget…"&lt;br /&gt;Serba banget pokoknya. Bawaannya orang lagi seneng mungkin ya?&lt;br /&gt;Sekarang, masalahnya hanya mencari mahar untuk Niken. Aku sempat terhenyak ketika mendengar tujuh digit angka tersebut. 9.999.999 rupiah??&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Angka 9 itu kan paling gedhe. Jadi, itu bukti cinta Mas Handoko yang paling gedhe untuk saya, Budhe. Kalau Mas Handoko benar-benar mencintai saya, saya rasa ini bukan masalah." Kata Niken waktu itu, langsung di depanku dan Simbok. Aku tak habis pikir. Bukankah wanita yang paling baik itu yang paling murah maharnya? Kenapa Niken justru meminta mahar sebanyak itu? Lalu, dari mana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Tapi, apa aku musti menawar mahar?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ah…pusing rasanya. Mau nikah saja kok susah. Aku tidak ingin proses ini terlalu lama. Tapi, mahar sebanyak itu mana bisa aku dapatkan dalam waktu dekat ini? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, belum aku berhasil mendapatkan uang sebanyak angka tujuh digit itu, aku sudah dibuat shock lagi oleh keluarga Niken. Mereka tiba-tiba membatalkan penerimaan lamaran. Hanya Karena aku meminta Niken untuk memakai jilbab saat pernikahan dan sesudahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Mau kawin kok ngatur-ngatur. Mas kawin saja belum kelihatan sudah minta yang aneh-aneh." Begitu kabar yang aku dengar telah menyebar dari mulut ke mulut, mengenai tanggapan keluarga Niken.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang aku frustasi. Niken sendiri menolak mentah-mentah permintaanku itu. Saat itu pula aku sadar, banyak hal yang tak kuketahui tentang Niken. Persahabatan kami selama ini bukan jaminan untuk mengetahuinya lebih dekat lagi. Dan, bukan hanya aku yang malu. Simbok pasti lebih malu lagi, karena Simbok yang lebih banyak bergaul dengan tetangga kami. Aku tidak tega. Tapi, mau bagaimana lagi? Semua sudah terjadi. Kami hanya bisa menghadapinya saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bulan Maret, minggu kedua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sudah sebulan berlalu sejak penolakan itu. Aku memutuskan untuk tidak terlalu pusing memikirkannya. Walaupun para tetangga masih suka menggunjing kami ataupun keluarga Niken. Aku tidak peduli. Sekarang aku ingin lebih terfokus untuk belajar terlebih dahulu. Mungkin, semua itu terjadi karena aku terlalu terburu-buru.&lt;br /&gt;Tapi, belum lama aku memutuskannya, malam ini aku bermimpi sesuatu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Mbok, aku mimpi disuruh menemui Pak Ustadz Fachrozi, yang ngajar ngaji waktu kuliah di kampus dulu. Kira-kira ada apa ya, Mbok?" tanyaku pada Simbok.&lt;br /&gt;"Coba kau temui saja. Mungkin itu petunjuk dari Gusti Alloh, Le."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kutemui Ustadz Fachrozi di rumahnya. Kuceritakan perihal mimpiku pada Ustadz, tak lupa kabar pembatalan pernikahanku dengan Niken. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Yah…kita ambil hikmahnya saja, Ko. Justru dari situ kan, kita bisa tahu apa pentingnya ‘perhiasan dunia yang paling indah itu’? Wanita sholehah. Tidak perlu disesali. Bukankah laki-laki yang baik itu untuk wanita yang baik pula? Dan sebaliknya. Jadi, kalau kamu yakin kamu itu baik, jangan pernah ragu dengan janji Alloh. Dan ingat, apa yang kita cintai di dunia, belum tentu dicintai olehn-Nya. Tapi yakinlah, Allah pasti tahu apa yang terbaik untuk kita."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengarkannya dengan seksama. "Terimakasih, Ustadz." Lega rasanya setelah aku berbincang dengan Ustadz Fachrozi. Dulu waktu di kampus, beliau memang idola anak-anak. Dekat pula dengan mereka, termasuk aku. Dari beliau pula aku mulai belajar untuk tidak terfokus pada Niken, sampai aku siap menikahinya. Dan sekarang….&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang, mau tak…Ustadz kasih lihat wanita cantik?"&lt;br /&gt;"Maksud Ustadz?"&lt;br /&gt;"Ya…coba lagi."&lt;br /&gt;Aku agak gusar. Sebenarnya, aku masih takut.&lt;br /&gt;"Cantik…sekarang saya hanya perlu yang sholehah Ustadz."&lt;br /&gt;Ustadz Fachrozi hanya tersenyum kecil.&lt;br /&gt;"Lihat saja apa nanti kamu bisa menolak ‘cantik yang ini’." Aku hanya mengerutkan dahi.&lt;br /&gt;Bulan April&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya aku, Simbok, dan Ustadz Fachrozi menemui orang tua wanita yang kata ustadz Fachrozi cantik itu. Aku juga diperbolehkan untuk melihat wanita itu. Cantik memang, walaupun tampak lebih sederhana dari Niken. Kata Ustadz Fachrozi, dia sholehah. Itu yang paling penting buatku sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, proses menuju pernikahan begitu cepat. Tak lebih dari dua minggu proses ta’aruf, kami merasa cocok. Tentu keputusan ini aku ambil setelah melakukan sholat istikharah seperti kata Ustadz Fachrozi. Kini kami telah resmi menjadi suami istri dan tentu, kami telah memiliki hak dan kewajiban masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kurasa pria manapun yang menikah dengan wanita sholehah macam istriku, cepat atau lambat akan tahu secantik apa istri mereka. Isyah istriku , memang cantik. Perhiasan dunia yang terindah buatku. Bahkan, aku seperti melihat calon bidadari surga di rumahku sendiri setiap kali memandangnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, dari bangun tidur hingga tidur lagi wajahnya yang mendominasi rumahku. Tapi aku tak pernah bosan. Selalu ada saja yang membuat dia tampak begitu cantik di mataku. Bukan wajahnya. Tapi, apa yang terpancar dari wajahnyalah yang membuatnya demikian. Dia teman yang baik, yang selalu mengantarkanku pergi bekerja dengan senyum yang meneduhkan. Dia yang selalu menyambutku penuh kerinduan saat aku letih sepulang bekerja. Dia teman diskusi yang jenius. Subhanallah…Bayangkan betapa cantik hatinya…saat ia berhasil meredam emosiku yang kadang meluap-luap. Cantik kan?&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dan, melihatnya seakan memberitahukan padaku bahwa cinta yang sejati adalah cinta kepada Yang Menganugerahkannya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rait&lt;br /&gt;Yogyakarta, 21 Oktober 2005&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113558685433894286?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113558685433894286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113558685433894286' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113558685433894286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113558685433894286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/for-my-beloved-beautiful-wife.html' title='For My Beloved Beautiful Wife!!'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113549184730614857</id><published>2005-12-24T22:21:00.000-08:00</published><updated>2005-12-24T22:24:07.563-08:00</updated><title type='text'>THE NEW ME IN THE NEW YEAR</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;(evaluasi diri tahun bari)&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahun baru.  Hal yang mungkin udah dinanti-nantikan banyak orang.  Buat aku, sebenernya tahun baru tuh bukan hal yang spesial, yang musti dirayain rame-rame bareng temen-temen atau orang terdekat kita.  Tahun baru buat aku adalah kesempatan kita buat evaluasi diri.  Banyak yang melakukan evaluasi selain aku.  Misalnya perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah, dan tentunya aku berharap banyak orang yang melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru itu kesempatan kita untuk menilik lagi apakan tujuan akhir hidup kita udah bener?  Misalnya tahun kemarin aku punya target untuk jadi juara kelas.  Apa targetku udah aku dapet tahun ini?  Trus, berapa persen dari semua target tahun lalu yang udah tercapai dan berapa yang belum?  Aku perlu bikin evaluasi tentang itu.  Trus, nata rencana dan target untuk tahun depan.  Kalo tahun kemaren aku cuman pengin jadi juara kelas, sekarang aku punya target untuk jadi juara parallel misalnya.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru buat aku saat-saat yang indah juga buat ngenang setahun yang udah berlalu.  Misalnya, tahun ini aku dapet banyak hal spesial yang dikasih Tuhan dan aku belajar banyak hal baru.  Misalnya gimana aku bisa nerima kenyataan, kalau nggak semua keinginan dan harapan kita tuh musti tercapai and terturuti.  Kutipan ini aku dapet dari Ayahku waktu beliau bilang, “Yah…maklumlah Yan, Ayah juga tahu kok gimana rasanya kecewa.  Waktu kecil Ayah juga sering kecewa.  Tapi kan nggak papa.  Nggak semua keinginan itu harus dituruti.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Trus aku juga dapet pelajaran kalau materi itu nggak seberapa penting daripada…banyak hal.  Persahabatan misalnya.  Atau dukungan orang-orang yang nggak bisa dibayar dengan uang.  Ini aku dapetin waktu aku cuman jadi juara III di suatu lomba.  Ya, sempet kecewa juga.  Tapi nggak aku sangka-sangka, aku nemuin hal baru kalau ternyata banyaaak banget orang yang dukung aku.  Dari temen-temen sekelas, guru-guru, sampe petugas TU yang aku nggak kenal dia pun kasih dukungan buat aku.  Berapa rupiah tuh dukungan bisa dihitung?  Nggak bisa dong.  Dan masih banyak lagi pelajaran yang bisa aku petik selama setahun ini.  Yah, setahun ini bikin aku lebih kaya and dewasa, daripada setahun yang sebelumnya.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru juga waktunya aku buat bikin pengakuan atas kesalahan and dosa-dosa aku buat jadi “aku yang baru”.  Misalnya tahun lalu aku pernah pinjem kartu perpustakaan temenku tanpa ijin and bikin dia kalang kabut nggak karuan.  Itu semua tuh inisiatif temenku.  Tapi aku nggak bisa nyalahin siapapun.  Salah atau nggak kan pilihanku sendiri.  Kenapa aku mau coba?  Akhirnya aku harus ngerasa berdosa banget.  Dan aku belajar buat ngeakuin kesalahan (tanggung jawab man!).  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Trus, ada hal spesial yang aku dapet selama setahun ini.  Aku dapetin Ayahku tuh perhatiaaaan banget sama aku.  Aku juga nggak tahu Ayahku kena sambet apa (na’udzubillah).  Tapi beliau tuh bener-bener hebaaaat banget.  Maniiiis banget.  Aku suka banget deh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk nata tahun depan aku musti bisa kasih balasan buat sikap semua orang sama aku.  Dan aku musti jadi The Better Me! buat tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pilihan untuk tahun depan, buat siapa pun yang mau evaluasi diri.  Simple aja kok.  Jadi lebih baik atau lebih buruk.  Kata Sean Covey (aduh aku tergila-gila sama dia apa yah? Aku ambil intinya aja yah), mau jadi apapun kita itu pilihan kita.  Jadi, jangan sampe nyalahin siapapun seandainya tahun depan kita jadi the worse us.  Karena itu kan pilihan kita juga.  Maka dari itu, kenapa kita musti bikin rencana buat tahun depan yang lebih baik.  Jangan sampai deh, tahun depan kita masih jadi tukang niru.  Tahun ini kita musti jadi orang yang bisa kita banggakan.  Artinya, tahun depan kita musti bangga sama diri kita dengan segala yang udah dikasih Tuhan buat kita.  Kalau tahun lalu kita masih ngerasa didikte sama ortu, pacar, temen, atau orang lain di sekitar kita, tahun ini kita musti independen.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau tahun lalu kita masih ngerengek-rengek minta ini-itu sama ortu, tahun ini kita musti bisa buat lebih ngerti ortu and ngehormatin mereka.  Kalau bisa, kita tunjukin kalau kita bisa dapet apa yang kita pengin by our selves.  Bantu ortu juga kan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Trus, kita juga musti kumpulin semua masukan-masukan buat bangun diri kita sendiri.  Misalnya tahun lalu aku dibilang kalau lagi sibuk  suka nggak pedulian.  Tahun ini aku musti gimana?  Lebih bisa ngatur antara pribadi dan sosial dong.  Boleh sibuk tapi nggak lupa temen.  Trus kalau tahun ini kita dapet kritik pedes dari guru katanya kita selengekan, tahun ini aku jadi the better student!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, tahun ini aku dapet PR untuk bikin klub karya ilmiah di sekolah.  Aku juga musti bikin action plan juga dong biar nggak amburadul and bisa jadi klub yang baik.  So, udahan dulu yah…!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113549184730614857?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113549184730614857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113549184730614857' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113549184730614857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113549184730614857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/new-me-in-new-year.html' title='THE NEW ME IN THE NEW YEAR'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113549104877553886</id><published>2005-12-24T22:08:00.000-08:00</published><updated>2005-12-24T22:18:02.873-08:00</updated><title type='text'>MY SPECIAL DAY</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#660000;"&gt;      Tanggal kesayangan gue 10 Januari udah mau dating. Tapi aku nggak terlalu suka. Selain berasa udah mulai tua, sisa umurku udah berkurang 18 tahun. Sedih banget….&lt;br /&gt;      Tapi, aku berasa dewasa juga. Biarpun aku mungkin masih di tahap middle adolescent tapi berasa udah pengin dewasa aja. Biarpun masih banyak yang bikin aku blom pantes dibilang dewasa, tapi nggak apa aku mau bilang kalau aku udah dewasa. Suka-suka aku dong!!!&lt;br /&gt;      Trus, aku pengin matur thank you buat orang-orang yang udah berjasa banyak buat aku. Buat Ayah-Ibu yang udah so kind….hiks..hiks…mohon maap jg deh. Trus buat kakak-kakakku yang unik-unik, gengsi gue bilang thank you. Temen-temen yang senasib sepenanggungan, so thank you for all. Buat orang-orang nyata yang udah bikin aku belajar banyak tentang hidup and kehidupan (cie…sruuut sruuut…ih jijay). Trus…buat orang-orang dunia maya juga nggak ada salahnya. Thank you. Buat pengemis di jalan, tukang jualan di sekolah, pak kbon, petugas perpus, thanks for the service (pengemis ngasih servis apa? Au ah..)&lt;br /&gt;      Buat orang-orang yang udah bikin bete. Maybe kalian cuman salah satu sarana dari Tuhan buat ngingetin aku supaya jangan bikin bete orang lain. Dan yang pertama……(lho kok di belakang..) Thanks GOD!! I LUV U so much…!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113549104877553886?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113549104877553886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113549104877553886' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113549104877553886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113549104877553886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/my-special-day.html' title='MY SPECIAL DAY'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113549074302366580</id><published>2005-12-24T22:01:00.000-08:00</published><updated>2005-12-24T22:05:43.746-08:00</updated><title type='text'>Belajar dari Kegagalan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;       Ada banyak hal positif yang bisa kita ambil dari cerita hidup kita.  Sekarang aku tahu kenapa cerita hidupku itu bisa indah banget.  Karena hatiku bilang itu indah.  &lt;em&gt;Sean Covey&lt;/em&gt; pernah bilang, &lt;strong&gt;APA YANG KAMU DAPATKAN ADALAH APA YANG KAMU LIHAT&lt;/strong&gt;.  Jadi, ketika aku lihat hidupku itu indah, itu yang aku dapat.  Hidup itu indah buat aku.  Bahkan aku bisa nyombong kalo hidupku tuh lebih indah dari hidup siapa pun.  Itu hakku kan?  Dan semua orang nggak salah kok seandainya mereka mau bilang hal yang sama tentang hidup mereka.  Hidup kita lebih indah dari novel-novel terkenal macam “&lt;em&gt;The Lost Boy”, “A Child Called It&lt;/em&gt;” atau “&lt;em&gt;A Man Named Dave”-&lt;/em&gt;nya Dave Pelzer.&lt;br /&gt;       Kemaren aku kalah waktu ikutan lomba karya ilmiah siswa (KIS).  &lt;em&gt;That’s very bad&lt;/em&gt;.  Buuuuuruk banget buat aku.  Nggak ada yang lebih buruk daripada ngikutin sesuatu yang ‘nggak seharusnya diikutin’.  Aku lebih suka bilang begitu.  Aku lebih suka bilang bunuh diri.  Siapa yang mau ikut lomba karya ilmiah kalo naskahnya musti jadi dalam sehari semalem? &lt;br /&gt;      Tapi aku yakin, nggak ada ruginya kalo aku ikut.  Toh aku punya prinsip…”&lt;em&gt;Keep on Trying&lt;/em&gt;”.  Walaupun aku sadar bener…kalo aku lagi ngelakuin sesuatu yang nggak perlu aku lakuin.  Sesuatu yang sia-sia.  Aku nggak akan menang dengan naskah yang kayak gitu.  Yang jelek.  Yang amburadul.  Yang tanpa persiapan.  Aku yakin nggak akan ada juri yang menangin aku, kecuali kalo jurinya ngantuk.  Nggak ada keajaiban dengan suatu kebodohan.  Nggak akan semudah itu.&lt;br /&gt;      Tapi…semua itu bukan berarti kalo semua udah berakhir kan buat aku?  Toh aku nggak akan rugi.  Nggak sakit, nggak kehilangan apapun.  Aku musti tetep ikut.  Apalagi udah ada banyak orang yang dukung aku. &lt;br /&gt;Dan aku dapet satu tantangan lagi.  Musti presentasi dengan bahasa Inggris.  Sampe detik-detik terakhir aku masih ragu apa aku bisa.  Aku benci itu.  Nervous n gak percaya diri.  Semua jadi sulit.  Kurasa bukan karena aku nggak mampu.  Lebih karena aku nervous, tertekan sama keadaan diri sendiri.  Dan karena itu pula aku musti puas nangkring di urutan 12 dari 25.  &lt;em&gt;So BAD&lt;/em&gt;!!!&lt;br /&gt;      Tapi ada yang bisa aku ambil dari itu semua.  Kaya dalam buku “&lt;em&gt;The 7 Habits of Highly Effective Teens&lt;/em&gt;”-nya Om Sean, jadilah proaktif.  Bukan reaktif.  Aku adalah sumber pendorong bagi diriku sendiri.  Manusia bisa bahagia atau tidak adalah tergantung pilihannya sendiri (Abraham Lincoln, mantan presiden Amerika Serikat).  Aku nggak bisa nyalahin furuku yang udah nyuruh aku ikut, padahal beliau juga nggak yakin aku akan menang.  Dan dia tahu, kemungkinan buat menang itu kecil banget.  Atau karena beliau kasih sms aku yang bikin aku nangis sebelum lomba.  Itu cuman dukungan dan harusnya aku bersyukur untuk itu.  Aku juga nggak bisa nyalahin kepala sekolah yang nggak pernah tanggap sama ajang kreativitas anak-anaknya sampe informasi selalu aja dating telat.  Atau keadaan yang bikin aku gecubrakan.   Semua itu udah jadi pilihanku.  Aku yang milih untuk ikut.  Aku yang pengin nyoba dan buktiin prinsipku sendiri.  Semua pilihanku.  Aku yang bilang dalam hati, nggak ada ruginya aku ikut.  Aku udah ngikutin kata hati.  Jadi, nggak ada yang salah dong.  Bahkan kalo akhirnya aku kalah, juga bukan suatu kesalahan.  Itu bisaa, kata guruku (berarti aku bisaa kalah dong…huaaa……)&lt;br /&gt;      Dan semua kebukti kok kalo emang nggak ada ruginya aku ikut.  Aku bahkan bisa nyebutin daftar keuntungan yang aku dapet dari situ.  Aku bisa dapet banyak temen, tambah pengalaman, tambah pengetahuan, tambah pede, dan aku jadi tahu, nggak perlu takut untuk nyoba sesuatu.  Aku jadi sadar, aku udah ngelakuin sesuatu yang hebat.  Bukannya nggak semua orang mau dan berani, walaupun sekedar buat nyoba?  Dan aku udah buktiin kalo aku bisa.  Itu hebat kan?  Dan kaya kata Bapakku, aku udah menang pengalaman.   Dan mimpiku selama ini yang bikin aku males masuk SMK (karena di SMA ada KIR) bakal terlaksana.  Bakal ada klub KIR di skul dan aku bakal bikin sejarah baru.  (Cie…)&lt;br /&gt;       Banyakkan yang aku dapet?  Dan aku jadi percaya.  Kalo…ada yang baik juga karena ada yang jelek, kita bisa dibilang pinter karena ada yang nggak pinter, kita belajar jadi pendengar dari orang yang banyak ngomong, dan &lt;strong&gt;KITA BISA BELAJAR BERHASIL DARI KEGAGALAN YANG UDAH KITA DAPAT SEBELUMNYA&lt;/strong&gt;.  Sukses itu bukan dari hasil yang kita capai aja, tapi ke perasaan kita juga.  Kalo kita merasa sukses, maka itulah kesuksesan kita yang sebenernya.&lt;br /&gt;               Jogjakarta, 20 Desember 2005&lt;br /&gt;               Rait Rahmatullah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113549074302366580?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113549074302366580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113549074302366580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113549074302366580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113549074302366580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/belajar-dari-kegagalan.html' title='Belajar dari Kegagalan'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113507734969955837</id><published>2005-12-20T03:11:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T03:15:49.806-08:00</updated><title type='text'>atjeh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lagi bakal ada acara perpisahan di skul. Aku nggak tau acara macam apa yang bakal dibikin sama anak-anak OSIS. Yang aku tahu, acaranya berhubungan sama selesenya masa praktek anak-anak Aceh di skulku. Yang artinya, mereka bakal balik lagi ke daerah asalnya, Nangroe Aceh Darussalam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wah…nginget-inget anak Aceh sebenernya rada bikin nggak ngeh juga. Awal perkenalan yang bikin gondok gedhe cukup jadi pelajaran buat aku.&lt;br /&gt;“Ada bayaran nggak?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wah…kaya ditonjok godam waktu denger kata-kata itu keluar. Sebenernya aku udah nggak enak banget buat minta salah satu ato dua dari mereka buat ngisi acara pemutaran vcd tsunami malem itu. Pikirku, apa aku nggak garamin luka mereka? Tapi setelah denger jawaban yang kayak gitu…aku jadi sebel-sebel gimana…gitu (lha gimana sih?)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga hal yang perlu aku kagumin dari mereka. Terutama semangat belajarnya. Waktu itu, ceritanya aku lagi latihan presentasi sampe sore. Lagi mendung gitu. Nggak taunya di luar lab ada 2 anak Aceh yang lagi nunggu Pak Kus, yang lagi sibuk ngurusin anak-anak. Mereka nunggu lumayan lama sampe akhirnya minta aku buat manggilin Pak Kus. Wah…udah nunggu lama gitu, mereka rela latihan komputer sore-sore. Selese jam berapa nanti yah? Padahal kan siangnya mereka baru aja PKL (prakteknya anak SMK). Ck…ck…perlu diacungin jempol deh. Coba bandingin ma aku, mending bolos kali..hehe…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan yang pasti nggak bisa dilepasin waktu ngomongin anak Aceh…pasti (kaya yang udah disebut sebelumnya), soal tsunami. Nggak semua dari anak-anak Aceh itu jadi korban tsunami. Tapi tetep aja, pasti ada trauma tersendiri dalam hati mereka. Apalagi buat yang jadi korban. Denger cerita mereka mungkin udah klasik. Tapi sisa-sisa luka mereka…apa kita masih bisa bilang kalo itu juga hal yang klasik? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seingetku, awal adanya berita Tsunami tuh bener-bener duka buat seluruh bangsa Indonesia. Nggak sedikit orang yang nitikin air mata. Ada buaaaannyyak banget hikmah yang bisa dipetik dari sana. Salah satunya, klo ternyata sodara kita tuh bukan cumin orang-orang yang ada di sekitar kita aja. Mereka, biarpun jauh di ujung barat sana, juga saudara kita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan ada yang sebenernya pengin aku bilang buat mereka. Bahwa dari sini kita udah mulai bikin jalinan persahabatan. Yang tentunya nggak bisa diukur dengan materi sejumlah “berapa” pun.&lt;br /&gt;Buat kita yang dulunya nunjukin simpati yang gedhe banget, mereka masih butuh simpati dari kita. Di akhir tahun yang bakal ngingetin kita sama peristiwa tragis 26 Desember 2004, kita introspeksi lagi deh diri kita. Masih nggak sih kita punya toleransi yang sama kaya setahun yang lalu? Masih nggak sih kita nyelipin do’a-do’a buat mereka di sela do’a buat diri kita sendiri?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan yang musti kita ingat, kita nggak cukup cumin menyesali apa yang terjadi. Banyak hikmah di balik peristiwa itu. Semuanya bakal mendewasakan kita. Dan yang musti kita lakuin sekarang, hidup sebagai manusia baru yang siap buat bangun lagi dari kehancuran. Dengan semangat baru dan jiwa yang baru. Semoga kita bisa membangun Aceh kembali. Amin…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta, 5 Desember 2005&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113507734969955837?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113507734969955837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113507734969955837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113507734969955837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113507734969955837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/atjeh.html' title='atjeh'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113507635967489178</id><published>2005-12-20T02:58:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T02:59:22.730-08:00</updated><title type='text'>berbagi</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#993399;"&gt;Bahagianya bila dapat membagi bahagia&lt;br /&gt;Ringannya bila berbagi derita&lt;br /&gt;Indahnya bila berbagi cinta&lt;br /&gt;Maka berbagilah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113507635967489178?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113507635967489178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113507635967489178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113507635967489178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113507635967489178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/berbagi.html' title='berbagi'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113507601289866748</id><published>2005-12-20T02:50:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T02:53:35.783-08:00</updated><title type='text'>SEDETIK SETELAH 1000 TAHUNKU</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Seribu tahun t’lah kulalui&lt;br /&gt;Memikirkanmu&lt;br /&gt;Merenungkan segalanya tentangmu&lt;br /&gt;Membuang waktu yang diberikan untukku&lt;br /&gt;Seribu tahun ini aku menyesali&lt;br /&gt;Meronta-ronta untuk melepas diri&lt;br /&gt;Terbebas dari belenggu yang membunuh hati&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;Biarkanlah sedetik ini&lt;br /&gt;Sebelum benang-benang menyesakkanku&lt;br /&gt;Rongga-rongga kehidupanku terhimpit kaku&lt;br /&gt;Biarkan kucoba meraih cinta-Mu&lt;br /&gt;Jogjakarta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Rait, 5 Desember 2005&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113507601289866748?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113507601289866748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113507601289866748' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113507601289866748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113507601289866748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/sedetik-setelah-1000-tahunku.html' title='SEDETIK SETELAH 1000 TAHUNKU'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113507547785004062</id><published>2005-12-20T02:39:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T02:44:38.156-08:00</updated><title type='text'>Sajak yang Ngingetin Aku Tentang Waktu</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;          Mbak number one-ku pernah bilang, “Masa muda itu cuman sekali dan indah banget. Pake sebaik-baiknya, jangan sampe nyesel. Soalnya kamu nggak akan dapetin kesempatan buat jadi remaja dua kali.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;Sajak dari &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;The 7 Habits of Highly Effective Teens&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Untuk mengetahui nilai satu tahun&lt;br /&gt;Tanyakan seorang siswa yang gagal&lt;br /&gt;Dalam ujian kenaikannya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Untuk mengetahui nilai satu bulan&lt;br /&gt;Tanyakan seorang ibu yang melahirkan&lt;br /&gt;Bayi prematur.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Untuk mengetahui nilai satu minggu&lt;br /&gt;Tanyakan seorang editor majalah mingguan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Untuk mengetahui nilai satu hari&lt;br /&gt;Tanyakan seorang buruh harian yang punya&lt;br /&gt;Enam anak untuk diberi makan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Untuk mengetahui nilai satu jam&lt;br /&gt;Tanyakan seorang kekasih yang sedang menantikan&lt;br /&gt;Waktu bertemu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Untuk mengetahui nilai satu menit&lt;br /&gt;Tanyakan seorang yang ketinggalan kereta.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Untuk mengetahui nilai satu detik&lt;br /&gt;Tanyakan seorang yang selamat dari kecelakaan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Untuk mengetahui nilai 1 milidetik&lt;br /&gt;Tanyakan seorang yang memenangkan medali di Olimpiade.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;INI DIA KENAPA WAKTU BEGITU BERARTI, DAN SAYANGNYA AKU MASIH SERING NYIA2IN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113507547785004062?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113507547785004062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113507547785004062' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113507547785004062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113507547785004062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/sajak-yang-ngingetin-aku-tentang-waktu.html' title='Sajak yang Ngingetin Aku Tentang Waktu'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113438574378101237</id><published>2005-12-12T03:07:00.000-08:00</published><updated>2005-12-12T03:09:04.006-08:00</updated><title type='text'>senyum</title><content type='html'>SENYUM adalah bahasa dunia. Ia menunjukkan keceriaan. SENYUM adalah perhiasan batin yang dapat membantu mengindahkan perhiasan lahir yang tidak sempurna. Setiap kali berhubung dengan orang lain, sewajarnyalah kita SENYUM. SENYUM adalah jalan pintas bagi menyatakan anda menyukai seseorang. "SENYUM" yang kamu berikan apabila berhadapan dengan sahabatmu adalah satu sedekah. SENYUM adalah jambatan persahabatan. SENYUM adalah satu perlabuhan yang pastinya tidak akan merugikan. Di Moscow, Rusia, ada sekolah yang mengajar untuk SENYUM. SENYUM harus ada ketululusan. SENYUM yang dibuat-buat pasti tidak akan menyenangkan, sama saja dengan kening yang berkerut. Adalah diperakui, setiap kali terSENYUM kita hanya menggerakkan 15 otot manakala ketika marah kita akan mengedutkan 63 otot di bahagian muka. Perbuatan mengerutkan dahi saja memerlukan gerak kerja 40 otot. Bayangkanlah !!! "SENYUM" juga adalah malaikat rahmat yang turun ke dunia. Kebanyakkan SENYUM adalah jangkitan. Apabila kita SENYUM orang akan SENYUM balik kepada kita. Orang akan merasa dihargai bila kita SENYUM padanya, sekligus ia akan memberi tanggapan yang baik kepada diri kita. Lantas ... . kenapa kita tidak muliakan ? Muliakan dengan diri kita. SENYUMlah kepada orang yang tidak anda kenali hari ini. Insya-Allah dia akan membalas SENYUMan anda itu. Alangkah mudahnya membina rangkaian persahabatan... ... .. Willian Shakespere mengatakan : "Apa yang anda kehendaki akan lebih cepat diperolehi dengan SENYUM daripada memotong dengan pedang" Semasa bekerja, semasa belajar, SENYUMlah. Ia akan menumbuhkan rasa keriangan dan kegembiraan. Bila berhadapan dengan keadaan sukar SENYUMlah. Bukankah ketawa yang sopan itu sehat. Pujangga menyebut : "SENYUMan itu kelopak. Tertawa itu bunga yang sempurna kembangnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113438574378101237?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113438574378101237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113438574378101237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113438574378101237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113438574378101237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/senyum_12.html' title='senyum'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113438473447243117</id><published>2005-12-12T02:51:00.000-08:00</published><updated>2005-12-12T03:01:21.856-08:00</updated><title type='text'>my best friend</title><content type='html'>&lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;anita itu temen terbaikku. aku pernah marahan sama dia selama sebulan cuman gara-gara salah paham. sedih n nyesel banget rasanya. untungnya aku mau minta maaf sama dia. yah...walaupun gak bisa kaya dulu lagi tapi aku seneng baikan lagi ma dia. aku g tau kenapa aku bisa deket n temenan ma dia. padahal...dulunya aku sebel sama dia. gak tau kenapa akhirnya bisa jadi close friend. awalnya dia itu nggak cewek banget. hhehe..tapi lama2 dia berubah. ya...mungkin persahabatan kami bikin timbal balik. aku jadi rada tomboy eh dia malah jadi girly. hehe... dulu, kemana-mana aku ma nita tuh always 2gether. gak kepisah. mo ke kantin, ke kamar mandi (nganterin maksudnya), bahkan praktikum sll satu klompok. aku pernah ngilangin bros yang dia kasih. aku nyesel bgt. kita nyari bros itu, balik ke skul (padahal udah 1/2 jalan ke rumah)/ uh..nyesel bgt soalnya brosnya g ketemu. padahal itu hadiah buat ultah aku. aku tahu cerita cinta dia dan dia tahu ttg aku. aku pernah ngeliat dia nangis buat co-nya. dia itu setia bgt. walaupun awalnya aku sempet ngerasa dia bego bgt sih. abis aku baru pertama ngeliat ce nangis gara2 co sih. tapi...akhirnya aku salut juga. sekarang aku gak tll deket sama dia. tapi aku masih sayang dia as my best friend kok. semoga Allah mengekalkan persahabatan kami. amin...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113438473447243117?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113438473447243117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113438473447243117' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113438473447243117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113438473447243117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/my-best-friend.html' title='my best friend'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113438358151588683</id><published>2005-12-12T02:26:00.000-08:00</published><updated>2005-12-12T02:33:02.086-08:00</updated><title type='text'>thankful Allah</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;aku pernah ngerasa narsis.  tapi aku juga pernah ngerasa rendah diri banget.  sesukaku lah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;tapi sekarang aku ngerasa...hidup setiap manusia itu istimewa.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;aku pernah ingin...buat gak hidup lagi.  tapi sekarang aku ingin hidup lebih lama lagi.  soalnya aku baru ngerasa klo hidupku lebih indah daripada orang lain.  cerita hidupku lebih indah dari cerpen atau novel manapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;aku punya keluarga dan temen yang lebih hebat dari siapapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;aku ingin mensyukuri semuanya.  Terimakasih Allah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113438358151588683?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113438358151588683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113438358151588683' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113438358151588683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113438358151588683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/12/thankful-allah.html' title='thankful Allah'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-113185777768136773</id><published>2005-11-12T20:43:00.000-08:00</published><updated>2005-11-12T20:56:20.863-08:00</updated><title type='text'>indahnya cinta</title><content type='html'>dunia itu indah saat kita bisa mencintai dan dicintai.  tapi, kadang saat kita bisa mencintai, belum tentu dicintai dan sebaliknya. tapi ingatlah bahwa benih yang ditebarkan berhasil semi.  cinta yang disemai akan dipanen jua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-113185777768136773?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/113185777768136773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=113185777768136773' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113185777768136773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/113185777768136773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/11/indahnya-cinta.html' title='indahnya cinta'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-112511742956808252</id><published>2005-08-26T21:35:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T21:37:09.576-07:00</updated><title type='text'>ALERGI</title><content type='html'>Nggak suka!  Sayur berwarna orange itu nggak pernah aku suka.  Dari kecil aku emang nggak pernah mau memakannya.  Kalau hari itu masak sop, jangan harap deh bakalan kusentuh.  Dulu, aku emang nggak suka banyak jenis makanan.  Dari berbagai jenis bahan sop, satu yang aku suka cuman....kuahnya.  Ya, aku rela biar cuman makan nasi + lauk yang cuman ditambah kuah daripada harus makan kubis, apalagi daun bawang ma seledri, bikin kepala pusing kalau dimakan.  Tak ketinggalan sayuran berwarna orange itu.  walaupun dibentuk bunga, polos atau apapun juga, tetap saja makanan itu......nggak menarik.  &lt;br /&gt;Sayuran yang satu ini emang banyak mengandung vitamin A.  Bentuknya panjang dan meruncing di bagian bawah.  Biasanya dia dipakai buat campuran sop, risoles, pastel, bakwan atau berbagai makanan lainnya.  Dia juga biasa dipakai sebagai pemanis sajian.  Nggak jarang juga dia dibuat jus.  Tapi walau apapun cara masaknya, aku tetap nggak suka. &lt;br /&gt;Aku paling suka bantuin orang dapur mengupas bawang dan mengiris-iris sayur, termasuk sayuran itu. Aku suka mengirisnya seperti kipas, kemudian kupotong panjang-panjang untuk campuran bakwan.  Aku juga suka mengirisnya bulat dengan cuilan kecil di bagian pinggir-pinggirnya.  Cuman itu yang aku suka. Selain itu, tidak!!&lt;br /&gt;“Ih, kok doyan banget seh makan wortel, kaya kelinci aja.” kataku pada Mbak Mega.&lt;br /&gt;“Makan wortel tuh sehat tau, biar nggak sakit mata.” katanya waktu itu.&lt;br /&gt;“Ih apa enaknya? Dimasak aja nggak enak gitu, apalagi dimakan mentah.  Heks!” kataku yang mulai nggak sopan pada kakak pertamaku.&lt;br /&gt;Aku mulai membayangkan rasanya di rongga-rongga kerongkongan....anyir.  Seketika itu pula perutku terasa mulas.  &lt;br /&gt;Beberapa tahun setelahnya, saat aku mulai duduk di bangku kelas 6 di tingkat sekolah dasar, sekolahku mengadakan acara masak-memasak sebagai bahan ujian PKK kami.  Tema masakannya adalah Nasi menggono.  Ya, begitulah guruku menyebutnya.  Jujur saja aku sendiri baru saja mendengar nama itu.  Kata guruku, nasi menggono adalah sejenis nasi tumpeng dengan lauk ingkung ayam dan berbagai kelengkapan di sekelilingnya.  Penjelasan lebih lanjut tentang bahan dan cara memasak telah dipaparkan di depan kelas dan kelompokpun telah dibagi.&lt;br /&gt;Hari itu kami mulai bekerja.  Hiruk pikuk dan celoteh anak-anak mulai menggema memenuhi area parkir yang telah disulap menjadi layaknya sebuah dapur umum.  Bahan-bahan yang telah diceritakan oleh Bu Sisca adalah telur, bawang merah, cabe merah besar, kacang panjang, kecambah, mentimun, tomat dan tak ketinggalan seledri serta wortel.  Aku mulai membayangkan berbagai bahan makanan yang serba tidak enak.  Toh begitu, aku kan hanya memasak saja.  Walaupun para guru juga tidak melarang kami untuk menyerbu makanan seusai penilaian dilakukan.&lt;br /&gt;Mmm apa yang harus kami kerjakan, aku belum begitu mengerti.  Walaupun seharian aku telah diprivate oleh ibuku  tetap saja aku tidak tahu bagaimana cara memasaknya.  Untung saja ada teman-teman lain yang tahu dan segera beraksi.  Aku sendiri hanya kebagian......seperti biasa mengiris-iris sayuran.&lt;br /&gt;Setelah berjam-jam kami bekerja, akhirnya jadi jga nasi enggono ala anak-anak kelas 6.  nasi yang ditaruh di atas piring itu dibawa ke dalam kelas beserta segala kelengkapannya, seperti lilin, bunga, tisu, air minum dan sebagainya.&lt;br /&gt;Karena lama bersibuk ria dengan masakan kami, perutku mulai terasa lain (tentu saja aku nggak full cuman mengiris-iris sayur saja).  Ususku terasa seperti dipetik-petik hingga menimbulkan bunyi tang-ting alias krucak krucuk tanda lapar.  Aku bergegas membeli buah-buahan di dekat gerbang sekolah bersama teman-temanku.&lt;br /&gt;Oh iya aku sudah berubah loh, dulu aku merasa kalau melon itu nggak enak.  Berkat teman-teman yang sering mengajakku membeli buah-buahan, aku jadi suka melon.  Dan waktu itupun aku juga membeli elon.  Kubawa melon itu ke tempat parkir dan kumakan sambil duduk di atas pembatas parkiran setinggi pusar.  Tiba-tiba Tyo datang dengan membawa wortel yang telah bersih terkupas di tangannya.  Dia berjalan ke arah kami dan melompat duduk di atas meja, tepat di depan kami.  Lalu.................&lt;br /&gt;“KRIUKK!!!”&lt;br /&gt;Suara giginya yang bertabrakan dengan wortel terdengar seperti dalam iklan apel merah yang pernah kulihat di televisi.  Seketika itu juga perutku terasa mulas dan melonku pun terasa tidak enak lagi.&lt;br /&gt;“Tyo kaya orang kurang pangan deh.”  kataku tanpa basa-basi.  Tyo yang tidak mengerti maksud perkataanku hanya mengernyitkan dahinya sambil celingukan.  &lt;br /&gt;“Apa?  Kurang pangan? Siapa?  Maksudnya?” tanyanya kemudian.&lt;br /&gt;“Ya kamu, siapa lagi?  Aku kan dah bilang ‘Tyo’.  Tyo kurang pangan, masak wortel mentah gitu dimakan.”  Protesku sambil berharap dia akan menghentikan kegiatannya memakan wortel di depanku.  &lt;br /&gt;“Wah…pinter-pinter tapi bodo juga yah.  Zat-zat yang diperlukan tubuh itu justru terdapat dalam makanan, buah dan sayuran yang masih mentah.”  katanya sambil menunjukkan gaya Pak Rony saat menjelaskan bab Makanan Bergizi dalam pelajaran IPA.&lt;br /&gt;“Iya seh, tapi itu lebih tepat kalo lo terapin di buah aja, bukan sayur kaya wortel itu.”  kataku makin memprotes.&lt;br /&gt;“Ye….serah gue dong.  Wortel tuch lebih enak sdaripada melon tau gak?  Melon tuch neg banget.” katanya sambil melihat melon di tanganku yang sedari tadi aku pegang saja.  Aku tidak lagi memakannya karena perutku sudah mulas.&lt;br /&gt;“Wortel tuch yang anyir.”  kataku sambil berjalan meninggalkan Tyo yang terus mengoceh mencela melonku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kakakku yang kedua baru saja pulang dari Bandung setelah bekerja di sana selama 2 tahun.  Dia kaget saat melihatku yang kini telah memakai kacamata.  Dengan seragam putih biru dan jilbab serta tasku dia semakin merasa menang mengataiku ‘Bu Guru’.&lt;br /&gt;Sebagai kakak yang cukup dekat denganku, Mbak Dyah sudah hafal dengan makanan yang kusukai dan tidak kusukai.  Dia tahu sekali cara membangunkanku saat bulan Ramadhan.  Kalau aku susah dibangunkan, Mbak Dyah atau siapapun cukup mendekatkan sepiring nasi dengan lauk kering twempe ke hidungku.  Tak berapa lama aku pasti membuka mata tanpa harus menggoyang-goyangkan tubuhku atau bahkan menyiramku dengan air.  Tak ketinggalan pula kehafalannya pada ketidaksukaanku terhadap wortel.  Tapi kakakku ini cukup pintar mengambil hati adiknya.  Dia cukup tahu bahwa aku akan mau melakukan sesuatu yang dia minta bila dia juga melakukannya.  Pun dalam hal makan wortel.&lt;br /&gt;Hari itu kulihat dia sibuk mempersiapkan blender.&lt;br /&gt;“Wah….Minggu pagi gini emang asek bikin jus.  Perlu es batu gak?”  tanyaku mencoba merayunya agar mendapat bagian.&lt;br /&gt;“Nggak usah.  Aku mau bikinin ini buat adek manisku.  Tapi, aku juga minta.” katanya mulai melancarkan aksinya.  Kupegang kening kakakku, normal!!&lt;br /&gt;“Nggak lagi sakit kan?  Tumben baik banget, emang jus apa seh?” tanyaku tak sabar. &lt;br /&gt;“WORTEL!!”  katanya singkat.&lt;br /&gt;TOENGNGNG!!!&lt;br /&gt;Aku langsung gedhek-gedhek.&lt;br /&gt;“Dikit aja kok.  Segelas berdua aja.” katanya mencoba membujuk.  Aku kembali hanya menggeleng-gelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;“Ya udah deh, setengah gelas berdua.” katanya memulai tawar menawar.&lt;br /&gt;“Tapi…….. kalo aku nggak doyan gak boleh dipaksa yah.” kataku memelas.&lt;br /&gt;Akhirnya kamipun membuat ‘setengah gelas berdua’ jus dengan bahan utama musuhku, sayur berwarna orange.  &lt;br /&gt;Tak berapa lama jus ala Mbak Dyah dan aku telah tersaji di meja.  Mbak Dyah menyuruhku meminumnya.  Aku menggeleng dan berbalik menyuruhnya memulai.  Mbah Dyah memulai atraksinya dengan meminum setengah dari setengah gelas alias seperempat gelas jus wortel itu dan menyerahkan seperempatnya padaku.  Kudekatkan gelas ke mulutku, terciumlah bau anyir sang wortel.  Perutku kembali terasa mulas.  Dalam dua tegukan saja kepalaku terasa pusing bukan main.  Keringat dingin mengucur di tubuhku.  Seharian aku hanya mampu berbaring di kamar dengan terus memegangi kepalaku.&lt;br /&gt;Ketika paginya aku kembali sehat, ayah, ibu, Mbak Mega dan Mbak Dyah hanya tertawa melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, dalam sebuah worksho yang diikuti oleh anak-anak berseragam putih abu-abu sepertiku, kudengar seorang penulis merumuskan tentang AMBAK, Apa Manfaatnya BagiKu?  Aku mencoba merenungkan kembali di rumah.  Kutuliskan besar-besar manfaat apa yang dapat kuambil dari sekedar makan wortel dalam secarik kertas.  Kubaca lagi dan kutempelkan di dinding biru kamarku.  Lama-lama akupun tergerak untuk mencoba sekejap saja melupakan pengalaman pahitku bersama jus wortel.  Kalau aku makan wortel, kata orang bisa mencegah dan mempertahankan minusku agar tak bertambah.  Yang pasti, dengan makan wortel aku akan mendapat asupan gizi.  Lalu….yang paling membuatku bersemangat, aku bakalan punya prestasi.  Seperti kata guruku di SMK, bahwa sebuah prestasi tidak harus diraih dari ranking di kelas atau berbagai tropi yang kuterima.  Ya, bisa memakan dan menyukai wortel yang selama ini kubenci adalah sebuah prestasi.  Prestasi yang perlu kuacungi jempol, telunjuk, jari tengah, jeri manis dan kelingking.  Sebuah prestasi yang ‘BESAR’.&lt;br /&gt;Sayang, untuk mencapai prestasi itu bukanlah hal yang mudah.  Setiap kali aku mencoba memakan wortel mentah, satu gigitan kecil saja terasa tidak enak di perutku.  Ketika kupaksakan untuk makin banyak menggigitnya, wortel itu terasa tersekat di kerongkonganku, siap meluncur kembali seperti rudal.&lt;br /&gt;Kucoba beberapa saran teman.  Ada yang mengusulkan untuk dibuat jus.  Jelas kutolak!!! Aku tidak menginginkan kejadian ketika SMP terulang kembali.  Ada juga yang mengusulkan agar aku memakan mentah.  Aku sudah melakukannya dan gagal.  Lalu ada yang mengusulkan agar aku membuat ‘jus manual’ saja.  Aku agak heran mendengar istilah itu.  Ternyata jus manual adalah sebutan yang temanku berikan untuk wortel yang diparut dan diperas.  Tepatnya, sari wortel.  Katanya itu lebih alami dan rasanya berbeda dengan jus blender-an.  Kucoba membuatnya dengan menambahkan gula dan kuaduk-aduk.  Kucoba meminumnya sedikit, tapi rasanya tetap sama.  Efek pusingnya masih saja terasa di kepalaku.  Untung saja aku tidak menenggaknya hingga habis.  kalau tidak,  bisa-bisa aku harus dilarikan ke dokter atau rumah sakit terdekat karena disangka alergi wortel.&lt;br /&gt;Suatu hari Mbak Mega datang ke rumah bersama Sofyan, anak pertamanya.  Anak berumur 2,5 tahun itu adalah buah pwerkawinannya dengan Mas Anton.  Karena kangen dengan masakan Mbak Mega, hari itu kami memberlakukan ‘wajib masak’ bagi Mbak Mwega.  Karena putranya yang terus mengganggu dan tidak mau diajak bermain,  alhasil masakan Mbak Megapun lodrok alias terlalu matang.  Hilang sudah keinginan seisi rumah untuk menikmati sup ala Mbak Mega.  Yang ada malah mega mendung dari wajah-wajah cemberut ayah, ibu dan Mbak Dyah.&lt;br /&gt;Aku yang baru saja pulang dari sekolah setelah mengikuti ekstrakurikuler bola voli langsung menyambar tudung makan setelah menyandarkan tasku di kursi ruang makan.  Saat kulihat wortel dalam sup ayam, seleraku mulai berkerut-kerut seiring kerutan usus di dalam perutku.  Seketika itu pula aku teringat akan ‘prestasi’.  Aku mencoba mengencangkan kembali seleraku dan melahap wortel yang ada.  Aku sudah siap nyengir-nyengir merasakan anyirnya si wortel.  Tapi……..kok……..nggak ada rasanya?  Akhirnya sejak hari itu aku sadar bahwa kuncinya ada pada…..terlalu matang.  Dan sejak itu pula, setiap makanan yang mengandunng wortel harus dimasak secara ‘terlalu matang’.  Sedikit demi sedikit kucoba memakan wortel dengan kematangan normal.  Ternyata….layaknya suatu keterampilan yang makin diasah makin terampil, makin banyak aku makan wortel, makin nggak kerasa anyirnya.  Kucoba memakan risoles, pastel, …..lama-lama kucoba pula memakan wortel mentah.  Akhirnya aku lancar-lancar saja memakan wortel dan rasa mulas di perutku hilang saat berhadapan dengannya, termasuk dalam bentuk jus blender ataupun manual.  Semua kulahap.  Prestasi itu akhirnya dapat kucapai juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, beliin daun bawang sama seledri, yah.” teriakku saat melihat ibu akan pergi ke pasar.&lt;br /&gt;“Buat apa?  Bukannya kamu nggak doyan?” sahut ibu kemudian.&lt;br /&gt;“Aku kan mau belajar makan, Bu.” kataku teriring sebuah senyum kecil dari bibir ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 6 Maret 2005&lt;br /&gt;                                                                  hand_shaoran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-112511742956808252?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/112511742956808252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=112511742956808252' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511742956808252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511742956808252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/08/alergi.html' title='ALERGI'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-112511706727525890</id><published>2005-08-26T21:30:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T21:31:07.276-07:00</updated><title type='text'>HARIKU MATI</title><content type='html'>Kembali pada bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima jalan telah tertapaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi tak terdengar tak terasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu lambaian tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu kecupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu kata lagi keluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau aku takkan menyesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan ramai riuh rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan penuh lambai kecupan kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang kini telah hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hariku sepi tak berkesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin, mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 22 Mei 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-112511706727525890?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/112511706727525890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=112511706727525890' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511706727525890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511706727525890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/08/hariku-mati.html' title='HARIKU MATI'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-112511698151307646</id><published>2005-08-26T21:27:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T21:29:41.513-07:00</updated><title type='text'>SAJAK YANG TERCECER</title><content type='html'>Sepenggal sajak manis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertuang dalam gelas merah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercecer tiada arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seteguk sesat yang mengepul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada terasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu pahit lidah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga tak lagi mengecap rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kapan sampai kapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak yang tercecer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mampu terkumpulkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sesat hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bingar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 22 Mei 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-112511698151307646?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/112511698151307646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=112511698151307646' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511698151307646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511698151307646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/08/sajak-yang-tercecer.html' title='SAJAK YANG TERCECER'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-112511681294989658</id><published>2005-08-26T21:18:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T21:26:52.950-07:00</updated><title type='text'>SAJAK-SAJAK UNTUK AYAHKU</title><content type='html'>Salam untuk ayahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku di sini menuntut ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau lagi kulihat wajahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memelas karena ulahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu harap untuk ayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat senyum dan tawa lepasmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau melihatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas mimbar kehormatanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kutunjukkan pada ayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku kini tak sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hati terus berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingin tetap bermanja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peluk kasih sayang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari engkau yang kusebut ayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 22 Mei 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-112511681294989658?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/112511681294989658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=112511681294989658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511681294989658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511681294989658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/08/sajak-sajak-untuk-ayahku.html' title='SAJAK-SAJAK UNTUK AYAHKU'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-112511472224347381</id><published>2005-08-26T20:51:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T20:52:02.250-07:00</updated><title type='text'>tak kenal maka tak sayang</title><content type='html'>TAK KENAL MAKA TAK SAYANG&lt;br /&gt;“Vi, sholat yuk!” kata Nisa kepada Vivi sepulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ntar ah! Di rumah aja.” Jawab Vivi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo sampe rumah dah Ashar gimana?” Tanya Nisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dijamak aja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain hari Nisa mengajak Tita, “Ta, Sholat dulu yuk!” jawab Tita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue tunggu aja deh! Lo kayak gak tau gue aja. Panas dong, kalo kebakar gimana? hehe…..” canda Tita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kisah di atas cuman sekelumit kisah yang bisa kita jadikan contoh buat menilik gaya remaja saat ini (ups….yang gak termasuk jangan marah yah). Kalo kita mo nyari contoh-contoh yang lain tentu kita bisa dapet seabrek cerita lain pula. Melalui dua cerita di atas saya pengin menunjukkan salah satu fenomena yang sedang terjadi di masyarakat, bahwa sebagian remaja muslim belum kenal sama Alloh. Hal itu bisa kita lihat dari kecilnya minat mereka buat belajar agama Islam, apalagi mengamalkan ajaran agamanya. Salah satu buktinya mereka tidak lagi menganggap sholat sebagai suatu hal yang penting, bahkan sering menganggap hal-hal yang berbau agama sebagai suatu topik yang menarik buat dijadikan suatu lawakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah kalo gitu banyak yang protes dong! Ah gak juga, saya kan udah ngasih statement kalo hal itu cuman terjadi pada sebagian remaja aja. Masalah besar atau kecilnya bagian itu bisa kita lihat sendiri di lingkungan masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;☺☺☺&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari sebagian dari kita emang belum sepenuhnya kenal sama Alloh. Ibarat seorang penulis, kita udah baca bukunya, udah tahu namanya tapi kita gak tau orangnya dan sifat-sifat penulis itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal penulis, sebenarnya penulis bukanlah sebuah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan keasingan kita sama Alloh. Orang yang nggak kenal sama Alloh boro-boro mo baca kitab-Nya, dengerin orang baca aja udah sewot sendiri. Beda dengan penulis, mungkin kita justru tahu tentang keberadaan penulis tersebut setelah baca bukunya. Namun, paling tidak penulis udah mampu sedikit menggambarkan apa yang ingin saya sampaikan kepada para pembaca bahwa kita sudah sering mendengan nama Alloh, namun belum sempurna mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya tega memvonis sebagian remaja seperti itu? Mungkin karena saya sendiri juga baru sadar bahwa selama ini sayapun kurang mengenal Alloh. Karenanya saya pengin ngajak temen-temen buat bersama-sama kenalan sama Alloh, Dzat yang menciptakan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian remaja nganggep kalo mereka masih ‘kinyis-kinyis’ alias masih muda banget. Mereka sering salah mengartikan kalimat ‘Masa remaja adalah masa yang paling menyenangkan. So, jangan disia-siakan’. Kita nggak bisa memungkiri kebenaran statement di atas. Namun kita juga nggak bisa asal menafsirkan kalimat tersebut, apalagi menelan mentah-mentah. Kata ‘menyenangkan’ sering banget diidentikkan sama ketawa-tawa, hura-hura, foya-foya dan hal-hal lain tanpa memperhatikan kondisi sekitar, baik hokum, budaya maupun ajaran agama. Masa remaja tuch masa paling enak buat kebut-kebutan. Nggak peduli jalanan rame, nggak peduli ama kecelakaan, toch gue masih muda, mati gue masih lama. Kalo ketilang, ah gampang! Tinggal minta duit ma ortu, kelar!! Masa remaja juga paling asyik buat pacaran. Jomblo? Nggak ah! Pamali! Gimana kata temen-temen? Dikira gue gak laku dong! (emang jualan). Kalo pacaran gue kan bisa punya temen jalan, sharing, de el el. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini nih! Keliatan kan kalo kita belum sepenuhnya kenal ma Alloh? Kalo kita berpikiran gue masih muda, mati gue masih lama, kenapa juga temen-temen kita yang tabrakan bisa mati juga? Kenapa juga temen-temen yang masih muda gak bisa selamat dari bencana? Kenapa juga bayi yang lebih muda dari kita pun bisa ikut jadi korban? Cukup jadi bukti kalo Alloh nggak milih-milih umur kalo ngasih Azab kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, kalo kita berpikiran kalo dengan pacaran kita bisa punya temen jalan n’ sharing, masa iya sich? Coba deh kenalan ma Alloh. Lo bakal tau kalo Alloh tuch deket banget ma kita. Dimanapun kita berada Alloh selalu menemani kita n’ siap jadi hero buat kita. Buat sharing? Wah Alloh itu paling asyik buat sharing. Tau sendiri kalo Alloh itu Maha Segala-galanya kan? Alloh itu Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Bijaksana, de el el. So, kalo kita sharing ma Alloh, Alloh udah tau banget apa yang jadi masalah kita n’ tau apa yang harus dilakuin buat kita. Kaya katanya M. Iwan Januar dalam karyanya, “Surga Juga Buat Remaja, Lho!!”, kita bisa curhat kepada Alloh kapan saja. So, nggak perlu calling, “Say, dateng dong, gue mo sharing nich!” N’ yang paling penting sharing ma Alloh bakal dapet solusi yang paling tepat banget deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo pacaran identik sama ‘cinta itu buta’, sharing ma Alloh bakal bikin lo gak buta lagi, but lebih terbuka n’ lebih peka. Trus, banyak diantara temen-temen kita yang buta itu bener-bener rela dibutakan oleh cinta (cinta or nafsu yach?). Mereka gak peduli pacar mereka alim ato brandal, mo pacarnya minum-minuman keras kek, suka ngrokok kek, bolos nek eh kek, yang penting I love him/her. Waduh berarti pacar bisa jerumusin kita dong. Bandingin deh sama Alloh. Alloh Maha Pemberi Petunjuk!! So, aman-aman aja, cepetan deh sharing ma Alloh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;☺☺☺&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu mungkin sering beranggapan kalo orang-orang yang memegang teguh agamanya itu orang-orang yang kuno, ketinggalan jaman, gak cool de el el. Mmmm coba pikir deh, jangan-jangan kamu sendiri yang ketinggalan jaman. Ibarat kita hidup sebagai petani di jaman Majapahit, raja ngasih pengumuman bakal ada sayembara buat jadi orang kepercayaannya n’ dapet kedudukan yang tinggi. Semua orang pengin ikut sayembara itu tapi kamu gak ikut gara-gara kamu gak tau (kecian banget nich anak). Ato kamu tau ato males buat ikut. Akhirnya ya cuman jadi petani mulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya apa sich, kok sampe Majapahit segala. Maksudnya, dalam kehidupan nyata sekarang ini ada sebuah sayembara untuk bisa dapetin kedudukan yang mulia di sisi Alloh Swt. Tapi kamu kehilangan kesempatan itu karena kamu gak pernah tau, gak pernah baca pengumuman di Al-Qur’an n’ gak pernah tertarik ama sayembara itu b’cause kamu lebih tertarik sama dunia glamour yang gak bakal kebawa ampe’ mati. Ketinggalan jaman gak sech? Di saat orang-orang lagi sibuk buat nyiapin masa depan abadinya, lo masih berkutat ama hal-hal semu duniawi. Kaya anak kucing yang dikasih mainan benang. Saking senengnya, cuman mainan benang terus (wah lucu nich anak kucing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;☺☺☺&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih inget sama Inul? Wah siapa sich yang bakal lupa? Ahli ngebor yang hebat itu kan dah terkenal banget (kerja di pertambangan mana sich?) Kalo abad 20 kemaren dibilang jaman edan, enaknya abad ini disebut abad apa yach? Edan super ato edan 76 kali yah (wah kok jadi ngomongin rokok segala sich)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang kita liat sekarang bahwa yang namanya cewek, perempuan, wanita ato apalah istilah lainnya udah gak malu lagi buat ngelakuin hal-hal yang bertentangan ma budaya n’ agama. Boro-boro malu, bangga dong! Dengan bangganya mereka bergaya sedemikian rupa saat para cowok, laki-laki, pria ato istilah lainnya mlongo ato mlotot ngeliat tingkah mereka. Dengan lantangnya mereka nyebut-nyebut nama Alloh saat orang-orang memprotes tindakan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ditanya salah cewek ato cowok, mending ngeles n’ bilang salah keadaan aja deh. Kenapa cowok suka banget kalo ngeliat yang begituan (cewek kan pengin disenengin ma cowok). N’ kenapa cewek suka bergaya begituan (cowok kan suka ngeliat cewek). Wah jadi……….. ada siklusnya toch?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong daripada dapet protes dari kaum Hawa, perlu dicontohin dari kaum Adam juga kali yah. Ternyata yang bangga ma ngebornya Inul tuch gak cuman insane dangdut ma cewek-cewek doang. Cowok-cowok juga gak cuman pengin liat. Mereka bilang, “Gue juga bisa” n’ dengan pedenya ngebor dengan gaya cewek. Jaman sekarang di banyak acara televisi kita bisa liat cowok-cowok cantik. Seakan bumbu humor sinetron tuch cuman dari cowok-cowok bencis (buncis kali yah). Impas!! Kalo wanita nuntut kesamaan sama pria, dalam hal ini pria-wanita sama aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa seh yang dicari dari gaya seperti itu? Populeritas mungkin yang sering disebut-sebut. Remaja cewek yang bergaya ala Britney n’ Avril, pake baju obralan kurang bahan, or ala sapi “metal” dengan alasan pengin populer. Remaja cewek ato cowok pengin dikenal ma cewek ato cowok lain sampe-sampe gak sadar kalo mereka malah keliatan lucu dengan gaya mereka itu. Cocok sama lagu “Tumini”. Aduh buat apa seh populer segala? Kalo Avril dah nggak nge-boaming juga lo harus ganti gaya, gak punya pendirian. Katanya lo punya prinsip “Be yourself”. Kok niru-niru gitu, gak cool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, banyak dari kita yang suka ngelawan ortu ma guru biar keliatan gentle yah? Wah kata M. Iwan Januar, berbuat gak sopan itu berarti kamu gak cool. Lo gak gentle, gak dewasa (wah kok jadi marah-marah ndiri seh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke kenal ato gak-nya kita ma Alloh, gaya pengejaran populeritas macam begono, nunjukkin kalo kita belum kenal ma Alloh. Gimana nggak? Emang kita nggak tau apa kalo yang nyiptain Britney, Avril, Greenday, Simpleplan or ruwetplan itu juga Alloh. Kenapa kita malah kagum ma mereka? Kenapa kita nggak kagum ma Alloh yang menciptakan mereka? Lagian mereka tuch cuman bisa kasih dosa ma kita. Gimana nggak? Demi Britney n’ populeritas kita rela pake baju minim kain or seksi. Demi Avril kita rela pake kutek item yang ngalangin air wudhu. Wah pahlawan kejahatan tuch mereka. Coba kalo kita kenal ma Alloh. Alloh udah kasih pahlawan kebaikan buat kita yang jadi idola seluruh dunia, nomor satu di Guiness Book of Record, yang lebih hebat dari pahlawan manapun, yang gak cuman jadi Indonesian Idol, American Idol, or American Idiot tapi udah jadi World Idol. Siapa lagi kalo bukan Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah udah seabrek-abrek gambaran gitu tentu kamu-kamu udah tau dong, kita dah kenal ma Alloh ato belom. Kalo udah, jangan cuman kenal dong, jadian ma Alloh biar jadi kekasih Alloh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo belom, sama-sama aja kenalan. Caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Banyak sharing ma Alloh. Balikin semua masalah ma Alloh n’ jadikan Alloh satu-satunya tumpuan bergantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Banyak berdo’a n’ meminta karena cuman Alloh tempat meminta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mohonlah karunia Alloh karena Alloh sangat senang sekali dimintai. Seutama-utama ibadah itu adalah menanti kelapangan” (H.R. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mohonlah kelapangan kepada Alloh, janganlah segan berdo’a sebab tidak seorangpun yang binasa karena do’a” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Banyak baca Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah firman Alloh. So, banyak baca Al-Qur’an artinya banyak tau tentang Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Cinta lingkungan n’ sesama karena banyak ilmu Alloh terdapat dalam makhluknya, termasuk diri kamu sendiri. Siapa tau kamu bisa kenal Alloh lewat diri kamu, temen ato lingkungan sekitar kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Banggalah atas dirimu, but jangan takabur. Bersyukurlah Alloh telah menciptakan kamu as yourself seperti nabi Muhammad Saw yang selalu berdo’a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Alloh, Engkau telah memperindah ciptaan dari diriku, maka perindahlah akhlakku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Carilah sahabat sebanyak-banyaknya. Cintai mereka karena Alloh, dan benci mereka karena Alloh. Ali bin Abi Tholib r.a. berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sahabat adalah orang yang membuat kita menjadi benar, bukan orang yang selalu membenarkan kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak lagi cara-cara kita untuk bisa lebih mengenal Alloh dan kita harus mulai untuk mengenal Alloh sejak saat ini. Jadikanlah setiap cobaan dan ujian yang Alloh berikan sebagai ‘bengkel hati’ dan tanda kasih serta perhatian Alloh kepada kita. Karena orang yang mengaku beriman selalu diuji oleh Alloh. Carilah cinta Allah. “Be sure Alloh always answer the pray of the people who search His love”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Surga Juga Buat Remaja, Lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Annida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Putri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hidayah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-112511472224347381?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/112511472224347381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=112511472224347381' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511472224347381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511472224347381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/08/tak-kenal-maka-tak-sayang.html' title='tak kenal maka tak sayang'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-112511422098495474</id><published>2005-08-26T20:43:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T20:43:40.983-07:00</updated><title type='text'>tertunda</title><content type='html'>"TERTUNDA"&lt;br /&gt;Keintiman yang tak lagi dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasuki jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kesunyian malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lagi dapat kurasakan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepi….sebuah keinginan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegalauan di antara hitam dan putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membakar sebuah nyala api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan air yang tersiram di atas kobar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berasap kepulan hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama sang hitam putih tertinggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setetes air mata dari lubuk hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir sungai mata air kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mata terpejam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertunduk lemas kaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mampu lagi bercumbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wajah tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lapang terpijak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 2 Maret 2005&lt;br /&gt;hand_shaoran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-112511422098495474?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/112511422098495474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=112511422098495474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511422098495474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511422098495474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/08/tertunda.html' title='tertunda'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15844809.post-112511186914537993</id><published>2005-08-26T19:57:00.000-07:00</published><updated>2005-08-26T20:04:29.150-07:00</updated><title type='text'>ide-ide yang tercecer</title><content type='html'>Ide-ide yang Tercecer&lt;br /&gt;By:  Handy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide itu ada di setiap langkah.  Itulah judul artikel yang kubaca dalam sebuah majalah remaja.  Artikel tersebut ditulis oleh seorang cerpenis muda bernama M. Fikri Azis.  Dalam tulisannya tersebut, ia sempat berkata bahwa ‘untuk sehari saja telah tercecer puluhan (ide) yang dapat dituangkan ke dalam sebuah cerpen.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju dengan tanda seru (!).  Itulah tanggapanku setelah membacanya.  Dari pagi, siang, sore, malam hingga pagi kembali tiba.  Tentu banyak sekali yang telah kita lihat, dengar dan rasakan.  Banyak pula hal-hal yang kita lakukan, serta kata-kata yang kita ucapkan yang mampu dikelola menjadi sebuah ide cerita pendek.  Bahkan yang panjang sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju pula bila dikatakan bawa ide-ide itu tercecer, di rumah, di jalan, di sekolah, tempat kita bekerja, di tempat kongkow, di masjid, di kamar…everywhere katanya.  Sayangnya, kadang atau bahkan sering sekali kita melewatkan ide-ide tersebut begitu saja.  &lt;br /&gt;Sejak membaca artikel tersebut, aku rajin mengamati dan men-scan segala hal yang kulihat, mencoba merekam suara-suara unik, mengumpulkan ide-ide yang tercecer tersebut.  Saat ini misalnya, aku sedang disibukkan dengan kegiatan Praktek Industri di sebuah perguruan tinggi Islam di Yogyakarta, tempat tinggalku.  Ternyata banyak sekali ide.  Pada pagi hari misalnya, banyak sekali ide yang bermunculan.  Tentang kebiasaan bangun terlambat misalnya.  Atau kebiasaan mandi yang lama sekali.  Keributan saat antre kamar mandi, makan pagi yang menjadi ajang berkumpul keluarga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di pagi hari.  Sejak melaksanakan Praktek Industri, salah satu kebutuhan sekunder yang kini mau tak mau menjadi kebutuhan pokok bagiku adalah angkutan.  Bus.  Perjalanan menuju tempat menunggu bus bisa menjadi sebuah ide yang menarik.  Sambil menunggu bus tiba, kegiatan polisi membantu anak-anak sekolah atau orang tua yang hendak menyeberang jalan dapat pula menjadi ide.  Kebut-kebutan bus kota yang memaksa penumpang untuk ketakutan, namun bagi orang yang sudah terbiasa…hal itu bukan lagi sesuatu yang spesial.  Muka penumpang yang biasa saja dalam keadaan yang cukup menegangkan tentu saja dapat dikembangkan menjadi cerita yang menarik di tangan-tangan para penulis.  Itu pula yang menjadi harapanku.  Mampu mengembangkan semua hal menjadi cerita yang menarik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di pagi hari saja begitu banyak ide yang muncul,  belum lagi ditambah kejadian di siang hari, sore hingga malam hari.  Ya,… ide memang tercecer di mana-mana.  Dalam setiap langkah dan gerak-gerik kita, dan orang-orang di sekitar kita.  Dan hanya di tangan orang-orang yang kreatif dan inovatif-lah ide itu dapat berkembang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:  Annida&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;		ajakan untuk menulis bersama&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15844809-112511186914537993?l=ukhtikecilhanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/feeds/112511186914537993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15844809&amp;postID=112511186914537993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511186914537993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15844809/posts/default/112511186914537993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ukhtikecilhanda.blogspot.com/2005/08/ide-ide-yang-tercecer.html' title='ide-ide yang tercecer'/><author><name>letswritting</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06743597083296484600</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
